Desa Energi Mandiri Keliki: Surya untuk Ketahanan Pangan dan Pengelolaan Sumber Daya

Bisnis9 Dilihat

DermayuMagz.com – Pertamina terus berinovasi dalam program pemberdayaan masyarakat melalui inisiatif Energi Baru Terbarukan (EBT). Salah satu wujud nyata dari komitmen ini adalah program Desa Energi Berdikari (DEB) Keliki di Kecamatan Tegalalang, Gianyar, Bali.

Program ini bertujuan untuk mendorong kemandirian masyarakat dengan memanfaatkan energi bersih. Di Desa Keliki, energi surya menjadi tulang punggung untuk mendukung pengelolaan sampah dan sektor pertanian yang berdampak pada ketahanan pangan.

Energi Surya Dukung Pengelolaan Sampah dan Irigasi Pertanian

DEB Keliki telah berhasil mengimplementasikan sistem pengelolaan sampah terpadu yang sepenuhnya mengandalkan energi surya. Energi ini vital untuk operasional Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R), yang mengubah sampah menjadi kompos dan produk ramah lingkungan lainnya.

I Wayan Sumada, Ketua BUMDes Yowana Bakti Keliki dan Local Hero program, menjelaskan bahwa fasilitas ini sangat membantu dalam menangani volume sampah harian yang signifikan di desa tersebut. Ia menyebutkan bahwa Desa Keliki menghasilkan sekitar 7 ton sampah setiap harinya.

Untuk mendukung operasional TPS3R, dipasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kapasitas 10,5 kWp. PLTS ini mampu menghasilkan 14.256 kWh energi surya setiap tahunnya. Keberadaan PLTS tidak hanya menekan biaya listrik hingga Rp21 juta per tahun, tetapi juga berkontribusi mengurangi emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 13,7 ton CO2eq per tahun.

Lebih lanjut, Sumada menambahkan bahwa dukungan dari Pertamina secara tidak langsung telah meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memilah sampah rumah tangga. Pemilahan ini mencakup sampah organik, anorganik, dan residu.

“Saat ini kesadaran untuk masyarakat memilih sampah itu sudah sangat tinggi berkat kerjasama kami dengan Pertamina, kami mengelola sampah untuk dikembalikan ke alam hingga kemudian bisa semakin bermanfaat lagi untuk alam,” ujar Sumada.

Untuk kebutuhan irigasi pertanian, DEB Keliki juga memanfaatkan PLTS. Sistem ini dilengkapi dengan PLTS berkapasitas 17,5 kWp yang menggerakkan pompa air tanah bertenaga surya. Fasilitas ini sangat krusial untuk pengairan sawah selama musim kemarau, khususnya untuk tujuh Subak yang ada di desa tersebut, yaitu Tain Kambing, Sebali, Uma Desa Keliki, Jungut, Umelikode, Bangkiangsidem, dan Lauh Batu.

Baca juga : Budidaya Lele di Halaman Cor: Tumbuh Optimal, Panen Melimpah

PLTS untuk irigasi ini menghasilkan 84.000 kWh energi surya per tahun. Penggunaannya berhasil mengurangi emisi GRK hingga 23,1 ton CO2eq per tahun dan menghemat biaya listrik sebesar Rp35 juta setiap tahunnya.

Hasil dari pertanian organik ini, khususnya padi organik, menunjukkan peningkatan produktivitas yang signifikan. Sebelum program padi organik diterapkan, rata-rata hasil panen hanya mencapai 5 hingga 5,5 ton per hektare. Namun, setelah adanya pembinaan dari Pertamina, produktivitas meningkat menjadi 8,7 ton per hektare.

Komitmen Pertamina Hadirkan Program yang Bermanfaat untuk Masyarakat

Komisaris Independen Pertamina, Raden Adjeng Sondaryani, menyatakan kekagumannya terhadap keberhasilan program DEB Keliki. Program ini terbukti memberikan dampak positif yang nyata bagi lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat.

“Dari program DEB Keliki ini, menunjukkan komitmen Pertamina dalam memberikan dukungan kepada masyarakat melalui program-program yang dimiliki. Melihat keberhasilan DEB Keliki, saya dan jajaran Dewan Komisaris sangat senang, semoga program TSJL Perusahaan, bisa lebih memberikan dampak yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat,” ungkap Sondaryani.

DEB Keliki kini telah berkembang menjadi sebuah ekosistem percontohan yang menggerakkan ekonomi masyarakat. Melalui kegiatan Eco Village dan Agrikultur, program ini telah memberikan manfaat kepada 1.200 Kepala Keluarga. Sebanyak 9 pekerja terlibat langsung, dan berkolaborasi dengan 15 Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang digawangi oleh pemuda desa.

Selain itu, hasil pengelolaan sampah telah menghasilkan produk pupuk organik berkualitas tinggi, ecoenzyme (cairan serbaguna hasil fermentasi limbah organik dapur), dan kompos organik yang bermanfaat.

Keberhasilan DEB Keliki ini menarik banyak kunjungan. Berbagai Perguruan Tinggi serta wisatawan mancanegara datang untuk mempelajari pengelolaan sampah dan pertanian berbasis energi bersih. Pengunjung juga dapat menikmati keindahan persawahan dan kuliner lokal di saung-saung kafe warga, yang turut menggeliatkan ekonomi desa.