DermayuMagz.com – Christian Eriksen kembali menjadi sorotan dunia sepak bola setelah mengalami insiden yang mengkhawatirkan saat membela Timnas Denmark. Gelandang berusia 34 tahun itu kolaps di tengah pertandingan uji coba melawan Ukraina yang digelar di Nature Energy Park, Minggu (07/06/2026) malam WIB.
Laga tersebut sebenarnya berlangsung menarik sejak menit awal. Denmark tampil dominan dan berhasil membuka keunggulan melalui tendangan keras Patrick Dorgu pada menit ke-13 sebelum Joakim Maehle menggandakan skor pada menit ke-36.
Ukraina sempat memberikan perlawanan menjelang turun minum. Viktor Tsygankov sukses memperkecil ketertinggalan pada menit ke-44 dan membuat pertandingan kembali hidup.
Namun, perhatian publik akhirnya beralih dari hasil pertandingan ke kondisi Eriksen. Insiden yang terjadi pada babak kedua membuat suasana stadion berubah drastis dan memunculkan kekhawatiran besar di kalangan pemain maupun suporter.
Pertandingan memasuki menit ke-65 ketika Christian Eriksen tiba-tiba memegangi dadanya. Beberapa saat kemudian, ia terjatuh di lapangan dan langsung mendapatkan penanganan dari tim medis.
Para pemain dari kedua tim tampak terpukul melihat kejadian tersebut. Petugas medis bergerak cepat untuk memastikan kondisi Eriksen dan memberikan perawatan yang diperlukan di tengah lapangan.
Situasi itu membuat pertandingan tidak lagi menjadi prioritas utama. Fokus seluruh pihak tertuju pada kondisi sang pemain yang pernah mengalami insiden serupa beberapa tahun lalu.
Kabar baik kemudian datang dari Federasi Sepak Bola Denmark. “Christian Eriksen sadar dan dalam keadaan baik mengingat situasinya. Pertandingan telah dibatalkan,” demikian pernyataan Timnas Denmark di akun X resmi mereka, @dbulandshold.
Peristiwa ini mengingatkan publik pada kejadian mengerikan yang dialami Eriksen saat Euro 2020. Ketika itu, ia mengalami serangan jantung dalam laga fase grup melawan Finlandia pada Juni 2021 dan jantungnya sempat berhenti berdetak selama kurang lebih lima menit.
Insiden tersebut sempat memunculkan kekhawatiran bahwa karier profesional Eriksen akan berakhir. Namun, proses pemulihan yang luar biasa membuatnya mampu kembali bermain di level tertinggi.
Setelah dipasangi alat pacu jantung implan atau implantable cardioverter-defibrillator (ICD) yang berfungsi mendeteksi gangguan irama jantung berbahaya, Eriksen perlahan kembali ke lapangan. Ia memulai kembali kariernya bersama Brentford hanya sekitar delapan bulan setelah kejadian di Euro 2020.
Perjalanan kebangkitannya berlanjut ketika ia kembali memperkuat Denmark sebelum bergabung dengan Manchester United pada musim panas berikutnya. Saat ini Eriksen tercatat sebagai pemain Wolfsburg.
(X/@dbulandshold)
DermayuMagz.com – Pasangan ganda putra Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, harus menelan pil pahit usai gagal meraih gelar juara di Indonesia Open 2026. Mereka mengakui ada satu momen krusial yang sangat disesalkan dalam pertandingan final melawan ganda putra Malaysia, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin.
Raymond/Joaquin harus mengakui keunggulan lawannya dengan skor 21-13, 18-21, dan 10-21 dalam laga yang berlangsung di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (7/6/2026). Kekalahan ini tentu meninggalkan rasa kecewa bagi kedua pemain dan para pendukungnya.
“Kepada para badminton lovers yang sudah rela mendukung kita, support kita pada malam hari ini, kita benar-benar menghargai banget. Terima kasih banyak untuk support-nya hari ini, benar-benar luar biasa. Dan juga menjadi pelajaran penting buat kita juga,” ujar Joaquin seusai pertandingan.
Ia menambahkan, dirinya dan Raymond sudah berusaha memberikan yang terbaik di lapangan. Namun, hasil akhir belum memihak kepada mereka.
“Saya juga ingin mengucapkan mohon maaf buat para masyarakat Indonesia karena kita gagal meraih gelar untuk ganda putra di Indonesia Open tahun ini. Dan ya, semoga tetap dukung kita apa pun keadaannya,” tambahnya.
Joaquin menjelaskan bahwa secara keseluruhan, permainan mereka sudah maksimal. Mereka telah menampilkan kemampuan terbaik yang dimiliki.
Namun, ada satu momen penting yang sangat disesalkan, yaitu pada gim kedua. Saat itu, Raymond/Joaquin sempat unggul cukup jauh dengan skor 14-8, dan peluang untuk menjadi juara semakin terbuka lebar.
“Tadi secara overall permainan kita, saya rasa sudah all out. Kita bermain sudah menampilkan apa yang kita bisa, kita sudah all out,” terang Jokim, sapaan akrab Nikolaus Joaquin.
“Memang tadi di set kedua sempat kita sudah unggul lumayan jauh, unggul 6 poin, tapi musuh langsung mendapat 8 poin secara beruntun. Kita pun juga di lapangan berusaha kalau bisa lawan jangan sampai poin dapat banyak-banyak,” tuturnya.
Situasi tersebut berbalik, dan momen krusial itu dimanfaatkan dengan baik oleh pasangan Malaysia. Raymond/Joaquin pun tak ragu memberikan pujian kepada Goh Sze Fei/Nur Izzuddin yang dinilai bermain luar biasa dan mampu memanfaatkan keadaan.
“Pastinya ya mereka juga pemain yang berpengalaman banyak ya di turnamen-turnamen besar. Kita harus lebih waspada lagi, apalagi di poin-poin yang mungkin konsentrasinya lebih ditambah lagi, apalagi posisinya kita sudah unggul duluan,” kata Raymond.
“Saya rasa pasangan Malaysia tadi mainnya benar-benar luar biasa, mereka tetap fokus, tetap menjaga pikiran mereka. Mereka benar-benar luar biasa hari ini,” pungkas Jokim.






