DermayuMagz.com – Real Madrid secara resmi mengumumkan pengakhiran kerja sama dengan pelatih tim utama, Alvaro Arbeloa.
Keputusan ini diambil setelah Arbeloa menjabat posisi tersebut selama kurang lebih lima bulan.
Arbeloa mendapatkan kesempatan melatih skuad senior setelah Xabi Alonso meninggalkan posisinya. Ia dipromosikan dari tim Castilla untuk memberikan solusi cepat di tengah musim.
Penunjukan Arbeloa kala itu disambut baik oleh banyak pihak. Pengalamannya sebagai mantan bek Real Madrid diyakini memudahkannya memahami kultur klub.
Namun, perjalanan Arbeloa di kursi kepelatihan tim utama kini telah berakhir.
Klub ibu kota Spanyol itu mengumumkan perpisahan dengan Arbeloa melalui pernyataan resmi.
“Real Madrid C. F. dan Alvaro Arbeloa telah mencapai kesepakatan untuk mengakhiri masa jabatannya sebagai pelatih tim utama,” demikian bunyi pernyataan klub.
Real Madrid menyampaikan apresiasi mendalam kepada Arbeloa atas dedikasi dan profesionalismenya.
“Real Madrid sangat berterima kasih kepada Álvaro Arbeloa, yang sepanjang kariernya di klub, sejak bergabung dengan akademi kami, selalu menunjukkan loyalitas, komitmen, dan profesionalisme. Kepribadiannya adalah contoh nyata dari nilai-nilai klub kami.”
Klub juga menyatakan bahwa Arbeloa akan selalu diterima di Santiago Bernabeu.
“Real Madrid, yang akan selalu menjadi rumahnya, mendoakan yang terbaik untuk Álvaro Arbeloa dan seluruh keluarganya dalam babak baru kehidupan mereka.”
Arbeloa mulai menangani tim utama Real Madrid pada 12 Januari 2026, menggantikan Xabi Alonso yang tidak memenuhi ekspektasi.
Selama lima bulan memimpin tim, Arbeloa tercatat mendampingi skuad dalam 28 pertandingan di berbagai kompetisi.
Dari jumlah tersebut, Arbeloa berhasil mencatatkan 18 kemenangan.
Namun, delapan pertandingan berakhir dengan kekalahan, dan dua sisanya berakhir imbang.
Meskipun persentase kemenangannya cukup baik, hasil di kompetisi utama belum memenuhi target klub.
Real Madrid tersingkir dari Copa del Rey dan Liga Champions di bawah kepelatihannya.
Persaingan di La Liga pun belum membuahkan hasil maksimal, dengan tim finis sebagai runner-up di belakang Barcelona.
Kepergian Arbeloa membuka jalan bagi perubahan baru di Real Madrid.
Laporan mengindikasikan bahwa klub sedang bersiap untuk menunjuk Jose Mourinho sebagai pelatih baru dengan kontrak berdurasi tiga musim.
Di sisi lain, mimpi Timnas Indonesia untuk lolos ke Piala Dunia dalam waktu dekat dinilai oleh pengamat sepak bola, Dhaneswara, sebagai sesuatu yang realistis.
Menurut Dhaneswara, asa tersebut bisa terwujud dalam empat tahun ke depan, asalkan Timnas Indonesia terus mendatangkan pemain diaspora berkualitas untuk dinaturalisasi.
“Kita tahu Indonesia ini kan membentuk tim nasional enggak secara natural kan? Pakai nyari pemain-pemain heritage atau diaspora. (Pada) 2030 kalau kita dapat pemain-pemain cakap, itu kemungkinan ada,” ujar Dhaneswara.
Ia menambahkan bahwa pemain diaspora yang dibutuhkan setidaknya memiliki kualitas setara dengan kapten Timnas Indonesia saat ini, Jay Idzes.
Jay Idzes, yang bermain di Serie A Liga Italia bersama Sassuolo, dianggap sebagai salah satu bek terbaik di kompetisi tersebut.
Selain itu, Dhaneswara juga menyebutkan perlunya pemain dengan kualitas seperti Thom Haye di masa jayanya, yang memiliki visi dan energi tinggi di lini tengah.
“Pemain yang misalnya lebih banyak pemain kayak Jay Idzes gitu, yang kualitasnya setara Jay Idzes misalnya. Atau misalkan yang jago lagi mungkin sekelas Thom Haye gitu, walaupun sekarang main di Persib, tapi dia primenya gelandang jago gitu lho,” jelasnya.
Namun, Dhaneswara juga menyoroti keberlanjutan program naturalisasi yang bergantung pada kepengurusan PSSI selanjutnya, mengingat masa bakti Ketua Umum PSSI Erick Thohir akan berakhir pada 2027.
Ia menyarankan bahwa Timnas Indonesia juga dapat mengandalkan pembinaan usia dini yang dinilainya mulai menunjukkan perbaikan.
Hal ini terbukti dengan munculnya pemain-pemain lokal berkualitas seperti Rizky Ridho, Beckham Putra, dan Dony Tri Pamungkas.
“Nah, ini masalahnya adalah proyek diaspora ini bakal diterusin apa enggak, mengingat 2027 mungkin ada suksesi kepemimpinan di PSSI kan? Nah itu yang harus kita lihat,” kata Dhanes.
“Kalau mau dengan cara natural kayak gitu, menghasilkan Rizky Ridho, Dony Tri Pamungkas, sama Beckham-Beckham lain, rasanya masih butuh waktu untuk ke Piala Dunia,” tutupnya.






