Harga Emas Pegadaian Hari Ini: UBS, Antam, dan Galeri24 Makin Menguntungkan

Bisnis4 Dilihat

DermayuMagz.com – Harga emas yang dijual di Pegadaian, meliputi produk UBS, Antam, dan Galeri24, mengalami kenaikan pada Minggu, 31 Mei 2026. Kenaikan ini terpantau pada pukul 07.09 WIB.

Harga emas Antam mencatat kenaikan paling signifikan di antara ketiga produk tersebut. Kenaikan harga logam mulia kuning ini berkisar antara Rp 16 ribu hingga Rp 26 ribu per gram.

Menurut data yang dikutip dari Antara, harga emas UBS naik Rp 16 ribu, sehingga menjadi Rp 2.850.000 per gram, dari sebelumnya Rp 2.834.000 per gram. Sementara itu, harga emas Antam juga mengalami kenaikan sebesar Rp 26 ribu, menjadi Rp 2.911.000 per gram dari Rp 2.885.000 per gram.

Untuk emas Galeri24, harganya naik Rp 22 ribu menjadi Rp 2.794.000 per gram, dari posisi sebelumnya Rp 2.772.000 per gram. Perlu dicatat bahwa harga-harga ini dapat berubah sewaktu-waktu.

Produk emas Galeri24 ditawarkan dalam berbagai ukuran, mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram atau setara dengan 1 kilogram. Emas UBS tersedia dalam kuantitas 0,5 gram hingga 500 gram.

Sementara itu, harga emas Antam yang dijual di Sahabat Pegadaian hanya menampilkan pilihan ukuran dari 0,5 gram hingga 100 gram saja.

Berikut adalah daftar lengkap harga emas di Pegadaian untuk masing-masing produk, berdasarkan informasi dari Antara:

Galeri24

  • 0,5 gram: Rp 1.465.000
  • 1 gram: Rp 2.794.000
  • 2 gram: Rp 5.520.000
  • 5 gram: Rp 13.698.000
  • 10 gram: Rp 27.323.000
  • 25 gram: Rp 67.939.000
  • 50 gram: Rp 135.769.000
  • 100 gram: Rp 271.404.000
  • 250 gram: Rp 676.843.000
  • 500 gram: Rp 1.353.685.000
  • 1.000 gram: Rp 2.707.370.000

Antam

  • 0,5 gram: Rp 1.508.000
  • 1 gram: Rp 2.911.000
  • 2 gram: Rp 5.760.000
  • 3 gram: Rp 8.614.000
  • 5 gram: Rp 14.321.000
  • 10 gram: Rp 28.585.000
  • 25 gram: Rp 71.331.000
  • 50 gram: Rp 142.579.000
  • 100 gram: Rp 285.077.000

UBS

  • 0,5 gram: Rp 1.541.000
  • 1 gram: Rp 2.850.000
  • 2 gram: Rp 5.656.000
  • 5 gram: Rp 13.977.000
  • 10 gram: Rp 27.809.000
  • 25 gram: Rp 69.385.000
  • 50 gram: Rp 138.483.000
  • 100 gram: Rp 276.858.000
  • 250 gram: Rp 691.940.000
  • 500 gram: Rp 1.382.255.000

Sebelumnya, pasar emas dunia menunjukkan pergerakan yang beragam. Pada Jumat, 29 Mei 2026, harga emas spot sempat menguat dalam dua sesi berturut-turut, didorong oleh potensi kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran.

Namun, sentimen terhadap emas secara keseluruhan masih terbebani oleh kekhawatiran inflasi dan ekspektasi kenaikan suku bunga acuan yang lebih tinggi. Hal ini menyebabkan harga emas secara bulanan cenderung mengalami penurunan.

Harga emas spot tercatat naik 0,6 persen menjadi US$ 4.519,64 per ounce pada Jumat. Meskipun sempat menyentuh level terendah dalam dua bulan di US$ 4.356,76 pada Kamis, harga ditutup lebih tinggi pada akhir hari.

Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus juga mengalami kenaikan 0,4% menjadi US$ 4.550.

Pergerakan logam mulia lainnya menunjukkan harga perak spot turun 0,2% menjadi US$ 75,51 per ounce, namun masih dalam jalur kenaikan bulanan. Platinum stabil di US$ 1.923,55, sedangkan palladium naik 0,6% menjadi US$ 1.375,57, meskipun secara bulanan mencatat penurunan lebih dari 9%.

Kabar mengenai potensi kesepakatan gencatan senjata AS-Iran, yang diusulkan untuk memperpanjang periode damai selama 60 hari dan mencabut pembatasan pengiriman melalui Selat Hormuz, menjadi salah satu faktor penggerak pasar. Namun, kesepakatan ini belum final dan masih menunggu persetujuan dari Presiden AS Trump.

Menurut Philip Streible, Chief Market Strategist Blue Line Futures, penguatan emas terjadi setelah menembus level support teknis penting. Optimisme terhadap perpanjangan gencatan senjata juga turut mendorong penurunan harga minyak dan dolar AS, yang secara tidak langsung mendukung harga emas batangan.

Indeks dolar AS sendiri dilaporkan bergerak menuju penurunan mingguan, yang membuat komoditas emas yang dihargai dalam dolar menjadi lebih terjangkau bagi pembeli internasional. Harga minyak juga diprediksi akan mengalami penurunan mingguan.

Namun, Streible mengingatkan bahwa isu “suku bunga lebih tinggi untuk jangka waktu lebih lama” masih menjadi tema dominan. Gangguan pada pasokan dan infrastruktur energi berpotensi menjaga harga minyak tetap tinggi, yang pada gilirannya akan membuat Federal Reserve tetap berhati-hati dalam kebijakan moneternya.

Di sisi lain, permintaan emas di India dilaporkan mengalami pelemahan. Hal ini disebabkan oleh tingginya harga emas dan adanya bea impor. Sementara itu, premi emas di China, salah satu pasar konsumen utama, juga menunjukkan penyempitan di tengah sentimen pasar yang cenderung berhati-hati.

Kondisi ini terjadi bersamaan dengan data inflasi Amerika Serikat pada April yang menunjukkan kenaikan tercepat dalam tiga tahun terakhir. Kenaikan ini sebagian besar dipicu oleh lonjakan harga energi yang terkait dengan konflik Iran, yang semakin memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga acuannya tidak berubah hingga tahun depan.

Baca juga : 3 Berita Teratas Sepak Bola: PSG Gagalkan Ambisi Arsenal

Suku bunga yang lebih tinggi secara umum meningkatkan biaya peluang bagi investor untuk menyimpan emas yang tidak memberikan imbal hasil. Akibatnya, harga emas spot tercatat mengalami penurunan lebih dari 2% selama bulan April.