Sheila On 7 Kembali Manggung di Malang Setelah Tujuh Tahun

Gaya Hidup7 Dilihat

DermayuMagz.com – Kabar gembira bagi para penggemar musik di Malang, khususnya para Sheila Gank. Setelah penantian panjang selama tujuh tahun, grup musik legendaris Sheila On 7 dipastikan akan kembali menghentak panggung di kota tersebut.

Kehadiran Sheila On 7 ini merupakan bagian dari perhelatan musik berskala besar bertajuk POLIPONI Si Paling Konser, yang dijadwalkan akan digelar pada tanggal 20 Juni 2026 di Lapangan Rampal, Malang.

Konser ini dirancang bukan sekadar pertunjukan biasa, melainkan sebuah wadah pertemuan lintas generasi dan berbagai genre musik. Penyelenggara menjanjikan pengalaman pertunjukan yang megah dan imersif bagi seluruh penikmat musik di tanah air.

Nama “Poliponi” sendiri memiliki makna mendalam, yaitu “banyak suara dalam satu harmoni”. Makna ini merepresentasikan semangat keberagaman musikal yang akan bersatu dalam satu panggung kolaboratif.

Lebih dari sekadar menampilkan musisi papan atas, konser ini juga bertujuan untuk merayakan dinamika komunitas, kreativitas, serta energi khas Malang sebagai kota pendidikan dan budaya.

Dengan memilih Lapangan Rampal sebagai lokasi, konser ini akan mengusung konsep outdoor yang mengedepankan tata panggung yang megah. Kualitas tata suara yang premium dan kurasi line-up yang kuat secara emosional dan musikal menjadi prioritas penyelenggara.

Tujuannya adalah memberikan pengalaman apresiasi musik yang optimal bagi setiap penonton yang hadir.

Erwin Wibowo, Co-Founder Letralive, selaku penyelenggara, memberikan jaminan mengenai kesiapan teknis konser ini. Ia menegaskan bahwa konser musik skala besar di Malang ini akan dirancang untuk memuaskan seluruh pecinta musik, terutama yang ada di Malang.

“Kami akan memastikan peralatan pendukung konser Poliponi ini memuaskan para penggemar musik di Malang. Sistem, pencahayaan, dan stage rig dioptimalkan untuk memberikan pengalaman suara terbaik bagi penonton,” ujar Erwin pada Selasa (24/2/2026).

Sejumlah musisi nasional ternama telah dikonfirmasi akan turut memeriahkan panggung POLIPONI. Di antaranya adalah Barasuara, Fiersa Besari, dan Coldiac.

Namun, kehadiran Sheila On 7 yang digadang-gadang menjadi penampil utama menjadi daya tarik tersendiri. Terakhir kali band asal Yogyakarta ini tampil di Malang adalah sekitar tujuh tahun yang lalu.

Diharapkan, penampilan mereka kali ini dapat mengobati kerinduan para penggemar di Malang dan sekitarnya, yang akrab disapa Sheila Gank.

Barasuara, misalnya, dikabarkan akan membawakan lagu “Terbuang Dalam Waktu”, yang dikenal luas sebagai original soundtrack film “Sore” dan sempat viral di berbagai kota besar di Indonesia.

Sementara itu, Fiersa Besari akan kembali menyemarakkan panggung musik dengan lagu-lagunya yang mungkin sudah lama tidak terdengar setelah sang musisi sempat mengambil jeda.

Sebagai band kebanggaan asal Malang, Coldiac juga turut ambil bagian dalam perayaan musik ini, berbagi panggung dengan musisi lainnya untuk menghibur warga Malang dan sekitarnya.

Pihak panitia juga memastikan bahwa masih akan ada kejutan dengan pengumuman penampil besar lainnya dalam waktu dekat. Hal ini menambah daftar panjang antisipasi terhadap gelaran POLIPONI.

“Kehadiran para musisi ini mencerminkan semangat polifoni, yakni beragam warna, energi, dan pendekatan musikal yang menyatu dalam satu panggung harmoni,” ungkap salah satu perwakilan panitia.

Dari sisi konsep, Creative Director Poliponi, Ari Wulu, menyebutkan bahwa konser ini akan hadir dengan konsep yang segar dan inovatif.

“Penonton Poliponi akan menyaksikan konser dengan tata suara yang tepat serta pertunjukan visual cahaya yang menyatu dengan musik yang dibawakan para penampil,” jelas Ari.

Pemilihan Malang sebagai lokasi penyelenggaraan konser ini dinilai sangat strategis. Kota ini dikenal memiliki basis penikmat musik yang solid dan militan.

Selain itu, Malang juga memiliki sejarah panjang dalam melahirkan dan merawat ekosistem kreatif yang progresif, menjadikannya tempat yang ideal untuk gelaran musik.

“Poliponi harapannya menjadi momentum penting bagi pergerakan industri pertunjukan musik di Jawa Timur pada pertengahan 2026,” tegasnya, menunjukkan ambisi besar dari penyelenggaraan ini.

Radita Kus Hartono, Operational Director Poliponi, menambahkan bahwa Malang juga merupakan destinasi wisata yang menarik dengan beragam atraksi alam dan kuliner.

Keberadaan atraksi tersebut sangat diminati oleh kalangan anak muda dan masyarakat luas, sehingga kehadiran Poliponi diharapkan dapat memberikan stimulasi positif bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Malang.

“Malang memiliki potensi wisata yang besar dan berdampingan dengan kota-kota wisata lain di Indonesia seperti Jogja, Bali, dan Bandung. Banyaknya mahasiswa dan pelajar membuka peluang pengembangan ekonomi berbasis kreatif. Harapan kami, Poliponi dapat menjadi salah satu pendorong peningkatan ekonomi tersebut,” tutur Hartono.

Sementara itu, Adam Subarkah, personel sekaligus manajer Sheila On 7, mengungkapkan rasa rindu yang sama untuk tampil di Malang. Ia mengaku bahwa seluruh personel band juga merindukan atmosfer konser di kota tersebut.

“Mungkin Sheila lebih kangen karena ini menjadi kali pertama lagi kita kembali ke Malang setelah pandemi,” kata Adam, merujuk pada jeda waktu yang cukup lama sejak penampilan terakhir mereka sebelum masa pandemi COVID-19.

Malang selalu menjadi kota yang dirindukan oleh Sheila On 7. Dengan target penonton sebanyak 20 ribu orang, Adam berharap konser ini dapat menjadi momen yang tepat untuk melepas rindu bersama para penggemar.

Baca juga di sini: Reza Rahadian Memerankan "Laut Bercerita", Kembangkan Karakter Winatra Lewat Percakapan Santai

“Ya kami ingin bertemu teman-teman di Malang. Kami ingin mewujudkan ini. Malang menyenangkan dan alhamdulilah akhirnya kita bisa hadir kembali ke sini,” ucapnya, menunjukkan antusiasme yang tinggi untuk kembali menghibur penggemar di Malang.