Survei Seismik Selat Makassar oleh Pertamina Hulu Energi Rampung Lebih Cepat

Bisnis2 Dilihat

DermayuMagz.com – Upaya Indonesia dalam memperkuat ketahanan energi nasional melalui eksplorasi minyak dan gas bumi (migas) mencatatkan progres signifikan. PT Pertamina Hulu Energi (PHE) baru saja menuntaskan Survei Seismik 3D di wilayah lepas pantai Kandawulo, Selat Makassar, dengan capaian waktu yang melampaui target awal.

Proyek strategis ini berhasil diselesaikan hanya dalam kurun waktu 43 hari. Angka ini menunjukkan efisiensi yang luar biasa, mengingat target durasi awal yang ditetapkan adalah 85 hari. Percepatan ini mencerminkan komitmen PHE dalam mengoptimalkan setiap tahapan eksplorasi demi menemukan cadangan migas baru di wilayah Indonesia Timur.

Kolaborasi dan Efisiensi Operasional

Pelaksanaan survei seismik 3D Kandawulo merupakan bagian krusial dari Komitmen Kerja Pasti (KKP) PHE Jambi Merang di wilayah terbuka. Dalam operasionalnya, PHE melibatkan anak usahanya, PT Elnusa Tbk, yang menjalin kemitraan strategis dengan China Oilfield Services Limited (COSL).

Ahmad Najihal Amal, selaku VP Exploration Technical Excellence & Coordination PHE sekaligus Kepala Teknik Proyek Survei Seismik 3D Kandawulo, menekankan bahwa kesuksesan ini diraih melalui penerapan prinsip OTOBOSOR. Prinsip tersebut mencakup aspek on time (tepat waktu), on budget (sesuai anggaran), on schedule (sesuai jadwal), dan on return (memberikan hasil optimal).

“Survei 3D Kandawulo seluas 2.500 kilometer persegi dapat diselesaikan dalam waktu 43 hari dari target 85 hari, atau lebih cepat 42 hari berkat kerja sama dan kolaborasi seluruh fungsi yang terlibat,” ungkap Ahmad Najihal Amal dalam keterangan resminya, Rabu (29/7/2026).

Teknologi Mutakhir di Selat Makassar

Keberhasilan proyek ini tidak lepas dari penggunaan teknologi seismik terkini. Tim lapangan menggunakan metode akuisisi 3D Marine Streamer Broadband. Teknologi ini dipilih karena kemampuannya dalam menghasilkan pencitraan geometri bawah permukaan yang lebih akurat dan detail, terutama untuk menjangkau target eksplorasi pada kedalaman yang signifikan.

Selat Makassar sendiri dikenal memiliki karakteristik geologi yang menyimpan potensi sumber daya migas menjanjikan. Namun, wilayah ini memerlukan pemetaan yang mendalam sebelum dapat dikembangkan lebih lanjut. Data seismik 3D yang telah terkumpul akan menjadi basis krusial bagi PHE untuk menentukan langkah eksplorasi berikutnya dengan risiko yang lebih terukur.

Sinergi Pemangku Kepentingan dan Keselamatan Kerja

Selain aspek teknis, kelancaran proyek ini ditopang oleh koordinasi intensif dengan berbagai pemangku kepentingan di Sulawesi Barat. PHE memastikan sinergi yang solid dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, Pemerintah Kabupaten Mamuju, serta otoritas keamanan setempat, termasuk Kodaeral VI Makassar dan Lanal Mamuju.

PHE juga mencatat prestasi membanggakan dalam aspek keselamatan kerja. Proyek survei seismik di area lepas pantai yang memiliki tingkat kerumitan tinggi ini berhasil diselesaikan dengan catatan zero accident atau tanpa kecelakaan kerja. Hal ini menjadi bukti bahwa efisiensi waktu tidak mengorbankan standar keselamatan operasional yang ketat.

Masa Depan Eksplorasi Migas Nasional

Apresiasi atas capaian ini datang dari berbagai pihak, termasuk SKK Migas. Aldy Amir, Kepala Divisi Prospektivitas & Manajemen Data SKK Migas, menyoroti kualitas data hasil akuisisi yang sangat baik. Ia menegaskan bahwa proyek ini merupakan tonggak penting dalam program New Venture PHE di wilayah Indonesia Timur.

Hasil dari survei ini diharapkan mampu membuka peluang baru bagi ditemukannya blok-blok eksplorasi migas yang potensial. Bagi PHE, kegiatan eksplorasi adalah upaya berkelanjutan yang harus terus dilakukan untuk menjaga ketersediaan energi nasional. Dengan selesainya survei ini, Indonesia selangkah lebih dekat dalam memetakan potensi kekayaan bawah laut di Selat Makassar sebagai aset energi masa depan.