DermayuMagz.com – PT Bank Raya Indonesia Tbk merespons kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) menjadi 5,50 persen dengan menyiapkan strategi penguatan komposisi dana murah (CASA) melalui lini digital saving.
Langkah ini diambil sebagai antisipasi terhadap perubahan dinamika pasar keuangan dan untuk menjaga performa kinerja bisnis perbankan.
Direktur Bisnis Bank Raya, Kicky Andrie Davetra, menekankan pentingnya penguatan CASA sebagai modal utama dalam menyikapi perkembangan suku bunga ke depan.
Ia menambahkan bahwa struktur pendanaan Bank Raya hingga kuartal I-2026 menunjukkan tren positif, terutama dalam pertumbuhan CASA.
Kondisi ini memberikan ruang bagi Bank Raya untuk menjaga efisiensi biaya dana (cost of fund) dan memperkuat daya saing di pasar.
Bank Raya secara konsisten mengembangkan inovasi produk yang berorientasi pada peningkatan dana murah.
Fokus utama perusahaan adalah penguatan layanan digital saving sebagai motor penggerak utama dalam penghimpunan dana nasabah.
Melalui produk digital saving, Bank Raya berupaya agar pertumbuhan simpanan tidak lagi bergantung pada penempatan dana mahal seperti deposito.
Strategi ini dijalankan melalui akuisisi nasabah baru serta peningkatan aktivitas transaksi menggunakan aplikasi Bank Raya.
Aplikasi Bank Raya kini telah dilengkapi dengan fitur finansial personal dan bisnis untuk mendukung kebutuhan nasabah.
Alasan Bank Indonesia Naikkan Suku Bunga
Kenaikan BI Rate menjadi 5,50 persen diputuskan dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Mingguan Bank Indonesia pada Selasa, 9 Juni 2026.
Selain BI Rate, suku bunga Deposit Facility juga naik menjadi 4,50 persen, dan suku bunga Lending Facility berada di angka 6,25 persen.
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menyatakan bahwa kenaikan ini bertujuan untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah.
Langkah ini juga merupakan upaya pre-emptive untuk menjaga inflasi agar tetap berada dalam sasaran target 2,5±1% untuk tahun 2026 dan 2027.
Selain itu, kebijakan ini juga diharapkan dapat meningkatkan daya tarik masuknya aliran investasi portofolio asing ke Indonesia.






