Donyell Malen Dikritik Ronald Koeman Usai Belanda Kalah dari Aljazair

bola5 Dilihat

DermayuMagz.com – Pelatih Timnas Belanda, Ronald Koeman, mengungkapkan kekecewaannya setelah timnya kalah dari Aljazair dalam laga uji coba. Ia menyoroti kurangnya agresivitas dan kegagalan tim memanfaatkan dominasi permainan.

Belanda sejatinya mampu menguasai jalannya pertandingan dan menciptakan sejumlah peluang emas. Namun, penyelesaian akhir yang buruk membuat mereka harus menelan kekalahan 0-1 dari Aljazair.

Kekalahan ini tentu menjadi catatan penting bagi skuad De Oranje menjelang keberangkatan mereka ke Piala Dunia 2026. Laga ini merupakan salah satu persiapan terakhir sebelum mereka mengawali perjuangan di turnamen akbar tersebut.

Salah satu pemain yang menjadi sorotan dalam pertandingan ini adalah Donyell Malen. Penyerang Belanda tersebut dinilai gagal memaksimalkan peluang yang didapatkannya di depan gawang lawan.

Malen sempat berhadapan satu lawan satu dengan kiper, membentur mistar gawang, dan memiliki kesempatan emas lainnya. Jika saja salah satu peluang tersebut berhasil dikonversi menjadi gol, jalannya pertandingan mungkin akan berbeda.

Kegagalan Malen dalam mengonversi peluang menjadi gol menjadi salah satu faktor krusial yang membuat Belanda tidak mampu mengamankan kemenangan meski mendominasi permainan.

Koeman secara spesifik menyebut bahwa Malen seharusnya bisa mencetak setidaknya satu gol dari peluang yang ia dapatkan. Pelatih mengakui kualitas Malen, namun menekankan bahwa penyelesaian akhir seperti itu seharusnya bisa dilakukan.

Selain performa individu Malen, Koeman juga menyatakan kekecewaannya terhadap sikap tim secara keseluruhan. Ia merasa timnya seharusnya mampu memenangkan pertandingan tersebut.

Koeman berujar bahwa timnya seharusnya bisa meraih kemenangan ketika mendapatkan empat hingga lima peluang besar. Jika peluang tersebut dimanfaatkan, pertandingan akan menjadi lebih mudah.

Lebih lanjut, ia menyoroti penurunan intensitas permainan pada babak kedua. Para pemain dinilai kehilangan agresivitas yang dibutuhkan untuk mengendalikan pertandingan.

Koeman menambahkan bahwa timnya bermain lebih buruk di paruh kedua, kurang agresif, dan terlalu “baik” kepada lawan.

Sementara itu, di laga lain, Timnas Indonesia berhasil mencetak sejarah dengan mengalahkan Oman 3-0 dalam pertandingan FIFA Matchday. Kemenangan ini disambut baik oleh Ketua Umum PSSI, Erick Thohir.

Namun, Erick Thohir menekankan bahwa hasil positif ini bukanlah akhir dari segalanya. Ia meminta agar tidak cepat berpuas diri karena masih ada pertandingan penting lainnya melawan Mozambik.

Erick Thohir memandang Mozambik sebagai ujian yang lebih berat bagi Timnas Indonesia, mengingat peringkat mereka yang lebih tinggi.

Ia berharap jika Timnas Indonesia mampu meraih hasil baik di kedua pertandingan uji coba ini, peringkat FIFA mereka juga dapat mengalami peningkatan.

Meskipun demikian, Erick Thohir belum mau memberikan penilaian final kepada pelatih Timnas Indonesia, John Herdman. Ia memilih untuk menunggu hasil dari turnamen-turnamen selanjutnya.

Erick Thohir menyebutkan masih ada target lain yang harus dicapai, termasuk ajang AFF dan FIFA ASEAN yang belum diumumkan.

Pertandingan melawan Oman sendiri menampilkan performa solid dari Timnas Indonesia. Gol-gol kemenangan dicetak oleh Justin Hubner, Ole Romeny, dan Ragnar. Kiper Emil Audero juga tampil gemilang dengan menggagalkan penalti Oman.

Susunan pemain Timnas Indonesia dalam laga tersebut adalah: Emil Audero, Rizky Ridho, Elkan Baggott, Justin Hubner, Kevin Diks, Joey Pelupessy, Ivar Jenner, Nathan Tjoe-A-On, Ragnar Oratmangoen, Ole Romeny, dan Beckham Putra.

Sementara itu, susunan pemain Oman yang diturunkan adalah: Ahmed Alrawahi, Ahmed Mogammed Alkhamisi, Amjad Abdullah, Musab Mahfoodh, Yousuf Nashr, Harib Jamil Al Saaadi, Muhsen Saleh Alghassani, Nasser Sultan Alrawahi, dan Zahir Sulaiman.