Prediksi Mantan Pemain MU: Prancis Juara Piala Dunia 2026, Bukan Argentina atau Brasil

bola1 Dilihat

DermayuMagz.com – Piala Dunia 2026 semakin dekat dan perdebatan mengenai calon juara mulai memanas. Dengan format baru yang menghadirkan 48 peserta, persaingan diprediksi menjadi lebih ketat dibanding edisi-edisi sebelumnya.

Sejumlah negara besar seperti Argentina, Brasil, Spanyol, Inggris, hingga Prancis datang dengan status unggulan. Kualitas skuad dan kedalaman pemain membuat mereka diperkirakan mampu melaju jauh dalam turnamen yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Di tengah banyaknya prediksi yang bermunculan, mantan striker Manchester United, Louis Saha, turut memberikan pandangannya. Pria yang pernah membawa Prancis menjadi runner-up Piala Dunia 2006 itu memiliki pilihan yang cukup tegas mengenai calon kampiun tahun ini.

Menurut Saha, Timnas Prancis masih menjadi tim yang paling layak difavoritkan untuk mengangkat trofi. Ia melihat kombinasi pengalaman, kualitas individu, dan kepemimpinan Didier Deschamps sebagai modal besar Les Bleus untuk kembali berjaya.

Louis Saha menempatkan Prancis di posisi terdepan dalam daftar kandidat juara Piala Dunia 2026. Bukan semata karena faktor emosional sebagai mantan pemain Les Bleus, tetapi karena kualitas skuad yang dimiliki saat ini.

Menurutnya, Prancis memiliki keseimbangan yang sangat baik di berbagai lini. Pengalaman para pemain senior dipadukan dengan kehadiran generasi muda berbakat yang terus berkembang dalam beberapa musim terakhir.

“Saya menjagokan Prancis sebagai favorit juara Piala Dunia, bukan karena saya orang Prancis, melainkan karena pengalaman yang dimiliki oleh pelatih dan para pemainnya,” kata Saha kepada Sportsmole.

“Skuad saat ini memang bukan tim yang sama seperti ketika kami menjadi juara pada 2018. Namun, saya melihat tim ini terus berkembang, terutama dengan kehadiran peraih Ballon d’Or, Ousmane Dembele, serta Kylian Mbappe yang sedang tampil luar biasa bersama Real Madrid,” ucapnya.

Saha menilai kekuatan Prancis tidak hanya bertumpu pada nama-nama besar seperti Ousmane Dembele dan Kylian Mbappe. Ia melihat munculnya sejumlah pemain muda membuat skuad Didier Deschamps semakin berbahaya.

Pemain seperti Michael Olise, Desire Doue, dan Bradley Barcola disebut memiliki kemampuan untuk menjadi pembeda dalam pertandingan besar. Ketiganya tampil impresif bersama klub masing-masing sepanjang musim 2025/2026.

“Saat ini kami memiliki pemain-pemain sayap yang sangat kuat seperti Michael Olise, Desire Doue, dan Bradley Barcola,” katanya.

“Mereka semua sedang menunjukkan performa yang sangat baik. Dari sisi pertahanan, mungkin dulu kami memiliki lebih banyak pilihan di lini belakang, tetapi kami tetap merupakan tim yang sangat kuat,” tegas Saha.

Sumber: Sportsmole

DermayuMagz.com – Pelita Jaya Jakarta balas mengalahkan Dewa United Banten di game kedua semifinal IBL 2026. Permainan gemilang Perrin Buford yang mencetak triple double membawa Pelita Jaya menang 93-79 di PJ Arena, Senin (8/6/2026) malam WIB.

Hasil ini membuat pertemuan kedua tim imbang 1-1. Dewa United mempermalukan Pelita Jaya di laga pertama. Semifinal IBL 2026 sendiri memakai format best of five. Game ketiga dan keempat akan gantian dimainkan di kandang Dewa United.

Tak ingin mengulangi kesalahan di game pertama, Pelita Jaya kali ini memulai laga dengan baik. Mereka bertahan dan menyerang sama tangguhnya sehingga merepotkan Dewa United. Pelita Jaya sempat unggul sampai 17 poin di pertengahan kuarter pertama.

PJ mematikan baik di paint area lewat duet Jeff Withey dan Vincent Kosasih.

Namun menjelang akhir kuarter pertama, Dewa United mulai menemukan celah. Dewa United pertahanan bisa memangkas jarak setelah masuknya Hardianus Lakudu. Dewa United memperkecil ketertinggalan menjadi 18-26 saat kuarter pertama berakhir.

Situasi berubah drastis di kuarter dua. Dewa United mengamuk. Membaiknya permainan trio Joshua Ibarra, DJ Cooper dan Dio Tirta membuat Dewa United bisa mengejar dan bahkan berbalik unggul pada kuarter dua.

Alley oop Dio Tirta membuat Dewa United meriah keunggulan terbesarnya tujuh poin saat kuarter dua tersisa dua menit 50 detik.

Tujuh poin beruntun Brandon Jawato di akhir kuarter dua membuat Pelita Jaya memangkas jarak. Saat jeda paruh pertama keunggulan Dewa United terpangkas menjadi tiga poin, 44-41.

Memasuki kuarter tiga, Pelita Jaya memperbaiki performa terutama di sektor defense. Rapatnya pertahanan Pelita Jaya membuat Dewa United banyak melakukan kesalahan sendiri dan sulit melepaskan tembakan.

Di sisi lain serangan Pelita Jaya begitu mematikan di kuarter tiga lewat duet Perrin Buford dan Jeff Withey. Keduanya mendulang 19 poin dari total 30 poin PJ di kuarter tiga. Bufford menghasilkan 11 angka, sedangakn Withey delapan.

Pelita Jaya pun berbalik unggul dan menyudahi kuarter tiga dengan keunggulan 13 poin, 71-58.

Di kuarter terakhir Pelita Jaya tak memberi Dewa United momentum untuk bangkit. Setiap Dewa mendekat, PJ selalu punya jawaban untuk menjauh melalui Buford dan Andkara Prastawa.

Buford menjadi bintang kemenangan Pelita Jaya di game kedua semifinal dengan membuat triple double (28 poin, 12 rebound dan 12 assists). Withey juga bermain menawan dengan double-double 12 poin dan 10 rebound. Prastawa menjadi pemain lokal tertinggi dalam urusan poin di PJ dengan 14 angka.

Di kubu Dewa United, Troy Gillenwater memimpin perolehan angka dengan 23 poin dan tujuh rebound. Namun Cooper tampil buruk dengan hanya menghasilkan 12 poin (3 dari delapan tembakan).