DermayuMagz.com – Kompetisi bola basket Indonesia Basketball League (IBL) 2026 musim ini menghadirkan format baru di babak semifinal, yaitu menggunakan sistem best of 5. Format ini juga akan berlanjut hingga partai puncak final, menjadikan setiap pertandingan sangat krusial.
Babak semifinal IBL 2026 langsung menyajikan duel-duel sengit sejak game pertama. Menariknya, kedua tim tamu berhasil mencuri kemenangan dari tuan rumah. Hal ini cukup mengejutkan mengingat tim tuan rumah umumnya memiliki keunggulan statistik dari musim reguler.
Satria Muda Pertamina Jakarta, yang bermain di kandang sendiri di Bandung Arena, harus menelan kekalahan pahit. Mereka takluk dari Bogor Hornbills dengan skor 93-99 pada Jumat (5/6/2026). Kemenangan tandang ini membawa Bogor Hornbills unggul 1-0 dalam seri semifinal ini.
Kemenangan tersebut menjadi catatan sejarah bagi tim asuhan Cesar Camara Perez. Mereka berhasil menjadi tim tandang pertama yang mampu merebut kemenangan dari salah satu tim tersukses dalam sejarah IBL.
Sementara itu, di seri semifinal lainnya, pertandingan tak kalah seru. Juara bertahan Dewa United Banten berhasil mengamankan kemenangan pada Game 1 melawan Pelita Jaya Basketball Jakarta. Pertandingan yang digelar di PJ Arena, Jakarta, pada Sabtu malam (6/6/2026) berakhir dengan skor tipis 78-76 untuk kemenangan Dewa United.
Dewa United sempat membangun keunggulan signifikan hingga 22 poin. Namun, Pelita Jaya menunjukkan perlawanan sengit dan berhasil menyamakan kedudukan di menit-menit akhir. Kemenangan Dewa United dipastikan melalui sebuah layup dari Troy Gillenwater tepat sebelum peluit akhir dibunyikan.
Kekuatan Merata
Hasil dari Game 1 di kedua seri semifinal ini menunjukkan bahwa persaingan menuju babak final akan sangat ketat dan sulit diprediksi. Satria Muda dan Pelita Jaya, yang berstatus sebagai tuan rumah di dua pertandingan awal, kini menghadapi tekanan besar.
Kedua tim tersebut wajib bangkit pada Game 2 untuk menghindari ketertinggalan 0-2 sebelum seri berpindah ke kandang lawan. Kegagalan meraih kemenangan di kandang sendiri bisa sangat merugikan.
“Kedua tim memiliki kualitas yang merata. Semua tim yang masuk semifinal dibangun dengan target menjadi juara. Setiap pertandingan akan menjadi pertarungan yang sangat ketat dan sengit. Kami harus siap menghadapi segala kemungkinan,” ujar pelatih Dewa United, Agusti Julbe Bosch, mengenai peta persaingan.
Format Baru Menambah Seru
Penerapan format best of 5 dengan sistem kandang-tandang (Home-Home-Away-Away-Home), yang menguntungkan tim dengan peringkat lebih baik di musim reguler, membuat setiap pertandingan memiliki nilai yang sangat tinggi. Tidak ada lagi ruang untuk kesalahan berulang.
Satu kekalahan tambahan dapat secara drastis mengubah momentum dalam sebuah seri. Format ini juga menuntut konsistensi permainan, kedalaman skuad, serta kemampuan adaptasi tim sepanjang rangkaian pertandingan yang panjang.
Keempat tim yang berhasil menembus babak semifinal, yang berasal dari empat kota berbeda (Bandung, Bogor, Jakarta, dan Banten), masih memiliki peluang yang sama untuk melaju ke partai puncak. Namun, dua pertandingan pembuka telah membuktikan bahwa Semifinal IBL GoPay 2026 akan menjadi salah satu babak semifinal paling kompetitif dalam beberapa musim terakhir.
Kini, seluruh perhatian tertuju pada Game 2. Pertanyaan besar adalah apakah Satria Muda dan Pelita Jaya mampu bangkit dan menyamakan kedudukan? Ataukah Bogor Hornbills dan Dewa United akan semakin mendekatkan diri pada mimpi mereka untuk meraih gelar juara?
Perjalanan menuju gelar juara IBL GoPay 2026 baru saja dimulai, dan setiap pertandingan sejauh ini berhasil membuat para penggemar bola basket Indonesia menahan napas hingga peluit akhir berbunyi.
Penyesalan Raymond/Joaquin Gagal Juara Indonesia Open 2026
Liputan6.com, Jakarta – Ganda putra Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, mengungkapkan rasa kecewanya setelah gagal meraih gelar juara di Indonesia Open 2026. Mereka menyatakan bahwa ada satu momen krusial yang sangat disesalkan dalam pertandingan final melawan pasangan Malaysia.
Raymond/Joaquin harus puas sebagai runner-up setelah kalah dari unggulan ketujuh asal Malaysia, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin. Skor akhir pertandingan yang digelar di Istora Senayan pada Minggu (7/6/2026) malam WIB adalah 21-13, 18-21, dan 10-21.
“Kepada seluruh pecinta bulu tangkis yang telah memberikan dukungan luar biasa kepada kami malam ini, kami sangat menghargai itu. Terima kasih banyak atas dukungannya hari ini, sungguh luar biasa. Ini juga menjadi pelajaran penting bagi kami,” ujar Joaquin usai pertandingan.
Ia menambahkan, “Saya juga ingin meminta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia karena kami belum berhasil mempersembahkan gelar untuk ganda putra di Indonesia Open tahun ini. Kami mohon dukungan kalian tetap berlanjut, apa pun situasinya.”
Sudah All Out
Joaquin menjelaskan bahwa ia dan Raymond telah berusaha maksimal dan menampilkan permainan terbaik mereka sejak awal pertandingan. Mereka bermain tanpa beban dan mengerahkan seluruh kemampuan yang dimiliki.
Namun, ada satu momen kunci yang menjadi penyesalan terbesar mereka, yaitu pada gim kedua. Saat itu, mereka sempat unggul cukup jauh dan memiliki peluang besar untuk memenangkan pertandingan.
“Secara keseluruhan permainan kami, saya rasa sudah maksimal. Kami sudah menampilkan apa yang kami bisa, kami sudah mengerahkan segalanya,” terang Jokim, sapaan akrab Nikolaus Joaquin.
“Memang benar, di gim kedua kami sempat unggul cukup jauh, unggul enam poin. Namun, lawan berhasil meraih delapan poin berturut-turut. Kami di lapangan berusaha keras agar lawan tidak bisa mendapatkan poin beruntun sebanyak itu,” tambahnya.
Puji Pasangan Malaysia
Situasi berbalik dengan cepat, dan momen krusial tersebut membuat Raymond/Joaquin kehilangan momentum hingga akhirnya harus mengakui keunggulan lawan. Pasangan ganda putra Indonesia ini tidak ragu memberikan pujian kepada duet Malaysia yang bermain sangat baik dan mampu memanfaatkan situasi yang ada.
“Tentu saja, mereka adalah pasangan yang memiliki banyak pengalaman di turnamen-turnamen besar. Kami harus lebih waspada lagi, terutama pada poin-poin krusial yang membutuhkan konsentrasi ekstra, apalagi saat kami sudah unggul lebih dulu,” ujar Raymond.
“Saya rasa pasangan Malaysia hari ini bermain dengan sangat luar biasa. Mereka tetap fokus dan menjaga pikiran mereka. Mereka benar-benar tampil hebat hari ini,” pungkas Jokim.






