PK Entertainment Sajikan Film dan Konser Terbaru

showbiz8 Dilihat

DermayuMagz.com – PK Entertainment Group, sebuah nama yang identik dengan industri hiburan Indonesia, baru saja merayakan sebelas tahun kiprahnya. Perusahaan ini menggelar acara khusus untuk memaparkan pencapaian selama satu dekade lebih dan membeberkan rencana strategis mereka ke depan.

Divisi Event, yang dikenal sebagai PK Events, menjadi tulang punggung operasional PK Entertainment. Harry Sudarma, Co-Founder dan COO PK Entertainment Group, menekankan peran vital divisi ini dalam ekosistem perusahaan. PK Events telah berhasil menangani lebih dari 500 brand dan berbagai pengalaman hiburan, melayani klien-klien besar dari perusahaan multinasional seperti Google, YouTube, Meta, dan Netflix.

Seiring waktu, PK Entertainment melebarkan sayapnya ke berbagai sektor industri hiburan lainnya, termasuk dunia perfilman melalui unit bisnis PK Films. Divisi ini aktif dalam produksi dan pendanaan film-film Tanah Air.

Target tahun ini adalah merilis sepuluh judul film. Beberapa proyek yang telah dikonfirmasi akan segera menyapa penonton, di antaranya Cerita Lila, Sihir Tanah Kubur, Putri Jangan Gentayangan Lagi, Si Manis Jembatan Ancol 2, Hungry Ghost Festival, Di Ambang Kematian II, serta kolaborasi dalam Betting with Ghost bersama MVP Pictures, Garuda di Dadaku bersama BASE Entertainment, dan Seni Merayu Tuhan bersama Wahana Kreator.

Baca juga : Alat Bio Energi Pesawat: Kolaborasi Dosen Polindra & UI

“Kami ingin berkontribusi pada perkembangan industri film lokal, dengan harapan ke depannya dapat merambah ke kancah global,” ujar Harry Sudarma, menambahkan visinya untuk perfilman Indonesia.

Dalam ranah pertunjukan musik, PK Entertainment memiliki dua unit yang fokus pada segmen berbeda. PK Entertainment sendiri berperan sebagai promotor konser internasional. Selama perjalanannya, perusahaan ini telah sukses menggelar lebih dari 30 konser yang disaksikan oleh lebih dari satu juta penonton di Indonesia, termasuk konser dari musisi ternama seperti Coldplay dan Celine Dion.

Untuk tahun ini, tiga konser musisi global telah dipersiapkan. Konser pertama adalah dari grup Boy Next Door bertajuk “Knock On: Vol. 2” yang dijadwalkan pada 5 Desember di ICE BSD. Selanjutnya, konser dari Enhypen bertajuk “Blood Saga” akan diselenggarakan pada 23 Januari mendatang, dengan lokasi yang akan diumumkan kemudian.

Mengenai konser ketiga, PK Entertainment hanya memberikan sedikit petunjuk melalui poster berwarna kuning dengan tiga strip hitam, memancing rasa penasaran publik untuk menebak siapa artis yang akan tampil.

Di sisi lain, PK Music didirikan untuk memperkuat industri musik lokal. Unit ini bertujuan memberikan panggung bagi musisi Indonesia, mendukung mereka dalam menampilkan karya baik di dalam negeri maupun di kancah internasional. Dalam dua tahun terakhir, PK Music telah menggelar lebih dari 50 acara musik lokal dan kini mulai melebarkan sayapnya ke Singapura dan Malaysia.

PK Entertainment juga menjalin kolaborasi dengan Antara Suara untuk menghadirkan beberapa proyek menarik. Di antaranya adalah show Pesta Timuran Jakse, “Titik Sadrah” dari for Revenge, dan tur konser D’Masiv bertajuk “Home Run”.

Divisi lain yang bernaung di bawah PK Entertainment adalah PK Capital. Unit ini berfokus pada dukungan terhadap generasi baru pelaku bisnis kreatif yang berkontribusi dalam membentuk kultur dan komunitas anak muda. Salah satu kolaborasi signifikan adalah dengan LaLaLa Fest, festival yang akan diselenggarakan pada 22-23 Agustus 2026 di Jakarta International Expo.

Peter Harjani, Founder dan CEO PK Entertainment Group, menyoroti tren terkini dalam industri hiburan. Menurutnya, industri ini kini tidak lagi sekadar tentang pertunjukan atau produksi semata, melainkan juga tentang koneksi dan budaya yang terbangun di sekitarnya.

“Audiens saat ini semakin mencari pengalaman yang bersifat personal, imersif, dan berbasis komunitas. Oleh karena itu, kolaborasi menjadi strategi paling efektif untuk menjangkau mereka di berbagai sektor hiburan, mulai dari live entertainment, film, musik, hingga creative ventures. Kami sangat yakin bahwa masa depan industri hiburan akan dikuasai oleh ekosistem yang kuat, bukan oleh bisnis yang berdiri sendiri,” tegas Peter Harjani.