Ruangrima Meluncurkan “Satusama”, Merayakan Pertemuan Sederhana yang Penuh Makna

showbiz3 Dilihat

DermayuMagz.com – Ruangrima, sebuah proyek musik indie rock/alternative dari Bogor-Jakarta, kembali merilis karya terbarunya. Single terbaru yang diberi judul “Satusama” ini telah resmi dirilis dan siap menyapa para penikmat musik di tanah air.

Lagu “Satusama” mengusung perpaduan genre shoegaze-dreampop dengan sentuhan alternative rock. Liriknya bercerita tentang sebuah pertemuan yang terjadi secara sederhana, tanpa perlu banyak kata-kata yang diucapkan.

Melalui single ini, Ruangrima menegaskan kembali identitas musikalitas mereka yang unik. Mereka memadukan nuansa melankolis yang megah dan romantis dengan energi modern yang kuat.

“Ada pertemuan yang rasanya tenang banget, sampai kata-kata jadi nggak terlalu penting. ‘Satusama’ lahir dari kesederhanaan perasaan itu,” ujar Rizky Fauzy, penggagas proyek Ruangrima, dalam keterangan pers yang diterima Liputan6.com.

Lagu ini merupakan refleksi dari sebuah pertemuan yang terasa sederhana namun meninggalkan kesan mendalam. “Satusama” menggambarkan momen ketika dua individu menemukan kesamaan ruang di tengah keramaian hidup.

Cerita dalam lagu ini bukanlah tentang kisah cinta yang megah atau dramatis. Lebih dari itu, lagu ini menangkap rasa keakraban yang tumbuh perlahan, seolah-olah telah mengenal satu sama lain bahkan sebelum percakapan dimulai.

Menariknya, “Satusama” ternyata telah ditulis hampir sepuluh tahun yang lalu. Lagu ini sempat tersimpan lama sebelum akhirnya menemukan bentuk dan waktu yang tepat untuk dirilis.

Proses penantian yang panjang ini justru membuat lagu tersebut terasa semakin personal. Ibarat membuka kembali fragmen perasaan yang ternyata masih hidup hingga kini.

Secara musikal, “Satusama” dibangun dengan progresi chord yang sangat sederhana. Liriknya pun dibuat minimalis, memberikan ruang yang luas bagi atmosfer dan emosi untuk berbicara sendiri.

Nuansa shoegaze-dreampop dan alternative rock tetap terasa kental. Hal ini dihadirkan melalui lapisan gitar, vokal yang melayang, serta dinamika yang perlahan membangun kedalaman emosional.

Kesederhanaan dalam lagu ini justru menjadi inti dari keseluruhan karya. Lagu ini terasa jujur, sunyi, dan sangat dekat dengan pendengarnya.

Baca juga : Tiga Kendala Utama Jose Mourinho di Real Madrid yang Harus Segera Diatasi

Melalui “Satusama”, Ruangrima ingin menawarkan pengalaman mendengarkan yang terasa intim namun tetap megah secara atmosfer.

Lagu ini tidak hanya sekadar untuk didengarkan, tetapi juga untuk dirasakan dan menemani momen-momen hening para pendengarnya.

“Satusama” merupakan single kedua Ruangrima di tahun ini. Sebelumnya, mereka telah merilis single berjudul “Hujan, Kemana Saja Kau?” pada Januari lalu.

Rilisan ini juga menjadi penanda arah menuju EP terbaru Ruangrima yang dijadwalkan akan rilis pada paruh kedua tahun 2026.

Melalui rangkaian rilisan ini, Ruangrima berupaya membangun perkenalan yang kuat kepada para pecinta musik independen di tanah air.

Mereka ingin menyajikan bukan hanya sekumpulan lagu, melainkan kumpulan perasaan, atmosfer, dan momen yang saling terhubung.

Dalam hal inspirasi musikal, Ruangrima banyak terpengaruh oleh berbagai nama besar dalam skena musik alternatif dan indie, baik dari kancah global maupun lokal.

Beberapa nama yang menjadi influence mereka antara lain Cocteau Twins, The Cure, The Jesus and Mary Chain, serta musisi lokal seperti rumahsakit dan Pure Saturday.

Liputan6.com, Jakarta – Aktor Fedi Nuril akhirnya angkat bicara setelah ibundanya, Gusmawati Nuril, meninggal dunia pada Selasa, 19 Mei 2026, pukul 15.53 WIB. Jenazah Gusmawati Nuril dikebumikan di TPU Karet Bivak, Jakarta, pada Rabu, 20 Mei 2026, sekitar pukul 11.00 WIB.

Bintang film “Ayat-Ayat Cinta” dan “Surga Yang Tak Dirindukan” ini mengunggah sebuah foto saat dirinya tengah bersujud di hadapan ibundanya, momen tersebut diambil pada hari pernikahannya.

Fedi Nuril juga menyertakan foto kedua orang tuanya. Dalam keterangan unggahannya, ia mengungkapkan rasa syukurnya atas kehadiran sosok ibu yang hebat dan kuat dalam hidupnya. Gusmawati Nuril dikaruniai tiga orang putra. Sang suami telah berpulang 33 tahun lalu.

Meski demikian, Gusmawati Nuril tak pernah lelah berjuang demi memastikan ketiga anaknya tumbuh dalam limpahan kasih sayang. Bagi Fedi Nuril, kasih seorang ibu adalah sumber kekuatan dan segalanya.

“Ya Allah, terima kasih sudah menitipkan kami kepada seorang Mama yang hebat dan kuat. Mama yang tetap tersenyum di tengah lelah membesarkan tiga anak laki-laki yang kelakuannya suka gak jelas, yang diam-diam tetap menyimpan banyak doa untuk kami,” tulis Fedi Nuril di akun Instagramnya yang telah terverifikasi.

Ia melanjutkan, “Setelah Papa meninggal 33 tahun yang lalu, kami merasa Mama akan selalu ada, padahal waktu terus berjalan diam-diam. Ketika raganya sudah tidak bersama kami, rasanya ingin memeluknya lebih lama dan berkata: terima kasih sudah sekuat itu untuk kami.”

Sebagai seorang anak, Fedi Nuril menyadari bahwa dirinya masih memiliki banyak kekurangan. Ia mengakui mungkin pernah berucap atau berbuat sesuatu yang tidak disengaja menyakiti hati ibundanya.

Fedi Nuril juga mengungkapkan rasa rindunya kepada sang ayah yang telah lama berpulang.

“Ya Allah, ampuni kami jika selama ini masih kurang lembut kepada Mama. Masih sering membantah, melukai hatinya atau belum mampu membalas semua kasih sayangnya,” tulis Fedi Nuril.

Ia menambahkan, “Mohon sampaikan rindu kami untuk Papa dan Mama yang sudah bersatu kembali.”

Sebelumnya, setelah mengantar jenazah ibundanya ke tempat peristirahatan terakhir, Fedi Nuril mengaku masih dalam keadaan syok dan berduka. Ia memilih untuk tidak memberikan pernyataan kepada awak media dan hanya ingin segera pulang untuk menenangkan diri.

Kini, Fedi Nuril telah menyampaikan pernyataan sikapnya. Sejumlah rekan selebritas pun turut memberikan ucapan belasungkawa dan doa untuk Fedi Nuril beserta keluarganya.

“Innalilahi wa innailaihi rojiuun, semoga almarhumah husnul khotimah. Turut berdukacita Fedi dan keluarga,” tulis Titi Kamal di kolom komentar unggahan Fedi Nuril.

“Innalilahi wa’innailahi rojiuun. Turut berduka cita sedalam dalamnya. Al Fatihah,” timpal Raline Shah.