PSIM Gelar Latihan Perdana, Fokus Pengembalian Kondisi dan Adaptasi
PSIM mulai pramusim di Mandala Krida. Ondrej Rudzan dan Adrian Purzycki ikut sesi perdana; Van Gastel ingatkan adaptasi cuaca. 21 pemain hadir, ribuan suporter menonton.
OlehAna DewiDiterbitkan 21 Juli 2026, 17:35 WIBShareCopy LinkBatalkanPelatih PSIM Pelatih Jean-Paul van Gastel (dok)
Latihan berlangsung di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, Senin (20-7-2026) sore WIB, dengan diikuti 21 pemain. Menu yang diberikan belum berintensitas tinggi, sejalan dengan jeda kompetisi yang baru saja dilewati skuad.
“Setelah beberapa Minggu liburan, jadi ini momen untuk menghidupkan mesin kembali. Semua orang menikmati liburan yang menyenangkan, jadi kami mulai secara perlahan untuk mempersiapkan mereka menghadapi liga,” ujar Van Gastel.
Komposisi Skuad dan Staf di Sesi Perdana
Mayoritas pemain yang dipertahankan kembali hadir, termasuk empat legiun asing musim lalu: Jop van der Avert, Ze Valente, Yusaku Yamadera, dan Ezequiel Vidal.
Dua nama anyar dari luar negeri menambah opsi: bek kiri asal Republik Ceko, Ondrej Rudzan, serta gelandang Polandia, Adrian Purzycki.
Sejumlah talenta lokal juga ambil bagian, di antaranya M. Iqbal, Raka Cahyana, Andi Irfan, Rio Hardiawan, Savio Sheva, Rendra Teddy, Harlan Suardi, Fikri Maarif, Riyatno Abiyoso, dan Ghulam Fatkur.
Skuad belum komplet. Penjaga gawang Cahya Supriadi absen karena tengah menjalani pemusatan latihan bersama Timnas Indonesia untuk persiapan Piala AFF 2026.
Di jajaran staf, ada tambahan asisten pelatih Guntur Cahyo Utomo. Pelatih kiper asal Italia, Mario Capece, turut mendampingi Van Gastel pada sesi perdana ini.
Adaptasi Cuaca Jadi Perhatian Van Gastel
Van Gastel menyebut rekrutan musim ini dipilih untuk menguatkan tim, namun menekankan pentingnya masa adaptasi, terutama bagi pemain asing yang baru pertama kali berkarier di Indonesia.
“Kami mendatangkan beberapa pemain baru. Kami mencoba mencari pemain-pemain yang dapat membuat tim ini menjadi lebih baik dibandingkan musim lalu. Karakter seperti apa, tipikal pemain yang menurut kami dibutuhkan,” katanya.
Ribuan Suporter Padati Mandala Krida
Sesi perdana digelar terbuka dan disaksikan ribuan suporter. Seusai latihan, pemain, pelatih, dan ofisial menghampiri tribune untuk menyapa para pendukung Laskar Mataram.
Suasana menghangat ketika lagu “Aku Yakin dengan Kamu” dinyanyikan bersama. Nyala flare berwarna merah dan kepulan smoke bomb biru turut mewarnai tribune.
“Ini tradisi yang bagus, di latihan pertama para pendukung berada di tribune. Sama seperti musim lalu, sangat senang rasanya melihat dukungan yang kam miliki dan yang kita dapatkan juga di musim lalu,” tutur Van Gastel.
Lanjut Baca:
Misi Berat yang Menanti Pep Guardiola jika Melatih Italia
Ana Dewi, Edu Krisnadefa, Aning JatiTim RedaksiShareCopy LinkBatalkan
Add as a preferred source on Google
Pentas Bola Dunia 2026
- Popularitas 2 Bintang Piala Dunia 2026 Melesat di Instagram, Tambah 60 Juta Followers Baru1 jam yang lalu
- Dani Olmo Kritik Perilaku Pemain Argentina: Anak-Anak Menonton2 jam yang lalu
- Lionel Messi Absen di MLS All-Star Game, Pemulihan Setelah Piala Dunia 20262 jam yang lalu
- Piala Dunia 2030 Akan Diikuti 64 Tim, Klaim Presiden CONMEBOL3 jam yang lalu
- Spanyol dan Jalan Panjang Menuju Gelar Piala Dunia Kedua3 jam yang lalu
- Kontroversi Bola Emas 2026: Jurnalis Argentina Nilai Keputusan FIFA Hina Lionel Messi3 jam yang lalu
- Perayaan Meriah Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Jutaan Suporter Merahkan Jalanan Madrid4 jam yang lalu
- Piala Dunia 2026 Lahirkan Banyak Rekor Anyar, Siapa Saja yang Mengukirnya?4 jam yang lalu
- Enzo Fernandez Harusnya Dikartu Merah Lebih Cepat, Ini Alasannya5 jam yang lalu
- Alasan Presiden UEFA Boikot Final Piala Dunia 20266 jam yang lalu
- Enzo Fernandez Akhirnya Buka Suara usai Kartu Merah di Final Piala Dunia 20266 jam yang lalu
- FIFA Selidiki Timnas Argentina Buntut Kericuhan Final Piala Dunia 20267 jam yang lalu
Lihat Selengkapnya
Misi Berat yang Menanti Pep Guardiola jika Melatih Italia
Pep Guardiola menghadapi tantangan besar untuk membangkitkan Gli Azzurri setelah gagal lolos ke Piala Dunia tiga edisi beruntun
OlehAsad ArifinDiterbitkan 21 Juli 2026, 19:08 WIBShareCopy LinkBatalkanGuardiola memainkan laga terakhirnya dengan The Cityzens dengan menjamu Aston Villa di Liga Inggris 2025/2026 pada Minggu (25/05/2026) waktu setempat. (AP Photo/Alastair Grant)
Italia memang memiliki sejarah yang luar biasa dengan koleksi empat gelar Piala Dunia dan dua trofi Piala Eropa. Namun, reputasi tersebut kini kontras dengan kondisi terkini Gli Azzurri yang tengah mengalami penurunan prestasi dalam beberapa tahun terakhir.
Puncak kemunduran itu terlihat setelah Italia gagal lolos ke tiga edisi Piala Dunia secara beruntun. Terbaru, mereka tersingkir dari babak play-off Eropa menuju Piala Dunia 2026 usai kalah melalui adu penalti dari Bosnia-Herzegovina, yang sekaligus mengakhiri masa kepelatihan Gennaro Gattuso pada April lalu.
Dalam situasi tersebut, Guardiola dipandang sebagai sosok yang mampu membawa perubahan besar. Namun, rekam jejak gemilangnya di level klub belum tentu menjadi jaminan bahwa proses membangun kembali Italia akan berjalan mudah.
Membangun Ulang Mentalitas dan Identitas ItaliaSkuad Timnas Italia dalam laga uji coba internasional pada Juni 2026. (Official X @Azzurri)
Salah satu tantangan terbesar yang akan dihadapi Guardiola adalah mengembalikan mentalitas juara Gli Azzurri. Meski sempat menjuarai Euro 2021 setelah mengalahkan Inggris di final, Italia gagal mempertahankan momentum dan kembali terpuruk di level internasional.
Saat ini Italia hanya menempati peringkat ke-15 dunia. Posisi tersebut menunjukkan bahwa regenerasi pemain dan konsistensi performa menjadi pekerjaan rumah besar yang harus segera diselesaikan.
Guardiola dikenal sebagai pelatih yang mampu membangun identitas permainan yang kuat. Pengalamannya mengubah Barcelona menjadi salah satu tim terbaik sepanjang masa serta membawa Manchester City mendominasi Inggris membuat banyak pihak percaya ia memiliki kapasitas untuk membentuk kembali wajah sepak bola Italia.
Namun, membangun budaya bermain di level tim nasional memiliki tantangan berbeda dibandingkan klub. Waktu latihan yang terbatas membuat Guardiola harus mampu menyampaikan filosofi sepak bolanya secara efektif dalam setiap jeda internasional.
Jadwal Padat dan Target Euro 2028 Menanti GuardiolaManajer Spanyol Manchester City, Pep Guardiola, bereaksi selama pertandingan Liga Champions UEFA antara Manchester City dan Club Brugge di Stadion Etihad di Manchester, Inggris barat laut, Kamis dini hari WIB (30-1-2025). (Paul ELLIS/AFP)
Apabila resmi menangani Italia, target jangka pendek Guardiola adalah memastikan Gli Azzurri lolos ke putaran final Euro 2028 yang akan digelar di Inggris dan Irlandia. Proses menuju target tersebut akan dimulai melalui babak kualifikasi pada 2027.
Sebelum itu, Italia sudah dihadapkan pada jadwal padat di UEFA Nations League. Pertandingan pertama yang berpotensi dipimpin Guardiola adalah menghadapi Belgia di Stadion Olimpico, Roma, pada 25 September, stadion yang pernah menjadi markasnya ketika memperkuat AS Roma.
Italia juga harus bersaing dengan Turki dan Prancis dalam kompetisi tersebut. Enam pertandingan yang berlangsung antara September hingga November akan menjadi ujian awal untuk melihat seberapa cepat Guardiola mampu membentuk tim sesuai visinya.
Di sisi lain, Guardiola sendiri sebelumnya mengakui membutuhkan waktu untuk beristirahat setelah menjalani satu dekade penuh tekanan bersama Manchester City. Secara mental dan fisik ia merasa kelelahan dan ingin meluangkan waktu untuk keluarga.
Sumber: BBC Sport
Lanjut Baca:
Persiapan Matang Arema FC Sambut Piala Presiden 2026
Asad ArifinTim RedaksiShareCopy LinkBatalkan
Add as a preferred source on Google
Ajang OlahragaPresiden FIFA Gianni Infantino menyebutkan tiga negara akan menjadi tuan rumah untuk Piala Dunia 2026 mendatang.Lihat SelengkapnyaPiala Dunia 2026
Pentas Bola Dunia 2026
- Popularitas 2 Bintang Piala Dunia 2026 Melesat di Instagram, Tambah 60 Juta Followers Baru1 jam yang lalu
- Dani Olmo Kritik Perilaku Pemain Argentina: Anak-Anak Menonton1 jam yang lalu
- Lionel Messi Absen di MLS All-Star Game, Pemulihan Setelah Piala Dunia 20261 jam yang lalu
- Piala Dunia 2030 Akan Diikuti 64 Tim, Klaim Presiden CONMEBOL2 jam yang lalu
- Spanyol dan Jalan Panjang Menuju Gelar Piala Dunia Kedua3 jam yang lalu
- Kontroversi Bola Emas 2026: Jurnalis Argentina Nilai Keputusan FIFA Hina Lionel Messi3 jam yang lalu
- Perayaan Meriah Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Jutaan Suporter Merahkan Jalanan Madrid3 jam yang lalu
- Piala Dunia 2026 Lahirkan Banyak Rekor Anyar, Siapa Saja yang Mengukirnya?3 jam yang lalu
- Enzo Fernandez Harusnya Dikartu Merah Lebih Cepat, Ini Alasannya4 jam yang lalu
- Alasan Presiden UEFA Boikot Final Piala Dunia 20265 jam yang lalu
- Enzo Fernandez Akhirnya Buka Suara usai Kartu Merah di Final Piala Dunia 20266 jam yang lalu
- FIFA Selidiki Timnas Argentina Buntut Kericuhan Final Piala Dunia 20267 jam yang lalu
Lihat Selengkapnya






