DermayuMagz.com – Sinetron “Jejak Duka Diandra” kembali menghadirkan episode yang menegangkan pada Selasa, 19 Mei, pukul 21.30 WIB di SCTV.
Episode kali ini akan fokus pada perjuangan Dimitri yang panik setelah menerima pesan suara dari istrinya, Diandra. Pesan tersebut berisi teriakan minta tolong yang mengindikasikan Diandra berada dalam bahaya.
Dimitri, yang sebelumnya tengah mengendarai mobil dengan cemas, segera menghentikan laju kendaraannya begitu menerima pesan suara tersebut. Rasa lega karena akhirnya mendapatkan kabar dari Diandra seketika berubah menjadi ketakutan yang mendalam.
Suara teriakan Diandra yang penuh kepanikan membuat jantung Dimitri berdegup kencang. Ia membayangkan hal terburuk mungkin telah menimpa istrinya.
Tak lama setelah itu, sebuah lokasi terkirim ke ponsel Dimitri. Ia langsung menyadari bahwa ini adalah petunjuk penting mengenai keberadaan Diandra.
Tanpa membuang waktu, Dimitri segera bergegas menuju lokasi yang diberikan, dibekali dengan campuran rasa takut dan kecemasan yang luar biasa.
Di sisi lain, karakter Jupiter juga menghadapi situasi yang memalukan. Ia dipaksa untuk memenuhi permintaan Melissa, yang mengharuskannya meminta maaf di hadapan publik.
Jupiter terlihat menahan kesal dan malu, sementara Melissa tampak puas melihatnya tunduk pada keinginannya. Namun, penderitaan Jupiter belum berakhir.
Melissa kembali mengajukan syarat kedua yang membuat Jupiter semakin geram. Ia diminta untuk menyanyikan lagu “Potong Bebek Angsa” sambil menari di pinggir lampu merah.
Permintaan ini tentu saja mengejutkan dan memicu kemarahan Jupiter. Ia merasa harga dirinya dipermainkan, namun terpaksa menuruti karena tidak memiliki banyak pilihan.
Sementara itu, nasib Dimitri ternyata jauh lebih mengerikan. Ia terjebak di dasar sebuah sumur yang gelap dan sempit.
Meskipun diliputi rasa marah dan frustrasi, Dimitri berusaha menguatkan diri. Ia menolak untuk menyerah begitu saja.
Pikiran tentang Diandra yang belum ditemukan dan kondisinya yang tidak diketahui memberinya kekuatan untuk terus berjuang demi bertahan hidup.
Situasi di dalam sumur semakin mencekam ketika air mulai perlahan memenuhi dasar sumur. Dimitri tersentak panik melihat ketinggian air yang terus naik.
Dalam kondisi terdesak, Dimitri terpaksa berenang untuk menjaga tubuhnya tetap mengapung. Tenaganya terkuras habis, namun ia terus berjuang melawan rasa lelah.
Ia hanya bisa berharap ada seseorang yang datang menolongnya sebelum keadaan menjadi terlambat.
Saksikan kelanjutan kisah menegangkan ini dalam sinetron “Jejak Duka Diandra” episode Selasa, 19 Mei, pukul 21.30 WIB, hanya di SCTV.
DermayuMagz.com – Para penggemar BTS baru-baru ini menyuarakan kekecewaan mereka terkait lonjakan harga penginapan di Busan, Korea Selatan, menjelang konser yang akan digelar grup idola tersebut. Kenaikan tarif yang drastis ini menimbulkan ketidakpuasan di kalangan penggemar.
BTS dijadwalkan akan mengadakan konser di Busan pada tanggal 12 dan 13 Juni. Acara ini merupakan bagian dari tur dunia mereka yang bertajuk ‘ARIRANG’.
Para penggemar mengungkapkan kekesalan mereka di berbagai forum daring. Mereka melaporkan bahwa harga kamar hotel dan motel mengalami kenaikan yang signifikan, bahkan ada yang mencapai lima kali lipat dari harga normal.
Salah satu contoh yang beredar menyebutkan bahwa sebuah kamar yang biasanya dihargai sekitar 60.000 won per malam, kini ditawarkan seharga 760.000 won selama periode konser berlangsung.
Fenomena ini memicu kemarahan di kalangan penggemar, yang merasa bahwa pihak penginapan sengaja memanfaatkan momen konser untuk meraup keuntungan berlebihan.
Baca juga : Sigra dan Gran Max Andalan Daihatsu, Ini Buktinya
Jadwal konser yang bertepatan dengan hari debut BTS pada 13 Juni diperkirakan akan menarik banyak penggemar, baik dari dalam maupun luar negeri, untuk mengunjungi Busan.
Pemerintah Metropolitan Busan sendiri telah mempersiapkan berbagai acara pendukung untuk menyambut konser tersebut.
Menanggapi keluhan ini, pihak berwenang telah mengambil tindakan. Komisi Perdagangan Adil Korea dan Badan Konsumen Korea melakukan pemeriksaan terhadap 135 hotel dan motel di Busan.
Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa tarif kamar selama pekan konser rata-rata meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan dengan akhir pekan sebelum dan sesudah acara.
Tarif motel mengalami kenaikan lebih dari tiga kali lipat dari harga normal. Sementara itu, tarif hotel juga melonjak hampir tiga kali lipat.
Beberapa penginapan dilaporkan menetapkan harga lebih dari lima kali lipat dari harga normal. Contohnya, kamar yang biasanya berharga 100.000 won bisa melonjak hingga 750.000 won, dan kamar senilai 300.000 won bisa mencapai 1,8 juta won.
DermayuMagz.com – Akibat lonjakan harga penginapan yang tidak wajar, sebagian penggemar BTS mulai mempertimbangkan opsi lain untuk menghadiri konser di Busan.
Beberapa di antara mereka bahkan mempertimbangkan untuk melakukan perjalanan pulang-pergi tanpa menginap di Busan.
Ada pula yang menyatakan niat untuk memboikot pengeluaran di kota tersebut sepenuhnya sebagai bentuk protes.
Muncul laporan bahwa sejumlah penginapan membatalkan reservasi yang sudah dibuat oleh penggemar sebelum pengumuman konser.
Para penggemar menuduh operator penginapan menggunakan alasan seperti kelebihan pemesanan (overbooking) atau renovasi untuk menjual kembali kamar dengan harga yang jauh lebih tinggi.
Seorang penggemar mengungkapkan kekecewaannya, “Saya sudah memesan kamar beberapa bulan lalu, tetapi mereka membatalkannya dengan alasan overbooking atau renovasi, lalu menjualnya lagi dengan harga lebih mahal.”
Komentar di media sosial pun menunjukkan kemarahan yang meluas. Beberapa penggemar menyatakan, “Saya tidak akan menghabiskan satu won pun di Busan.”
Ada pula yang berkomentar, “Saya bahkan akan membeli air minum di Seoul lalu membawanya,” dan “Nol pengeluaran di Busan!”
Untuk mengatasi praktik kenaikan harga yang berlebihan ini, pemerintah kota Busan telah meluncurkan inspeksi gabungan.
Fokus inspeksi adalah untuk menindak kemungkinan pelanggaran terhadap Undang-Undang Pengendalian Sanitasi Publik.
Undang-undang ini mengatur standar-standar yang harus dipenuhi oleh fasilitas akomodasi.
Pejabat kota juga telah mengeluarkan peringatan kepada para pelaku usaha. Mereka diingatkan untuk tidak menaikkan tarif secara berlebihan.
Pemerintah kota berencana untuk melakukan inspeksi khusus terhadap penginapan yang menerima banyak keluhan dari pengunjung.






