DermayuMagz.com – Upaya pemerintah dalam membenahi infrastruktur transportasi di wilayah Tangerang menunjukkan perkembangan positif dengan menyentuh angka progres signifikan. Pembangunan Underpass Bitung kini dilaporkan telah mencapai realisasi fisik sebesar 70,7 persen.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), meninjau langsung lokasi proyek tersebut pada Jumat (6/11/2026). Dalam kunjungannya, AHY memastikan bahwa seluruh tahapan konstruksi berjalan sesuai dengan lini masa yang telah ditetapkan.

Proyek infrastruktur yang menelan anggaran sebesar Rp 87 miliar ini diproyeksikan menjadi solusi permanen terhadap masalah kemacetan kronis di jalur utama Bitung. Selama ini, kepadatan lalu lintas di kawasan tersebut menjadi hambatan utama bagi mobilitas warga serta menghambat efisiensi distribusi logistik di wilayah Tangerang.

Pembangunan ini memiliki panjang penanganan sekitar 350 meter, yang mencakup pembangunan jalan utama serta akses jalan pendekat. Kehadiran underpass ini diharapkan dapat memangkas waktu tempuh secara signifikan bagi pengguna jalan yang melintas di kawasan tersebut.

Selain memberikan dampak positif bagi kenyamanan mobilitas masyarakat, infrastruktur ini juga memiliki nilai strategis bagi sektor ekonomi. Kelancaran arus lalu lintas diproyeksikan akan meningkatkan efisiensi rantai pasok dan produktivitas kawasan industri yang berada di sekitar lokasi proyek.

Terkait dengan target operasional, pemerintah menargetkan proyek ini dapat mulai difungsikan sepenuhnya pada awal tahun 2027. AHY menekankan pentingnya sinergi lintas instansi untuk memastikan penyelesaian proyek tepat waktu.

Dalam proses penyelesaiannya, AHY menginstruksikan Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Pemerintah Provinsi Banten, dan Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk terus mengawal kualitas pengerjaan. Ia juga menyoroti pentingnya aspek keselamatan kerja bagi seluruh tenaga konstruksi yang terlibat di lapangan.

Langkah percepatan ini diharapkan mampu menjawab tantangan kemacetan yang telah lama dirasakan oleh pelaku usaha dan masyarakat sekitar. Dengan progres yang sudah melampaui 70 persen, optimisme penyelesaian proyek di awal 2027 menjadi fokus utama pemerintah dalam meningkatkan konektivitas dan efisiensi infrastruktur wilayah.