Raphinha Akui Kondisi Belum Optimal Jelang Piala Dunia 2026

bola1 Dilihat

DermayuMagz.com – Pemain tim nasional Brasil, Raphinha, mengakui bahwa kondisinya belum sepenuhnya prima menjelang Piala Dunia 2026. Ia masih berjuang untuk kembali ke performa terbaik pasca cedera yang sempat mengganggu penampilannya di musim 2025/2026.

Pengakuan ini muncul di saat yang krusial, hanya beberapa hari sebelum turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut resmi bergulir. Kondisi Raphinha tentu menjadi perhatian bagi tim Samba, mengingat perannya yang vital dalam urusan kreativitas dan kecepatan di lini serang.

Meskipun demikian, Raphinha tetap menjadi salah satu pemain kunci yang diharapkan dapat membawa Brasil meraih gelar juara dunia keenam mereka. Perjalanan menuju turnamen ini tidak mulus, dengan sang winger harus bergelut melawan cedera yang membuatnya absen dalam beberapa pertandingan penting.

Meski belum dalam kondisi fisik ideal, Raphinha bertekad untuk memberikan segalanya bagi tim nasional. Ia juga mengungkapkan optimisme bahwa kebugarannya akan terus meningkat seiring berjalannya kompetisi.

Cedera Ganggu Persiapan Menuju Piala Dunia

Musim 2025/2026 terbukti menjadi periode yang cukup menantang bagi Raphinha. Cedera yang dialaminya membuatnya harus beberapa kali menepi dari lapangan, sehingga kehilangan momentum untuk membangun ritme permainan yang stabil menjelang Piala Dunia.

Sejak pulih dari cedera terakhirnya, pemain yang kini berusia 29 tahun itu baru sempat tampil dalam empat pertandingan. Rinciannya adalah dua laga bersama klubnya, Barcelona, dan dua pertandingan lainnya bersama tim nasional Brasil.

Salah satu penampilannya yang patut dicatat adalah saat Brasil menghadapi Mesir dalam laga uji coba baru-baru ini. Meskipun merasa belum dalam kondisi puncak, Raphinha berhasil menyumbangkan satu assist dalam pertandingan tersebut.

Pengalaman tersebut semakin menyadarkan Raphinha bahwa masih ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Namun, ia tetap yakin bahwa proses pemulihan yang telah dijalaninya akan membantunya mencapai performa terbaiknya di Piala Dunia.

Tetap Optimistis Berikan yang Terbaik untuk Brasil

Raphinha secara terbuka mengakui bahwa ia masih dalam proses untuk mencapai kondisi fisik yang optimal sebelum turnamen akbar tersebut dimulai. Meskipun demikian, ia menegaskan komitmennya untuk memberikan kontribusi maksimal bagi timnas Brasil.

“Saya masih mencari kondisi fisik 100 persen. Saya telah berusaha mempersiapkan diri sebaik mungkin agar selalu datang ke tim nasional dan memberikan yang terbaik, baik secara fisik maupun taktis,” ujar Raphinha.

Ia menambahkan, “Saya mengalami cedera yang membuat saya absen selama lebih dari satu bulan, tanpa turun ke lapangan, tanpa latihan, tanpa bermain. Namun, saya selalu berusaha memberikan yang terbaik dalam proses perawatan di klub agar bisa mencapai 100 persen bersama Brasil.”

Kondisi Raphinha juga menjadi perhatian khusus bagi klubnya, Barcelona, selama gelaran Piala Dunia berlangsung. Klub asal Catalan tersebut tentu berharap sang pemain dapat menyelesaikan turnamen tanpa mengalami cedera baru.

Sumber: Barca News Network

DermayuMagz.com – Pelita Jaya Jakarta berhasil menyamakan kedudukan dalam seri semifinal Indonesian Basketball League (IBL) 2026. Mereka berhasil membalas kekalahan di game pertama dengan kemenangan di game kedua melawan Dewa United Banten.

Kemenangan Pelita Jaya ini tidak lepas dari performa gemilang pemain asing mereka, Perrin Buford, yang berhasil mencatatkan triple double. Skor akhir pertandingan yang digelar di PJ Arena pada Senin (8/6/2026) malam WIB ini adalah 93-79 untuk kemenangan Pelita Jaya.

Dengan hasil ini, kedudukan sementara dalam seri semifinal yang menggunakan format best of five ini menjadi imbang 1-1. Dewa United sebelumnya berhasil mempermalukan Pelita Jaya di pertandingan pertama.

Guna membalikkan keadaan, Pelita Jaya tampil agresif sejak awal pertandingan. Mereka menunjukkan pertahanan yang solid dan serangan yang mematikan, sehingga berhasil merepotkan Dewa United. Bahkan, Pelita Jaya sempat unggul hingga 17 poin di pertengahan kuarter pertama.

Duet Jeff Withey dan Vincent Kosasih di paint area menjadi kunci keunggulan Pelita Jaya di awal laga.

Namun, menjelang akhir kuarter pertama, Dewa United berhasil menemukan ritme permainan mereka. Melalui pergerakan Hardianus Lakudu, Dewa United mampu memangkas ketertinggalan. Skor akhir kuarter pertama adalah 26-18 untuk keunggulan Pelita Jaya.

Dominasi Buford

Memasuki kuarter kedua, Dewa United menunjukkan performa yang mengejutkan. Berkat permainan solid dari trio Joshua Ibarra, DJ Cooper, dan Dio Tirta, Dewa United berhasil mengejar dan bahkan berbalik unggul.

Sebuah alley oop dari Dio Tirta membawa Dewa United meraih keunggulan terbesar mereka, yaitu tujuh poin, dengan sisa waktu dua menit 50 detik di kuarter kedua.

Meskipun demikian, Pelita Jaya tidak tinggal diam. Tujuh poin beruntun dari Brandon Jawato di akhir kuarter kedua berhasil memperkecil ketertinggalan. Saat jeda paruh pertama, keunggulan Dewa United hanya terpaut tiga poin, dengan skor 44-41.

Di kuarter ketiga, Pelita Jaya melakukan perbaikan signifikan, terutama dalam sektor pertahanan. Pertahanan rapat yang diterapkan membuat Dewa United kerap melakukan kesalahan dan kesulitan melepaskan tembakan yang efektif.

Sementara itu, serangan Pelita Jaya menjadi sangat mematikan di kuarter ini berkat penampilan impresif dari Perrin Buford dan Jeff Withey. Keduanya berhasil menyumbangkan total 19 poin dari 30 poin yang dicetak Pelita Jaya di kuarter ini, di mana Buford mencetak 11 poin dan Withey menambahkan delapan poin.

Hasilnya, Pelita Jaya berhasil berbalik unggul dan mengakhiri kuarter ketiga dengan keunggulan 13 poin, 71-58.

Pada kuarter terakhir, Pelita Jaya tidak memberikan kesempatan bagi Dewa United untuk bangkit. Setiap kali Dewa United berhasil mendekat, Pelita Jaya selalu mampu merespons dengan baik untuk menjauhkan keunggulan, sebagian besar berkat kontribusi Buford dan Andkara Prastawa.

Buford menjadi bintang kemenangan Pelita Jaya di game kedua semifinal ini dengan mencatatkan triple double, yang terdiri dari 28 poin, 12 rebound, dan 12 assist. Jeff Withey juga tampil impresif dengan mencetak double-double melalui 12 poin dan 10 rebound. Andkara Prastawa menjadi pencetak poin tertinggi di antara pemain lokal Pelita Jaya dengan 14 angka.

Di kubu Dewa United, Troy Gillenwater menjadi pencetak poin terbanyak dengan 23 poin dan tujuh rebound. Namun, performa DJ Cooper sedikit menurun, hanya mampu mencetak 12 poin dari delapan kali percobaan tembakan.