Sertu Suharto Amankan Tradisi Mapag Sri dan Sedekah Bumi

Indramayu4 Dilihat

DermayuMagz.com – Pelestarian budaya dan kearifan lokal terus menjadi perhatian serius bagi aparat kewilayahan dalam rangka menjaga identitas bangsa.

Pada Sabtu (21/06/2026), Sertu Suharto, seorang Babinsa Koramil 05/Anjatan, Kodim 0616/Indramayu, menunjukkan dedikasinya dengan turut serta mengamankan pelaksanaan dua tradisi sakral masyarakat Desa Cipedang, Kecamatan Anjatan, Kabupaten Indramayu.

Kedua tradisi tersebut adalah Mapag Sri dan Sedekah Bumi, yang merupakan warisan leluhur dan memiliki makna mendalam bagi masyarakat agraris setempat. Kehadiran Sertu Suharto tidak hanya sebagai pengaman, tetapi juga sebagai bentuk dukungan moril dan apresiasi terhadap nilai-nilai budaya yang masih lestari.

Mapag Sri, secara harfiah berarti ‘menjemput padi’, adalah sebuah ritual adat yang dilakukan sebagai ungkapan rasa syukur atas panen yang melimpah. Tradisi ini biasanya ditandai dengan arak-arakan hasil bumi dan berbagai sesaji yang diarak keliling desa, diiringi dengan doa-doa memohon keberkahan.

Sementara itu, Sedekah Bumi merupakan bentuk persembahan rasa terima kasih kepada Sang Pencipta atas rezeki yang telah diberikan melalui hasil bumi. Ritual ini juga menjadi momen penting untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga dan mendoakan keselamatan serta kesejahteraan bersama.

Sertu Suharto menegaskan bahwa perannya dalam pengamanan tradisi ini adalah wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Ia meyakini bahwa budaya adalah pondasi penting bagi keutuhan bangsa dan negara.

“Kita wajib menjaga dan melestarikan nilai-nilai luhur seperti Mapag Sri dan Sedekah Bumi ini. Ini adalah warisan berharga yang harus kita sampaikan kepada generasi penerus agar tidak punah ditelan zaman,” ujar Sertu Suharto.

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara aparat keamanan dengan masyarakat. Dengan hadir di tengah-tengah masyarakat dalam kegiatan seperti ini, rasa percaya dan kedekatan dapat terus terjalin.

Lebih lanjut, Sertu Suharto memaparkan bahwa pengamanan yang dilakukannya meliputi pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi acara dan memastikan jalannya ritual berjalan tertib dan lancar tanpa gangguan. Hal ini penting agar masyarakat dapat melaksanakan tradisi mereka dengan khidmat dan penuh kekhusyukan.

Kepala Desa Cipedang, dalam kesempatan terpisah, menyampaikan apresiasinya atas kehadiran dan dukungan Sertu Suharto. Ia mengakui bahwa kehadiran aparat kewilayahan sangat membantu dalam kelancaran pelaksanaan kedua tradisi tersebut.

“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Babinsa yang telah berkenan hadir dan membantu mengamankan acara Mapag Sri dan Sedekah Bumi. Dukungan seperti ini sangat berarti bagi kami,” tuturnya.

Tradisi Mapag Sri dan Sedekah Bumi di Desa Cipedang tidak hanya sekadar ritual seremonial, melainkan juga mengandung nilai-nilai filosofis yang mendalam. Mapag Sri mengajarkan pentingnya menghargai proses pertanian, mulai dari penanaman hingga panen, dan rasa syukur atas hasil yang diperoleh.

Sementara itu, Sedekah Bumi mengingatkan masyarakat akan ketergantungan mereka pada alam dan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem. Ritual ini juga mengajarkan nilai kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian sosial melalui pembagian hasil bumi kepada sesama.

Dalam konteks yang lebih luas, pelestarian tradisi seperti ini memiliki dampak positif terhadap sektor pariwisata dan ekonomi lokal. Keunikan budaya yang ditawarkan dapat menarik wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, yang pada gilirannya akan meningkatkan pendapatan masyarakat setempat.

Sertu Suharto berharap agar tradisi Mapag Sri dan Sedekah Bumi akan terus diwariskan dan dilestarikan oleh generasi muda di Desa Cipedang. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut berperan aktif dalam menjaga dan mengembangkan kekayaan budaya yang dimiliki.

Komitmen aparat kewilayahan seperti Sertu Suharto dalam menjaga kearifan lokal ini menjadi contoh inspiratif bagaimana peran TNI tidak hanya terbatas pada pertahanan negara, tetapi juga turut serta dalam menjaga keharmonisan sosial dan melestarikan warisan budaya bangsa.

Dengan adanya dukungan dan partisipasi aktif dari aparat, diharapkan tradisi-tradisi luhur ini akan terus hidup dan berkembang, menjadi identitas kuat yang membanggakan bagi masyarakat Indonesia.