Tips Awet Muda ala Diah Permatasari: Hindari Daster dan Penolakan Disebut Sosialita

showbiz6 Dilihat

DermayuMagz.com – Aktris senior Diah Permatasari masih mempertahankan pesona awet mudanya di dunia hiburan. Ia mengungkapkan bahwa kunci kebahagiaan dan ketenangan hidupnya adalah dengan menjauhi segala bentuk sensasi.

Diah Permatasari menyatakan dengan tegas bahwa dirinya tidak menyukai hal-hal yang bersifat sensasional atau mencari perhatian melalui sensasi. Baginya, tampil apa adanya dan fokus pada karya adalah hal yang lebih penting.

Meskipun sering tampil memukau dengan gaya yang elegan, Diah menolak label sebagai sosialita. Ia lebih memilih untuk dikenal sebagai seorang seniman yang tetap membumi dan sederhana dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

“Saya tidak mau disebut sosialita. Teman-teman saya banyak yang sosialita, tapi saya bukan. Saya adalah pekerja seni,” tegasnya, menambahkan bahwa ia senang mengenakan pakaian yang terjangkau asalkan nyaman.

Kesederhanaannya juga terlihat dari kebiasaannya berbelanja. Diah tidak ragu untuk mengunjungi pasar tradisional, bahkan ia tidak segan membeli barang dengan harga miring jika kualitasnya baik dan nyaman digunakan.

“Saya sering ke pasar. Kalau ada yang murah meriah dan bagus, kenapa tidak?,” ungkapnya sambil tersenyum.

Diah juga sangat memperhatikan penampilannya saat berada di rumah. Ia berusaha keras untuk tidak mengenakan daster, yang menurutnya memberikan kesan “emak-emak” yang kurang rapi.

“Saya tidak pernah pakai daster di rumah. Suami saya juga tidak suka. Jadi saya lebih suka pakai celana pendek atau setelan piyama. Kita harus tetap terlihat cantik dan seksi di depan suami,” jelasnya.

Tak Ada Budget Khusus

Terkait perawatan kecantikan, Diah Permatasari mengaku tidak memiliki anggaran khusus setiap bulannya. Ia lebih mengutamakan perawatan alami dan tidak tertarik mengikuti tren medis yang dapat mengubah bentuk wajah.

Ia berujar, “Saya tidak punya budget khusus. Kalau memang sudah waktunya facial, baru saya pergi. Kalau tidak, ya tidak. Saya juga tidak mengikuti tren tarik benang atau operasi plastik.”

Diah menambahkan bahwa selama suaminya masih menganggap penampilannya baik, ia merasa nyaman dengan kondisi alaminya. Ia menekankan pentingnya menjaga penampilan yang natural.

Selalu Berusaha Happy

Keharmonisan dalam keluarga menjadi salah satu faktor penting yang membuat Diah Permatasari tetap terlihat segar dan bahagia. Ia membagikan tips sederhana yang selalu diterapkan untuk menjaga kesehatan mental dan fisiknya.

“Selalu berusaha untuk bahagia, berolahraga, dan menjadi diri sendiri. Anak-anak juga menjadi sumber kebahagiaan dan membuat saya selalu merasa muda,” pungkas Diah Permatasari.

Sementara itu, dalam berita lain, aktor Ibnu Jamil akan kembali ke layar lebar melalui film berjudul Saat Aku Bersuara. Film ini akan tayang mulai 18 Juni 2026 dan dibintangi oleh sejumlah aktor ternama, termasuk Marshanda.

Film yang disutradarai oleh Sonu S ini akan menampilkan Ibnu Jamil sebagai Adrian, seorang Jaksa Penuntut Umum yang terlibat dalam kasus kekerasan seksual. Ibnu Jamil menjelaskan bahwa karakternya ini adalah sosok protagonis.

“Karakter yang unik buat saya, di tengah perfilman kita dengan berbagai tawaran peran dan genre, Adrian terasa menarik. Ya, 100 persen protagonis. Kalau lebih gampang, itu relatif. Kalau ditanya lebih suka, lebih senang antagonis belakangan ini,” ujar Ibnu Jamil dalam sebuah wawancara eksklusif.

Ibnu Jamil mengungkapkan bahwa peran sebagai jaksa merupakan impiannya sejak lama. Namun, ia membocorkan bahwa adegan di ruang sidang bukanlah fokus utama film Saat Aku Bersuara.

Film Saat Aku Bersuara bercerita tentang Nadia (Marshanda), seorang pengacara yang mengalami tragedi pemerkosaan setelah berusaha menolong sahabatnya. Nadia kemudian memilih untuk bersuara melalui blog pribadinya yang menjadi viral, dan memulai perjuangannya mencari keadilan.

1. Reuni dengan Marshanda

Film Saat Aku Bersuara menjadi momen pertama bagi Ibnu Jamil dan Marshanda untuk beradu akting di layar lebar. Keduanya pernah bekerja sama dalam sinetron sekitar 16 tahun lalu, sehingga momen ini dianggap sebagai sebuah reuni yang menyenangkan bagi Ibnu Jamil.

“Saya pernah adu akting dengan Marshanda tapi di sinetron sih, tahun 2010, Sejuta Cinta Marshanda. Untuk film, baru kali ini. Akting Marshanda top, keren, sebagai aktor tak perlu diragukan lagi kualitas aktingnya,” puji Ibnu Jamil.

2. Adrian dan Masa Lalu Pahit

Dalam film ini, Ibnu Jamil memerankan karakter Adrian, seorang JPU yang menangani kasus Nadia. Adrian menyimpan luka mendalam dari masa lalu setelah adiknya menjadi korban ketidakadilan dan bunuh diri akibat pelecehan yang dialaminya.

“Dia punya misi, masalah yang dulu ingin diselesaikan namun tidak terselesaikan. Dia punya adik yang jadi korban ketidakadilan. Dia jadi jaksa untuk membantu mereka yang punya masalah hukum, untuk dijembatani,” jelas Ibnu Jamil mengenai motivasi karakternya.