DermayuMagz.com – Polytron Indonesia Open 2026 mengalami peningkatan signifikan dalam hal kemeriahan dan antusiasme penonton. Kombinasi antara penerapan teknologi modern dan harga tiket yang terjangkau menjadi faktor utama yang membuat ajang bulu tangkis tahunan ini kembali bergairah.
Kehadiran Polytron sebagai sponsor utama membawa sentuhan teknologi yang terasa di berbagai aspek penyelenggaraan turnamen. Kecanggihan teknologi ini sudah mulai terlihat sejak pengunjung memasuki area Istora Senayan. Layar-layar LED berukuran besar dengan visual menarik terpampang di gerbang masuk, menyambut para Badminton Lovers.
Selain menampilkan informasi mengenai turnamen dan para sponsor, layar LED tersebut juga menampilkan maskot turnamen, PIO, yang beraksi dengan cara yang mengesankan dan menghibur.
Teknologi tidak hanya hadir di area luar, tetapi juga merambah ke dalam arena pertandingan. Berbeda dengan edisi sebelumnya yang menggunakan papan sponsor konvensional, kali ini layar LED canggih digunakan untuk menampilkan logo para sponsor. Layar ini tidak hanya statis, tetapi juga dapat berubah untuk menampilkan informasi tambahan saat jeda pertandingan.
Prosesi masuk pemain ke lapangan pun dibuat lebih megah dengan sentuhan teknologi modern. Berdasarkan informasi yang dihimpun, terdapat sekitar 20 unit LED Display dengan berbagai ukuran di dalam Istora Senayan yang dirancang untuk meningkatkan kenyamanan dan pengalaman pemain serta penonton.
Gerbang utama turnamen juga dihiasi oleh 14 unit LED Display mewah dengan ukuran bervariasi, mulai dari 16 meter hingga empat meter. Bahkan, LED terkecil yang digunakan untuk menciptakan suasana megah berukuran 150 cm x 50 cm.
“Tahun ini sangat bagus. Mulai dari detail kecil di pintu masuk, panggung, dekorasi, prosesi masuk pemain, hingga suasana di dalam Istora, serta momen-momen penting seperti saat challenge, semuanya luar biasa,” ujar Cecilia Kartika, seorang penggemar bulu tangkis asal Tomang, kepada Liputan6.com.
Para pemain bulu tangkis kelas dunia juga memberikan apresiasi terhadap kemegahan Polytron Indonesia Open 2026. Mereka terkesan dengan peningkatan positif di Istora Senayan yang membuat mereka merasa lebih nyaman saat bertanding. Perpaduan dukungan penonton yang luar biasa dan pelayanan kelas satu membuat mereka senang dapat berpartisipasi dalam turnamen ini.
“Jika dibandingkan dengan tahun lalu, saya melihat Indonesia Open terus berkembang. Fasilitasnya semakin baik, organisasinya sangat bagus, dan ada banyak peningkatan dari sisi penyelenggaraan. Sebagai pemain, kami merasa nyaman bermain di turnamen dengan kualitas penyelenggaraan seperti ini,” ujar pemain asal Prancis, Tomo Junior Popov.
Kemeriahan Polytron Indonesia Open 2026 tidak hanya didukung oleh teknologi canggih, tetapi juga oleh harga tiket yang sangat terjangkau. Tiket turnamen BWF Super 1000 ini dijual mulai dari Rp 40 ribu, sebuah harga yang sangat kompetitif dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Pihak penyelenggara menyediakan tiga kategori tiket: Kategori 1, 2, dan 3. Bahkan, harga tiket untuk babak final pada 7 Juni 2026 tidak ada yang mencapai Rp 1 juta. Kategori 3 dibanderol Rp 350 ribu, Kategori 2 Rp 500 ribu, dan Kategori 1 Rp 850 ribu. Terdapat pula diskon khusus bagi penonton yang membeli tiket saat periode presale.
“Harga tiketnya murah dibandingkan sebelumnya, namun fasilitas yang didapat sangat luar biasa. Saya datang setiap hari. Kebetulan kantor saya berada di sekitar Senayan, jadi bersama teman-teman kami datang untuk mengisi waktu sepulang kerja. Kami juga datang pada hari Sabtu dan Minggu untuk menyaksikan babak semifinal dan final,” tutur Della Susanto, seorang Badminton Lovers, saat ditemui Liputan6.com.
Kombinasi antara harga tiket yang terjangkau dan fasilitas kelas bintang lima membuat para pecinta bulu tangkis memadati Istora Senayan untuk menyaksikan Polytron Indonesia Open 2026. Selain menikmati pertandingan, penonton juga disuguhkan berbagai hiburan menarik.
Istora Senayan disulap oleh panitia menjadi sebuah area festival yang meriah, layaknya pesta rakyat. Terdapat panggung musik yang menampilkan sejumlah musisi ternama Indonesia, seperti Marion Jola, Maliq & D’Essentials, dan Moluccam Soul.
Yang menarik, penonton tidak perlu membeli tiket tambahan untuk menikmati panggung hiburan, mengunjungi booth sponsor, atau menikmati hidangan di area makanan dan minuman. Semua area tersebut dapat diakses secara gratis. Namun, tetap diberlakukan pemeriksaan keamanan untuk memastikan kenyamanan bersama. Tiket masuk hanya diperlukan untuk menyaksikan pertandingan.
Selain itu, stan makanan dan minuman yang tersedia sangat beragam, memastikan penonton Polytron Indonesia Open 2026 tidak akan merasa kelaparan. Terdapat berbagai tenant ternama seperti Starbucks, Bakmi GM, Shilin, dan Doner Kebab. Tidak ketinggalan, stan-stan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) juga turut hadir, menawarkan beragam kuliner lokal mulai dari Bakso Wonogiri, tahu krispi, hingga sate klatak.
“Tenang saja, harga makanan di Polytron Indonesia Open 2026 sangat terjangkau. Tidak ada yang terlalu mahal. Semuanya memiliki harga yang ramah di kantong,” ujar ketua panitia penyelenggara Polytron Indonesia Open 2026, Achmad Budiarto, dalam jumpa pers sehari sebelum turnamen dimulai.
Salah satu daya tarik utama di Polytron Indonesia Open 2026 adalah kehadiran booth Pokemon. Booth ini menyediakan berbagai hadiah menarik secara gratis, mulai dari stiker, gantungan kunci, balon, topi, hingga susu.
“Sangat kreatif memadukan Pokemon dengan bulu tangkis. Tadi saya bermain gim dan berhasil mendapatkan stiker Pokemon lucu dengan pose sedang bermain bulu tangkis,” tambah Deila.
Kombinasi antara harga tiket yang terjangkau dan kemegahan acara Polytron Indonesia Open 2026 berhasil menarik animo besar dari para penggemar bulu tangkis untuk datang ke Istora Senayan. Antusiasme penonton ini memberikan dampak positif bagi para pemain bulu tangkis Indonesia.
Indonesia berhasil meloloskan dua wakil ke partai final, yaitu Jonatan Christie di sektor tunggal putra dan pasangan ganda putra Raymond Indra serta Nikolaus Joaquin. Dukungan dan sorakan meriah dari para suporter di Indonesia Open 2026 memberikan semangat tambahan bagi para pemain Indonesia.
“Istora Senayan sangat meriah. Jumlah penonton terus bertambah setiap harinya,” ujar Raymond.
Kembalinya gairah penonton di Polytron Indonesia Open 2026 sejalan dengan tagline yang diusung, yaitu “Pride of Nation”. Pihak penyelenggara bersyukur target yang ditetapkan sebelum acara dimulai dapat tercapai berkat membludaknya jumlah penonton pada edisi 2026 ini.
“Kita patut bersyukur acara ini dapat terselesaikan dengan baik, lancar, aman, dan tanpa kendala. Meskipun kami berharap acara ini dapat dilengkapi dengan gelar juara, saat perancangan acara, ada beberapa tujuan yang ingin kami capai, salah satunya adalah mengembalikan euforia penonton. Kami berusaha memenuhi harapan para Badminton Lovers dengan memberikan tiket dan akses yang terjangkau. Kami juga harus memenuhi beberapa kriteria dari BWF, dan itu dapat kami penuhi. ‘Pride of Nation’ dapat kami wujudkan. Ini adalah kebanggaan bagi masyarakat dan BWF,” ungkap Achmad Budiarto.
“Apa yang kami sajikan ini bisa menjadi tolok ukur untuk menentukan jenis acara seperti apa yang dapat memberikan kebanggaan bagi para pecinta bulu tangkis. Semoga standar yang kami terapkan ini nantinya dapat diadopsi oleh BWF, seperti halnya teknologi LED.”






