DermayuMagz.com – Tren desain hunian pada tahun 2026 diprediksi akan semakin mengarah pada gaya klasik yang timeless, dengan sentuhan nostalgia yang kental. Salah satu elemen arsitektur yang kembali mencuri perhatian adalah model jendela rumah jadul. Desain-desain lawas ini tidak hanya menawarkan estetika yang memukau, tetapi juga fungsionalitas yang relevan dengan konsep hunian ramah lingkungan masa kini.
Jendela model lama seringkali memiliki detail proporsi yang dibuat dengan sentuhan artisanal, memberikan karakter unik pada setiap bangunan. Kini, perpaduan pesona klasik dengan teknologi material modern menghasilkan jendela yang lebih kokoh, awet, dan efisien. Penggunaan bingkai berbahan aluminium powder coating yang menyerupai kayu atau kaca double glazing yang meningkatkan kedap suara, membuat jendela jadul kembali menjadi pilihan favorit.
Kembalinya tren jendela jadul ini bukan hanya sekadar tren sesaat. Banyak pemilik rumah yang kini menyadari pentingnya sirkulasi udara alami dan pencahayaan yang optimal, sebuah aspek yang memang telah lama diunggulkan oleh desain jendela tempo dulu. Ini sejalan dengan meningkatnya kesadaran akan hunian yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Berikut adalah tujuh model jendela rumah jadul yang diprediksi akan kembali menjadi tren di tahun 2026, membawa nuansa nostalgia klasik yang elegan ke dalam hunian modern:
1. Jendela Krepyak (Jalousie/Louvre) Kayu
Jendela krepyak, yang dikenal juga sebagai jalousie atau louvre, merupakan ikon arsitektur tropis klasik. Desainnya yang terdiri dari bilah-bilah tipis yang tersusun miring memungkinkan aliran udara segar masuk ke dalam ruangan bahkan saat jendela tertutup rapat. Kemampuan ventilasinya yang luar biasa menjadikannya pilihan ideal untuk iklim tropis.
Pada tahun 2026, jendela krepyak sering dipadukan dengan kusen kayu jati solid atau material komposit yang tahan terhadap cuaca. Keunggulan utamanya adalah kemampuannya menjaga privasi tanpa menghalangi sirkulasi udara, serta menciptakan efek cahaya dan bayangan yang artistik di dalam ruangan. Ini memberikan kesan rumah yang teduh dan nyaman.
Sistem bukaan jendela krepyak kini telah dimodifikasi dengan engsel yang lebih modern agar lebih mudah dioperasikan. Penampilannya yang sangat khas memberikan sentuhan autentik pada rumah bergaya Indies atau kolonial modern. Jendela ini akan menjadi elemen yang menonjolkan keanggunan fasad rumah sekaligus menjaga kesejukan.
2. Jendela Double-Hung dengan Kaca Small-Pane
Jendela double-hung, dengan dua panel kaca yang dapat digeser secara vertikal, adalah ciri khas rumah klasik Amerika dan Eropa. Model ini semakin populer dengan tambahan kaca small-pane, yang terdiri dari banyak kotak-kotak kaca kecil, memberikan tampilan yang sangat nostalgik.
Kaca small-pane menciptakan pola visual yang rapi dan elegan, menambah tekstur pada fasad bangunan. Di tahun 2026, banyak yang menggunakan kaca tempered dengan kisi-kisi yang dapat dilepas-pasang untuk memudahkan perawatan. Jendela ini efektif dalam mengontrol sirkulasi udara dengan membuka panel atas atau bawah secara proporsional.
Penggunaan jendela double-hung dengan kaca small-pane memberikan kesan rumah yang lebih tinggi dan proporsional. Kombinasi dengan kusen berwarna putih atau earthy tone akan menyatu sempurna pada rumah minimalis maupun bergaya vintage, menciptakan tampilan yang rapi dan berwibawa.
3. Jendela Casement dengan Arch (Lengkung)
Jendela casement dengan bentuk lengkung (arch) di bagian atasnya merupakan desain yang populer di pertengahan abad ke-20. Bentuk lengkung ini memberikan kesan megah dan artistik, mengubah jendela biasa menjadi titik fokus yang memukau. Tren 2026 menghadirkan kembali model ini dengan bingkai yang lebih tipis untuk kesan modern.
Lengkungan pada jendela casement sering dipadukan dengan kaca mati di bagian atasnya, membuat ruangan terasa lebih tinggi dan lapang. Desain ini sangat cocok untuk ruang tamu atau ruang tengah guna memaksimalkan masuknya cahaya matahari. Jendela ayun (casement) juga memungkinkan aliran udara yang besar saat dibuka lebar.
Kesan elegan dan romantis dari jendela lengkung membuatnya digemari untuk gaya mediterania atau modern classic. Teknologi fabrikasi modern kini memungkinkan pembuatan jendela lengkung dengan presisi tinggi dan biaya yang lebih efisien, menjadikannya pilihan menarik bagi pemilik rumah.
4. Jendela French Window (Pintu Jendela)
French window adalah jendela berukuran besar yang memanjang hingga ke lantai, seringkali menyerupai pintu ganda. Desain ini sangat populer di rumah-rumah besar dengan halaman luas, dan kini kembali tren untuk rumah mungil yang ingin memiliki akses langsung ke taman. Jendela ini menghubungkan ruang dalam dengan lingkungan luar secara utuh.
Di tahun 2026, french window hadir dengan desain slim-frame agar pandangan ke taman tidak terhalang bingkai tebal. Menggunakannya di ruang keluarga akan membuat rumah terasa lebih lebar dan menyatu dengan alam. Ini adalah elemen kunci dalam desain rumah indoor-outdoor yang sedang digemari.
Meskipun berukuran besar, french window tetap dapat memberikan keamanan yang baik dengan sistem pengunci ganda dan kaca laminasi yang kuat. Memilih jendela ini berarti menambahkan aksesibilitas, pemandangan, serta nilai artistik yang tinggi pada rumah Anda.
5. Jendela Awning (Bukaan Atas) Klasik
Jendela awning, dengan engsel di bagian atas dan terbuka ke arah luar, sering ditemukan pada rumah jadul sebagai jendela di atas pintu atau kamar mandi. Kini, desain ini kembali populer karena fungsinya yang praktis: bisa tetap dibuka meski hujan tanpa membuat air masuk.
Tren tahun 2026 menampilkan jendela awning dengan bingkai kayu jati yang difinishing natural, memberikan kesan hangat dan organik. Jendela ini sangat cocok untuk area belakang rumah atau dapur guna memastikan sirkulasi udara lancar. Bentuknya yang sederhana namun fungsional menjadikannya elemen yang tak lekang oleh waktu.
Selain fungsionalitasnya, jendela awning juga memberikan kesan arsitektur yang jujur dan rendah hati. Untuk rumah minimalis, model ini bisa ditempatkan berjajar horizontal untuk menciptakan garis desain yang menarik pada dinding luar, memadukan kearifan desain masa lalu dengan kenyamanan modern.
6. Jendela Transom (Jendela Atas Pintu)
Jendela transom, atau jendela kecil di atas pintu utama, adalah fitur klasik rumah tua di Indonesia. Fungsinya dulu sangat krusial untuk sirkulasi udara silang sebelum penggunaan AC meluas. Di tahun 2026, penggunaan transom kembali populer sebagai aksen dekoratif yang memperkuat identitas rumah klasik.
Transom sering dihiasi dengan kaca patri berwarna atau motif kaca ukir untuk karakter unik. Namun, tren terkini cenderung memilih kaca bening atau buram dengan bingkai simpel untuk kesan bersih. Jendela ini memungkinkan cahaya tetap masuk ke dalam koridor rumah meskipun pintu utama tertutup.
Memasang kembali jendela transom akan membuat proporsi pintu utama rumah terlihat lebih tinggi dan mewah. Ini adalah cara cerdas dan hemat biaya untuk menghadirkan nuansa rumah jadul, membuat rumah terasa lebih lega, sejuk, dan artistik.
7. Jendela Bay Window (Jendela Teluk)
Bay window adalah jendela yang menonjol keluar dari dinding utama bangunan, menciptakan ruang kecil tambahan di dalam rumah yang bisa dimanfaatkan untuk tempat duduk atau area tanaman. Desain ini sangat populer di era kolonial untuk memaksimalkan cahaya matahari dari berbagai sudut. Di tahun 2026, bay window menjadi tempat favorit untuk bekerja atau bersantai.
Model jendela ini memberikan kesan arsitektur yang berdimensi dan tidak datar, membuat rumah terlihat lebih hidup. Di bagian dalam, bay window menciptakan sudut yang nyaman, terutama jika ditambahkan bantalan duduk. Ini adalah tempat ideal untuk menikmati kopi pagi atau membaca buku.
Karena menonjol keluar, bay window memungkinkan pandangan ke luar dari berbagai sudut. Tren tahun 2026 lebih memilih bingkai minimalis dengan kaca besar untuk memaksimalkan pandangan. Ini adalah investasi estetika yang mengubah fungsi jendela menjadi ruang hidup berharga.
Pertanyaan dan Jawaban Model Jendela Rumah Jadul yang Kembali Tren di 2026
Apakah jendela kayu jadul akan mudah dimakan rayap di masa sekarang?
Untuk mengatasi masalah rayap, gunakan kayu berkualitas tinggi seperti jati atau merbau. Alternatif lain adalah material modern seperti kayu olahan (WPC) atau aluminium powder coating yang didesain menyerupai tekstur kayu asli.
Apakah jendela model klasik tetap bisa kedap suara?
Ya, dengan menggunakan teknologi kaca double glazing (dua lapis kaca dengan rongga udara di tengahnya), jendela model klasik akan jauh lebih kedap suara dibandingkan jendela konvensional.
Apakah jendela model french window aman untuk rumah di area perkotaan?
Tentu saja aman, asalkan menggunakan sistem pengunci multi-titik dan kaca laminasi (laminated glass) yang tahan pecah dan sulit ditembus.
Apa tips agar jendela jadul tidak terlihat ketinggalan zaman?
Kuncinya ada pada pemilihan warna bingkai dan finishing. Gunakan warna netral seperti hitam matte, abu-abu gelap, atau putih bersih untuk kesan modern. Pilih juga engsel dan pegangan jendela (handle) dengan desain minimalis.






