Kenangan Terindah Lulu Tobing dan Yasmin Napper Bersama Keluarga

showbiz5 Dilihat

DermayuMagz.com – Lulu Tobing kembali menyapa layar lebar melalui film “Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan”, sebuah karya yang mengangkat kisah pilu seorang ibu berjuang melawan kepikunan.

Film ini berfokus pada Yuke Yolanda, yang diperankan oleh Lulu Tobing, seorang ibu dan guru yang didiagnosis menderita Alzheimer. Cerita tidak hanya menyoroti aspek medis penyakit tersebut, tetapi juga bagaimana suami dan ketiga anaknya beradaptasi dalam kehidupan mereka demi merawat Yuke.

Bagi penonton muda, karakter Kesha, yang diperankan oleh Yasmin Napper, memberikan gambaran realistis tentang proses pendewasaan di tengah kompleksitas keluarga. Sebagai seorang mahasiswi film, Kesha dihadapkan pada pilihan sulit antara mengejar impian profesionalnya atau kembali ke rumah untuk mengabadikan kenangan bersama ibunya sebelum ingatannya benar-benar hilang.

Film produksi Rapi Films ini, yang disutradarai oleh Kuntz Agus, menjadi pengingat berharga bagi Lulu Tobing dan para pemain lainnya mengenai pentingnya merawat memori keluarga. Yasmin Napper, misalnya, mengenang masa kecilnya yang penuh kebahagiaan bersama kakak-kakaknya.

“Saya akan selalu teringat saat berangkat sekolah bersama kakak-kakak saya, mengobrol di mobil. Saya juga rindu pertengkaran kecil yang sebenarnya tidak perlu dipermasalahkan, tapi tetap menjadi bahan perdebatan,” ungkap Yasmin Napper dalam pernyataan tertulis yang diterima Showbiz Liputan6.com pada Selasa, 2 Juni 2026.

“Saya sangat suka disuapi oleh ibu saya saat makan. Hal ini masih saya rasakan hingga sekarang, di usia saya yang sudah seperti ini. Bagaimanapun, kasih sayang seorang ibu adalah sesuatu yang selalu kita inginkan, jadi saya tidak ingin itu hilang,” tambah bintang sinetron Tersanjung itu.

Solidaritas Anggota Keluarga

Film “Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan” telah tayang di bioskop seluruh Indonesia sejak 13 Mei 2026. Ibnu Jamil, yang turut membintangi film ini, menjelaskan bahwa film ini mengajak penonton untuk merenungkan kembali makna kenangan.

Di tengah ancaman hilangnya memori, solidaritas antar anggota keluarga menjadi benteng pertahanan mereka. Kehidupan mengajarkan bahwa ada beberapa hal yang memang boleh hilang, seperti kesempatan atau nilai akademis.

Namun, ada pula hal-hal yang tak boleh hilang, terutama dalam hati orang tua. Ibnu Jamil berpendapat, “Peran orang tua di masa tua pada akhirnya adalah tentang mendapatkan tempat di hati anak-anaknya.”

Pemeran Kenya dalam film ini, Shofia Shireen, menyoroti bahwa kenangan indah tidak harus berupa hal-hal mewah. Momen-momen sederhana seringkali memiliki makna yang mendalam dan membekas.

“Momen-momen sederhana saat larut malam ketika saya bercanda dengan kakak, adik, kadang juga ibu ikut mengobrol dan tertawa bersama. Jika diingat kembali, sepertinya saya akan merindukan momen-momen ini di hari tua nanti,” ujar Shofia Shireen.

Sebagai Karlo dalam “Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan”, Jordan Omar mengingatkan pentingnya waktu. “Ini sangat berharga karena kita hidup di dunia ini hanya sementara, dan kita tidak tahu kapan kita bisa mengalami hal ini lagi,” pungkasnya.

Baca juga : Rangka BYD Yangwang U8L Lebih Ringan, Lolos Uji Beban 12 Ton

Sementara itu, dalam sinetron “Istiqomah Cinta” yang tayang di SCTV, Cakrawala Airawan memerankan karakter Emran Syailendra yang kompleks. Emran terus berjuang untuk mendapatkan kembali hati Khansa, yang diperankan oleh Yasmin Napper. Dalam sinetron ini, Emran dihadapkan pada persaingan dengan Fatan (Arbani Yasiz) dan tokoh baru, Oscar (Teuku Ryan).

Setelah lebih dari 100 episode memerankan Emran, Cakrawala Airawan mengaku telah banyak belajar, termasuk tentang pentingnya melakukan move on setelah hubungan cinta berakhir.

“Jika saya dihadapkan pada hubungan cinta yang rumit seperti Emran Syailendra, saya pribadi akan memilih untuk move on. Bukan karena tidak cinta lagi, tetapi karena move on adalah pilihan yang lebih realistis. Saya percaya bahwa sesuatu yang dipaksakan tidak akan menghasilkan yang terbaik, termasuk dalam hubungan cinta,” ujar Cakrawala Airawan dalam sebuah wawancara daring dengan Liputan6.com.

Namun, Cakrawala Airawan menyadari bahwa karakternya, Emran, berbeda 180 derajat. Dalam dunia “Istiqomah Cinta”, Emran menolak untuk move on dan memiliki alasan yang kuat untuk itu. Sebagai salah satu tokoh yang berperan penting dalam alur cerita, Emran Syailendra memiliki cara pandang dan kepentingannya sendiri.

Kondisi Emran Syailendra

“Satu lagi, dengan kondisinya saat ini yang sudah menikah, menurut saya tindakan Emran terhadap Khansa tidak bisa dibenarkan karena ia berstatus sebagai suami orang, namun masih mengejar orang lain,” jelas aktor tersebut.

Hingga kini, tujuan Emran tidak berubah, yaitu merebut kembali hati Khansa. Namun, situasinya kini menjadi lebih rumit. Selain sudah beristri, Emran tidak hanya bersaing dengan Fatan, tetapi juga dengan Oscar.

Tak Ada Niat Mencelakai Khansa

Emran juga kehilangan rekan setianya, Monika Lazuardi (Anjani Dina). Penting untuk digarisbawahi bahwa apapun yang dilakukan Emran adalah semata-mata untuk mendapatkan Khansa, bukan untuk mencelakainya.

“Jadi, jika ada orang yang berusaha menyakiti Khansa, Emran terkadang lupa bahwa ia sedang bersaing dengan Fatan. Kadang ia bekerja sama, lalu membantu, setelah itu kembali berjalan masing-masing,” urai Cakrawala Airawan.

Monika dan Om Yudha

“Istiqomah Cinta” tayang setiap hari pukul 18.25 WIB di SCTV. Cakrawala Airawan mengakui bahwa sinetron ini memiliki banyak karakter ikonik. Bahkan, jika ia boleh memilih peran lain, ia sudah memiliki incarannya.

“Jika boleh memilih peran wanita, saya rasa karakter Monika versi laki-laki akan sangat menarik. Dengan gaya bicaranya yang luas dan blak-blakan, itu pasti seru,” ujar Cakrawala Airawan. “Namun, jika untuk peran laki-laki, saya rasa menjadi Doddy akan menarik. Yang pasti, saya tidak ingin menjadi Om Yudha karena ia terlalu banyak menyamar,” tambahnya.