Prabowo Berjanji Transformasi Ekonomi Pancasila untuk Kesejahteraan Rakyat

Bisnis4 Dilihat

DermayuMagz.com – Presiden Prabowo Subianto menyatakan keprihatinannya bahwa kekayaan alam Indonesia belum sepenuhnya memberikan manfaat yang optimal bagi seluruh masyarakat. Ia berjanji untuk melakukan transformasi ekonomi yang berlandaskan pada nilai-nilai Pancasila sebagai solusi.

Prabowo mengakui bahwa Indonesia diberkahi dengan sumber daya alam yang melimpah. Namun, ia menekankan bahwa hasil dari kekayaan tersebut belum sepenuhnya dinikmati oleh rakyat.

Oleh karena itu, ia bertekad untuk melakukan perubahan fundamental dalam perekonomian nasional. Transformasi ini diharapkan dapat membawa Indonesia menuju sistem ekonomi yang benar-benar mencerminkan Pancasila.

“Saya berkeyakinan bahwa tugas sejarah kita saat ini, tugas sejarah saya sebagai Presiden Republik Indonesia ke-8, sebagai mandataris rakyat, yang disumpah dihadapan rakyat adalah untuk melakukan transformasi bangsa,” ujar Prabowo dalam pidatonya pada Peringatan Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Jakarta, Senin (1/6/2026).

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa fokus utama transformasi ini adalah pada sektor ekonomi. Tujuannya adalah untuk mengalihkan sistem ekonomi yang ada saat ini menuju sistem yang lebih sesuai dengan prinsip-prinsip Pancasila.

“Terutama transformasi ekonomi nasional kita. Transformasi dari ekonomi yang belum sepenuhnya berdasarkan Pancasila, menuju ekonomi yang sungguh-sungguh berdasarkan Pancasila,” tambahnya.

Prabowo merinci kekayaan alam Indonesia yang meliputi berbagai komoditas strategis. Mulai dari mineral seperti tembaga, timah, emas, hingga logam tanah jarang, semuanya merupakan aset penting bagi industri modern.

Indonesia juga merupakan produsen utama kelapa sawit dan batu bara, serta memiliki sumber daya nikel yang signifikan. Selain itu, hasil pertanian Indonesia juga sangat penting dan berkontribusi besar bagi ketahanan pangan nasional.

Baca juga : 8 Tanaman Pagar yang Memberi Manfaat Lebih dari Sekadar Dinding

“Kita produsen kelapa sawit, batu bara, nikel. Komoditas-komoditas pertanian lainnya yang sangat penting. Dan sekarang kita sudah swasembada pada pangan. Di mana banyak negara menghadapi kesulitan, kita sudah lebih siap,” jelasnya.

Meskipun demikian, Prabowo kembali menyoroti kenyataan bahwa limpahan kekayaan alam tersebut belum sepenuhnya dirasakan oleh masyarakat luas. Hal ini menjadi ironi tersendiri bagi sebuah negara yang kaya.

“Namun, kita harus mengakui bahwa terlalu lama kekayaan kita tidak sepenuhnya bisa dimanfaatkan untuk kemakmuran rakyat,” katanya.

Ia menambahkan bahwa sebagian besar nilai tambah dari sumber daya alam Indonesia selama ini justru dinikmati oleh pihak asing. Hal ini menyebabkan rakyat Indonesia seringkali hanya menjadi penonton di tengah kekayaan bangsanya sendiri.

“Terlalu lama sebagian nilai tambah atas sumber daya kita dinikmati di luar negeri. Terlalu lama rakyat kita hanya menjadi penonton di atas kekayaan bangsanya sendiri,” imbuh Prabowo Subianto.

Pancasila Bukan Sekadar Slogan

Presiden Prabowo Subianto juga menekankan pentingnya pemerataan ekonomi sebagai refleksi dari peringatan Hari Lahir Pancasila. Ia bertekad untuk memastikan bahwa nilai-nilai luhur Pancasila benar-benar menjadi landasan dalam setiap pembangunan ekonomi di Indonesia.

Ia menegaskan bahwa Pancasila seharusnya tidak hanya menjadi sekadar slogan yang diucapkan dalam upacara-upacara formal. Pancasila harus menjadi panduan yang mengarahkan seluruh aspek kehidupan bernegara, termasuk dalam perumusan dan pelaksanaan kebijakan ekonomi nasional.

“Pancasila juga tidak boleh sekedar slogan yang kita ucapkan dalam setiap upacara. Pancasila adalah pedoman untuk mengatur kehidupan berbangsa, kehidupan bermasyarakat, kehidupan bernegara, termasuk bagaimana kita membangun sistem ekonomi nasional kita,” ungkap Prabowo.

Pemerataan Ekonomi

Menurut Prabowo, salah satu tantangan terbesar yang dihadapi Indonesia adalah memastikan bahwa pembangunan ekonomi yang dilakukan benar-benar sejalan dengan prinsip-prinsip Pancasila. Ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk melakukan introspeksi diri mengenai kondisi saat ini jika dibandingkan dengan cita-cita tersebut.

“Marilah kita selalu jujur kepada diri kita sendiri. Kita harus mengakui kelemahan-kelemahan dan kesulitan-kesulitan yang kita hadapi,” ucapnya.

Ia mengamati bahwa tren pertumbuhan ekonomi nasional memang menunjukkan perkembangan positif dalam beberapa tahun terakhir. Namun, di balik angka-angka tersebut, Prabowo mempertanyakan apakah pertumbuhan ekonomi itu telah dirasakan secara adil oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Selama beberapa darsa warsa terakhir, Indonesia ekonominya memang tumbuh. Tapi apakah pertumbuhan itu sudah merata? sudah dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia secara adil? Marilah kita jujur melihat kenyataan yang kita hadapi sekarang,” bebernya.

Prabowo Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah memimpin pelaksanaan Upacara Hari Lahir Pancasila. Acara khidmat tersebut diselenggarakan di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, pada hari Senin, 1 Juni 2026. Upacara ini merupakan momen penting untuk memperingati kelahiran Pancasila yang dirayakan setiap tahun pada tanggal 1 Juni.

Berdasarkan pantauan dari Liputan6.com, Presiden Prabowo tiba dan memasuki area upacara pada pukul 09.56 WIB. Beliau berjalan menuju mimbar upacara didampingi oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Megawati Soekarnoputri.

Megawati, yang mengenakan kebaya berwarna merah, terlihat berjalan di belakang Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran. Selain itu, acara ini juga dihadiri oleh mantan Wakil Presiden, Jusuf Kalla, serta Wakil Presiden ke-13, Ma’ruf Amin. Para menteri dari Kabinet Merah Putih dan pimpinan lembaga negara lainnya juga turut hadir dalam upacara tersebut.