Target Produksi Grasberg Pulih Penuh 2028

Bisnis3 Dilihat

DermayuMagz.com – PT Freeport Indonesia (PTFI) menargetkan produksi tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) akan kembali pulih 100% pada tahun 2028. Target ini ditetapkan setelah perusahaan mengalami insiden longsor di area tersebut pada September 2025.

Meskipun produksi masih dalam tahap pemulihan, PTFI memastikan bahwa kontribusi ekonomi kepada Kabupaten Mimika tidak akan terganggu. Bahkan, kontribusi tersebut diproyeksikan akan terus meningkat dalam beberapa tahun mendatang.

Presiden Direktur Freeport Indonesia, Tony Wenas, menyatakan bahwa proses pemulihan produksi tambang bawah tanah Grasberg berjalan sesuai dengan rencana yang telah disusun. Perusahaan menargetkan kapasitas produksi dapat kembali normal sepenuhnya pada awal tahun 2028.

“Sampai dengan akhir semester II tahun depan (2027), itu (kapasitas produksi) akan menuju ke 100 persen. Dan (kapasitas produksi) 100 persennya akan dimulai di satu hari setelah akhir tahun,” ujar Tony Wenas dikutip dari Antara, Kamis (18/6/2026).

Pasca insiden longsor yang terjadi pada 8 September 2025 di area Grasberg Block Cave (GBC), kapasitas produksi tambang pada semester I tahun 2026 berada di kisaran 50% dari kondisi normal.

Dengan berjalannya proses pemulihan, kapasitas produksi diperkirakan akan meningkat menjadi 65% pada semester II tahun 2026. Selanjutnya, pada semester I tahun 2027, tingkat produksi ditargetkan mencapai 75%, sebelum akhirnya kembali normal pada semester II tahun 2027 dan beroperasi penuh mulai awal tahun 2028.

Meskipun produksi belum sepenuhnya pulih, Freeport menunjukkan optimisme tinggi terkait kemampuan perusahaan untuk mempertahankan kontribusinya kepada Kabupaten Mimika pada level yang signifikan.

“Walaupun dalam keadaan (produksi) 50 persen dan 65 persen di semester II, kami masih akan bisa berkontribusi sekitar Rp 4 triliun,” ungkap Tony Wenas di hadapan Bupati Mimika, Johannes Rettob.

Menurut Tony, proyeksi kontribusi tersebut didasarkan pada asumsi harga tembaga yang berada di atas US$ 6 per pon dan harga emas sekitar US$ 4.500 per ons.

Kontribusi Freeport ke Mimika

Seiring dengan peningkatan kapasitas produksi tambang, kontribusi PT Freeport Indonesia kepada Kabupaten Mimika diperkirakan akan terus bertambah. Peningkatan ini diharapkan terjadi dalam beberapa tahun ke depan.

Tony Wenas memprediksi bahwa kontribusi perusahaan berpotensi mencapai Rp 5 triliun pada tahun 2027. Angka ini diproyeksikan akan naik menjadi Rp 7 triliun pada tahun 2028, dan bahkan menembus Rp 7,5 triliun pada tahun 2029.

“Itu kontribusi dari kami yang kami hitung di atas kertas dan yang kami rencanakan kalau semua berjalan dengan baik,” jelas Tony.

Selain memberikan kontribusi yang signifikan bagi daerah, Freeport juga merupakan salah satu penyumbang terbesar bagi penerimaan negara dari sektor pertambangan. Pada tahun 2025 saja, perusahaan telah menyetorkan sekitar Rp 70 triliun kepada negara dalam bentuk pajak, royalti, dividen, serta berbagai jenis penerimaan lainnya.

Dalam aspek sosial, perusahaan terus berkomitmen untuk menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat yang berada di sekitar wilayah operasionalnya. Pada tahun 2025, nilai investasi sosial yang digelontorkan oleh Freeport mencapai hampir Rp 2 triliun.

Penciptaan Lapangan Kerja

Tony Wenas menambahkan bahwa PT Freeport Indonesia memiliki komitmen kuat untuk terus meningkatkan investasi sosialnya. Perusahaan mengalokasikan sekitar US$ 100 juta atau setara dengan Rp 1,5 triliun per tahun untuk program-program sosial hingga masa operasi penambangan berakhir.

Komitmen ini juga diwujudkan melalui upaya penciptaan lapangan kerja. Saat ini, Freeport mempekerjakan lebih dari 30 ribu karyawan. Menariknya, sekitar 40% dari jumlah tersebut adalah Orang Asli Papua (OAP).

Dengan terus berjalannya proses pemulihan produksi dan dukungan dari harga komoditas yang stabil, Freeport optimis dapat terus meningkatkan kontribusinya, baik bagi negara maupun bagi masyarakat di wilayah Papua Tengah dalam beberapa tahun mendatang.