Tiggi Band Konsisten Berkarya, Rilis 21 Lagu dalam Sebulan

showbiz7 Dilihat

DermayuMagz.com – Tiggi Band menunjukkan dedikasi luar biasa dalam dunia musik dengan merilis 21 lagu hanya dalam kurun waktu satu bulan. Kuantitas karya ini menjadi bukti nyata konsistensi dan produktivitas mereka dalam menciptakan musik yang unik dan relevan bagi pendengarnya.

Grup musik ini dikenal dengan gaya anti-mainstream yang memadukan berbagai elemen, mulai dari nuansa pantai yang santai hingga memori masa lalu yang membangkitkan nostalgia. Pendekatan ini bertujuan untuk menciptakan pengalaman audio yang berbeda dan memancing rasa penasaran publik.

“Dari nuansa pantai yang santai hingga cerita masa kecil yang bisa bikin pendengar throwback sama kenangan masa lalu,” ujar Coca, sang vokalis, kepada awak media pada Minggu (1/6/2026).

Tiggi Band berupaya membangun ikatan emosional yang kuat dengan pendengarnya melalui lirik-lirik yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Mereka memastikan setiap nada yang diciptakan memiliki resonansi dengan pengalaman nyata para penikmat musik mereka.

“Tak hanya menghadirkan musik yang easy listening, kami konsisten membawa cerita, suasana, dan perasaan yang mudah terhubung dengan pendengar,” jelas Coca.

Karakter musik Tiggi Band semakin kuat berkat kemampuan mereka dalam mengombinasikan berbagai elemen suara yang unik. Dalam beberapa karya mereka, terdengar perpaduan nuansa reggae modern, tropical vibes, hingga lirik nostalgia yang menyentuh.

Kekuatan utama dari setiap aransemen Tiggi Band terletak pada narasi yang mampu membangkitkan imajinasi pendengar. Bagi mereka, musik bukan sekadar hiburan, melainkan sebuah medium untuk menyelami momen-momen berharga dalam kehidupan.

Salah satu lagu yang mulai menarik perhatian adalah “Drinking Coconut In The Sand.” Lagu ini menghadirkan nuansa tropical reggae yang kental, menciptakan suasana santai seolah sedang menikmati senja di tepi pantai.

Namun, Tiggi Band tidak hanya berhenti pada satu warna musik. Mereka menunjukkan sisi lain melalui lagu berjudul “Waktu yang Telah Berlalu.” Berbeda dari karya sebelumnya, lagu ini membawa pendengar kembali ke masa kecil melalui cerita-cerita sederhana yang kini justru paling dirindukan.

Baca juga : Prabowo Copot Lodewijk Paulus dan Sony Sonjaya dari Jabatan Wakil Ketua BGN

“Mulai dari bermain sepeda keliling gang, menonton kartun di televisi tabung, hingga pulang di sore hari setelah dipanggil orang tua. Ini momen yang coba dihidupkan kembali melalui lirik dan aransemen musik,” tutur Coca.

Kejujuran dalam penyampaian cerita menjadi nilai jual utama yang membedakan Tiggi Band di industri musik. Mereka percaya bahwa narasi yang disampaikan apa adanya dapat menciptakan ikatan yang lebih personal dengan pengalaman banyak orang.

Tiggi Band meyakini bahwa kekuatan tema-tema sederhana mampu menciptakan kedekatan emosional dengan para pendengarnya. Pendekatan ini membuat lagu-lagu mereka terasa personal dan akrab dengan pengalaman banyak orang.

Lebih lanjut, Tiggi Band terus membuktikan konsistensinya dengan produktivitas yang luar biasa. Dalam kurun waktu sekitar satu bulan, mereka berhasil merilis 21 lagu yang diunggah melalui kanal YouTube mereka.

“Dari nuansa reggae tropis hingga lagu penuh nostalgia, setiap rilisan menghadirkan experience berbeda,” pungkas Coca.

Liputan6.com, Jakarta – Menjalani hubungan jarak jauh dengan anak yang sedang menempuh pendidikan militer bukanlah hal yang mudah bagi Dewi Perssik. Ia harus bersabar menunggu waktu luang yang sangat terbatas untuk sekadar mendengar suara atau melihat wajah putranya melalui layar ponsel.

“Kalau LDR itu paling video call. Biasanya kalau dikasih sama kakak asuhnya itu biasanya hari Sabtu atau hari Minggu. Itu pun cuma berapa menit atau berapa jam,” kata Dewi Perssik di Kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Kamis (27/5/2026).

Kesempatan berkomunikasi singkat tersebut selalu dimanfaatkan Dewi Perssik untuk memberikan dukungan moral dan doa. Percakapan mereka biasanya sebatas kegiatan harian dan pengingat untuk menjaga kondisi tubuh.

“Biasanya ya cukup bilangnya ya mama jaga kesehatan, aktivitas hari ini apa,” imbuhnya.

Kekhawatiran sebagai seorang ibu sempat memuncak ketika Dewi Perssik mendengar kabar bahwa putranya, Gabriel, harus menjalani perawatan medis intensif. Ia mengungkapkan bahwa Gabriel sempat jatuh sakit di tengah jadwal pendidikan yang padat dan berat.

“Kayak kemarin ada berita yang tidak-tidak itu anakku sempat masuk rumah sakit tiga hari. Tapi alhamdulillah sekarang dia sudah sehat, ternyata dia diare mungkin makanan dan yang lain-lain,” jelas Depe.

Depe menyadari bahwa risiko jatuh sakit adalah hal yang wajar mengingat Gabriel tergabung dalam korps infanteri yang dikenal memiliki pelatihan fisik sangat keras. Sebagai seorang ibu, ia hanya bisa memberikan dukungan terbaik agar mental sang anak tetap kuat.

“Kan soalnya kan Gabriel masuk ke infanteri jadi mungkin lebih keras jadi ya kayak gitulah,” ujarnya.

Untuk menyenangkan hati anak dan teman-temannya yang sedang liburan, Dewi Perssik memilih menyajikan hidangan sederhana namun penuh kehangatan di rumah. Ia lebih memilih mengumpulkan mereka di kediamannya daripada membiarkan putranya keluyuran di luar.

“Iya Tante tidak masak jadi mau masak. Aku bilang ‘Aku tidak masak sayang hari ini. Jadi sekarang Mama beli nasi Padang saja ya makan sama-sama’,” tuturnya.

Kehadiran teman-teman Gabriel di rumah memberikan kebahagiaan tersendiri bagi Dewi Perssik. Ia merasa jauh lebih tenang ketika bisa mengawasi aktivitas putranya secara langsung di dalam rumah sendiri.

“Jadi alangkah lebih baik teman-temannya main ke rumahku daripada anakku yang main ke mana-mana gitu jadi aku senang,” pungkas Dewi Perssik.