Jensen Huang Nvidia ke Korea Selatan, Dorong Harapan Kolaborasi AI

Bisnis8 Dilihat

DermayuMagz.com – Kunjungan CEO Nvidia, Jensen Huang, ke Korea Selatan baru-baru ini telah memicu spekulasi dan harapan tinggi mengenai potensi kolaborasi di bidang kecerdasan buatan (AI). Kunjungan ini, yang dijadwalkan setelah Huang menghadiri acara-acara penting di Taiwan, seperti GTC Taipei 2026 dan COMPUTEX 2026, menjadi sorotan utama di kalangan industri teknologi global.

Menurut laporan dari Korea Times, Jensen Huang dijadwalkan untuk bertemu dengan para pemimpin industri terkemuka di Korea Selatan. Pertemuan ini diperkirakan akan mencakup tokoh-tokoh penting dari SK Group dan LG Group, dua konglomerat besar yang memiliki peran signifikan dalam pengembangan teknologi dan inovasi di negara tersebut.

Sebelumnya, kunjungan Huang ke Korea pada Oktober tahun lalu telah menghasilkan kesepakatan penting. Ia bertemu dengan perwakilan dari Samsung Electronics, SK hynix, dan Hyundai Motor Group untuk membahas isu-isu krusial terkait pasokan memori high-bandwidth serta pengembangan chip AI generasi berikutnya. Sebagai hasil dari pertemuan tersebut, Nvidia juga mengumumkan komitmen untuk memasok 260.000 unit pemrosesan grafis ke Korea.

Kunjungan sebelumnya juga sempat menarik perhatian publik ketika Huang terlihat menikmati ayam goreng dan bir bersama Ketua Eksekutif Samsung Electronics, Lee Jae-yong, dan Ketua Eksekutif Hyundai Motor Group, Chung Euisun, di sebuah restoran di Seoul. Momen informal ini menunjukkan kedekatan hubungan dan sinergi yang terjalin antara Nvidia dan para pemain utama di industri teknologi Korea Selatan.

Namun, fokus kunjungan Huang kali ini tampaknya akan sedikit bergeser. Jika kunjungan sebelumnya lebih menekankan pada akselerator AI dan adopsinya, perjalanan mendatang diperkirakan akan lebih mengarah pada teknologi AI fisik, termasuk di bidang robotika. Hal ini terlihat dari daftar para petinggi perusahaan yang dijadwalkan bertemu dengannya.

Huang diperkirakan akan berdiskusi dengan Chairman SK Group, Chey Tae-won, Chairman LG Group, Koo Kwang-mo, dan Ketua Dewan Direksi Naver, Lee Hae-jin. Selain itu, para pejabat tinggi dari Doosan Group juga diharapkan turut serta dalam pertemuan tersebut. Kehadiran para pemimpin dari perusahaan-perusahaan ini menunjukkan bahwa diskusi akan menyentuh berbagai aspek inovasi AI, terutama yang berkaitan dengan aplikasi fisik.

SK Group, melalui anak perusahaannya SK hynix, telah menjadi pemasok utama chip memori untuk Nvidia. Namun, perusahaan-perusahaan lain yang dijadwalkan bertemu dengan Huang, seperti LG Group dan Doosan Group, memiliki fokus strategis pada robotika dan AI fisik sebagai motor penggerak pertumbuhan bisnis mereka di masa depan.

LG Group, khususnya, telah menunjukkan komitmen kuat untuk bertransformasi menjadi grup yang berfokus pada robotika dan AI fisik. Inisiatif ini semakin terlihat sejak LG Electronics meluncurkan robot humanoidnya, CLOiD, di ajang CES 2026. Sejak saat itu, LG secara konsisten mengidentifikasi Nvidia sebagai salah satu mitra strategis utamanya.

Baca juga : Jadwal Moto3 Hungaria: Tantangan Berikutnya untuk Veda Ega Pratama

Robot CLOiD sendiri dirancang dengan memanfaatkan chipset Nvidia dan dilatih menggunakan platform robotika Isaac dari Nvidia. Lingkungan simulasi yang canggih ini memungkinkan CLOiD untuk belajar dan beradaptasi layaknya di dunia nyata. Belum lama ini, Madison Huang, putri Jensen Huang yang menjabat sebagai Direktur Senior Pemasaran Produk Nvidia, bertemu dengan CEO LG Electronics, Lyu Jae-cheol, untuk membahas lebih lanjut mengenai kolaborasi antara CLOiD dan platform robotika Nvidia.

Doosan Group juga melihat kunjungan Huang sebagai peluang emas untuk memperluas jejaknya di sektor AI fisik. Tahun lalu, Wakil Ketua Doosan Group, Park Gee-won, telah mengunjungi Nvidia untuk menjajaki potensi kerja sama dalam bisnis infrastruktur energi Doosan Energy dan bisnis robotika Doosan Robotics. Madison Huang juga sempat mengunjungi pusat robotika Doosan saat perjalanannya ke Korea bulan lalu, menandakan adanya minat yang kuat untuk kolaborasi lebih lanjut.

Sementara itu, Naver diperkirakan akan memfokuskan kemitraannya dengan Nvidia pada pengembangan AI fisik, khususnya dalam hal teknologi kembaran digital atau digital twin. Pada Oktober tahun lalu, Naver Cloud telah menandatangani nota kesepahaman dengan Nvidia. Tujuannya adalah untuk mengintegrasikan teknologi kembaran digital dan robotika mereka dengan platform Omniverse dan Isaac Sim dari Nvidia.

Melalui kolaborasi ini, perusahaan-perusahaan yang terlibat berharap dapat menciptakan replika lingkungan industri dunia nyata secara akurat dalam ruang virtual. Dengan demikian, AI dapat melakukan analisis mendalam dan mengendalikan berbagai operasi secara efisien. Konsep ini membuka peluang baru untuk optimalisasi proses produksi, simulasi skenario kompleks, dan pengembangan solusi inovatif.

Para analis industri melihat kunjungan Huang sebagai sinyal positif bagi perusahaan-perusahaan Korea Selatan. “Investor sangat berharap LG dan Naver dapat memperoleh momentum yang lebih kuat dalam bisnis AI fisik dan platform mereka melalui kemitraan dengan Nvidia,” ujar Lee Kyoung-min, seorang analis di Daishin Securities.

Harapan ini didasari oleh rekam jejak Nvidia yang solid dalam menyediakan teknologi terdepan di bidang AI dan komputasi performa tinggi. Keterlibatan langsung CEO Nvidia dalam menjalin hubungan dengan para pemimpin industri Korea Selatan menunjukkan strategi jangka panjang untuk memperkuat ekosistem AI global, dengan Korea Selatan sebagai salah satu pemain kunci.

Kolaborasi ini tidak hanya akan menguntungkan perusahaan-perusahaan yang terlibat secara langsung, tetapi juga berpotensi mendorong inovasi di berbagai sektor industri di Korea Selatan. Mulai dari manufaktur, otomotif, hingga layanan publik, penerapan AI fisik yang didukung oleh teknologi Nvidia dapat membawa efisiensi dan kemampuan baru yang sebelumnya sulit dijangkau.

Secara keseluruhan, kunjungan Jensen Huang ke Korea Selatan kali ini bukan sekadar pertemuan bisnis biasa. Ini adalah sebuah strategi untuk memperdalam kemitraan, mengeksplorasi peluang baru di era AI fisik, dan memperkuat posisi Nvidia sebagai pemimpin dalam revolusi kecerdasan buatan di kancah global, dengan Korea Selatan sebagai salah satu mitra strategis utamanya.