DermayuMagz.com – Rafael Leao, penyerang sayap AC Milan, secara terbuka menyatakan keinginannya untuk mencari pengalaman baru di luar Serie A Italia. Ia mengakui bahwa Liga Inggris menjadi destinasi impiannya apabila kesempatan untuk pindah terbuka di bursa transfer musim panas ini.
Leao bergabung dengan klub raksasa Italia, AC Milan, pada tahun 2019 dari Lille. Selama memperkuat Rossoneri, ia telah memberikan kontribusi signifikan, termasuk membantu tim meraih gelar Serie A pada musim 2021-2022. Namun, performa tim di musim 2025-2026 dinilai mengecewakan, terutama karena gagal lolos ke kompetisi Liga Champions.
Kontribusi gol Leao di seluruh kompetisi musim lalu terbilang menurun, dengan hanya mencatatkan 10 gol dan 3 assist. Kondisi ini kembali memunculkan spekulasi mengenai masa depan pemain berusia 26 tahun tersebut di San Siro, meskipun kontraknya bersama Milan masih berlaku hingga tahun 2028.
Beberapa klub besar dari Liga Inggris, seperti Manchester United dan Arsenal, dikabarkan telah menunjukkan minat untuk merekrut Leao.
Leao Merasa Sudah Saatnya Mencari Tantangan Baru
Leao menilai bahwa waktunya bersama AC Milan telah memberikannya banyak pelajaran berharga dan pencapaian penting. Oleh karena itu, ia merasa bahwa saat ini adalah momen yang tepat untuk memulai babak baru dalam karier sepak bolanya.
Keputusan untuk mencari klub baru semakin kuat dipengaruhi oleh kegagalan AC Milan untuk mengamankan tiket ke Liga Champions. Perubahan dinamika dalam tim juga menjadi faktor yang mendorongnya untuk mempertimbangkan langkah selanjutnya.
“Saya merasa membutuhkan tantangan baru. Saya telah memenangkan dua trofi di Italia dan saya sudah cukup lama berada di sini,” ungkap Leao kepada Sport TV.
Ia menambahkan, “Kompetisi di liga lain terus berkembang, namun untuk gaya bermain saya, saya rasa Premier League akan lebih mampu memaksimalkan bakat yang saya miliki sebagai seorang pemain.”
Liga Inggris Dinilai Cocok dengan Gaya Bermainnya
Leao meyakini bahwa kualitas dan intensitas permainan di Liga Inggris akan sangat mendukung perkembangan kariernya. Ia merasa percaya diri mampu bersaing dengan para pemain terbaik yang berlaga di liga tersebut.
Menurut Leao, bermain dalam lingkungan yang sangat kompetitif dapat mengeluarkan potensi terbaik seorang pesepak bola. Oleh karena itu, peluang untuk bermain di Premier League menjadi daya tarik yang sangat kuat baginya.
“Jika ada kesempatan untuk bermain di Premier League, saya akan sangat senang. Saya pikir saya bisa mengadu kemampuan saya dengan para pemain di sana yang memiliki level sangat tinggi,” tegas Leao.
“Bermain di liga seperti itu benar-benar mampu mengeluarkan kemampuan terbaik seorang pemain,” pungkasnya.
Musim Sulit Membuat Performanya Menurun
Leao mengakui bahwa musim lalu merupakan salah satu periode tersulit dalam kariernya bersama AC Milan. Selain kegagalan tim lolos ke Liga Champions, ia juga harus berjuang dengan kondisi fisik yang kurang ideal.
Pemain tim nasional Portugal ini mengungkapkan bahwa cedera yang dialaminya dan perubahan posisi bermain turut memengaruhi performanya di lapangan. Ia merasa sistem permainan yang diterapkan oleh tim tidak sepenuhnya mendukung karakteristik terbaiknya.
“Itu adalah musim yang sulit. Kami gagal lolos ke Liga Champions, dan saya bermain selama empat hingga lima bulan dalam kondisi cedera karena peradangan pada selangkangan, di posisi yang tidak cocok untuk saya,” keluh Leao.
“Sistem taktik yang digunakan juga tidak membantu. Saya merasa bisa membuat perbedaan, tetapi cara tim bermain tidak menempatkan saya dalam kondisi yang memungkinkan hal itu terjadi. Pada akhirnya, hal tersebut sangat menguras energi saya,” tambahnya.
Sumber: FotMob
Liputan6.com, Jakarta – Belgia berhasil meraih kemenangan telak 5-0 dalam pertandingan persahabatan internasional melawan Tunisia yang digelar di King Baudouin Stadium pada Sabtu, 6 Juni 2026. Pertandingan ini menjadi salah satu laga pemanasan terakhir bagi kedua tim sebelum berkompetisi di Piala Dunia 2026.
Sejak awal pertandingan, Belgia menunjukkan dominasi yang signifikan. Gol-gol dicetak oleh Leandro Trossard, Charles De Ketelaere, Kevin De Bruyne, Dodi Lukebakio, dan Nicolas Raskin. Kemenangan ini memberikan suntikan moral yang besar bagi tim asuhan Rudi Garcia menjelang turnamen akbar sepak bola dunia.
Di sisi lain, kekalahan besar ini menjadi catatan penting bagi Tunisia. Tim yang dilatih oleh Sabri Lamouchi ini perlu melakukan evaluasi mendalam, terutama setelah harus mengakhiri pertandingan dengan bermain sepuluh orang akibat kartu merah.
Jalannya Pertandingan
Belgia berhasil membuka keunggulan pada menit ke-28. Leandro Trossard berhasil memanfaatkan umpan terobosan dan dengan tenang berhasil melewati kiper Tunisia dalam situasi satu lawan satu, mengubah skor menjadi 1-0.
Pada menit ke-53, keunggulan Belgia semakin bertambah. Charles De Ketelaere menyambut umpan dari rekan setimnya dengan sundulan jarak dekat yang tak mampu dihalau kiper, menggandakan kedudukan menjadi 2-0.
Situasi semakin sulit bagi Tunisia ketika Ismael Gharbi menerima kartu kuning kedua pada menit ke-62, yang berujung pada kartu merah. Mereka terpaksa melanjutkan pertandingan dengan sepuluh pemain.
Memanfaatkan keunggulan jumlah pemain, Belgia berhasil mencetak gol ketiga pada menit ke-65 melalui tendangan keras Kevin De Bruyne yang bersarang di sudut kiri bawah gawang. Serangan Belgia semakin tak terbendung di menit-menit akhir.
Dodi Lukebakio menambah pundi-pundi gol Belgia pada menit ke-85, disusul gol penutup dari Nicolas Raskin dua menit kemudian lewat tendangan dari tepi kotak penalti. Skor akhir 5-0 untuk kemenangan Belgia.
Susunan Pemain
Belgia (4-3-3): Thibaut Courtois; Thomas Meunier, Nathan Ngoy, Brandon Mechele, Timothy Castagne; Kevin De Bruyne, Amadou Onana, Youri Tielemans; Jeremy Doku, Leandro Trossard, Charles De Ketelaere.
Pelatih: Rudi Garcia
Tunisia (4-2-3-1): Abdelmouhib Chamakh; Amine Ben Hmida, Montassar Talbi, Omar Rekik, Adem Arous; Mohamed Belhadj Mahmoud, Ellyes Skhiri; Khalil Ayari, Elias Achouri, Ismael Gharbi; Hazem Mastouri.
Pelatih: Sabri Lamouchi






