Maroko dan Kebangkitan Negara Afrika Siap Guncang Piala Dunia 2026

bola5 Dilihat

Maroko dan Gelombang Kebangkitan Negara Afrika Siap Mengguncang Piala Dunia 2026

Maroko, Senegal, Pantai Gading, hingga Mesir datang dengan kepercayaan diri tinggi ke Piala Dunia 2026. Mampukah wakil Afrika menciptakan sejarah baru?

OlehAsad ArifinDiterbitkan 08 Juni 2026, 15:18 WIBShareCopy LinkBatalkanPerbesarBek Manchester United, Noussair Mazraoui (kiri), menyumbangkan satu assist saat Timnas Maroko menang 2-0 atas Comoros pada laga perdana Grup A Pial Afrika 2025 di Stade Prince Moulay Abdallah, Rabat, Senin (22/12/2025) dini hari WIB. (AFP/Paul Ellis)

Liputan6.com, Jakarta – Piala Dunia 2026 berpotensi menjadi titik balik bagi sepak bola Afrika. Untuk pertama kalinya, banyak pihak menilai wakil-wakil dari Benua Hitam tidak hanya hadir sebagai pelengkap turnamen.

Optimisme itu muncul karena perkembangan kualitas pemain, kematangan taktik, dan perubahan mentalitas yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Tim-tim Afrika kini datang dengan keyakinan bahwa mereka mampu bersaing melawan negara-negara elite dunia.

Prediksi tentang kebangkitan Afrika sebenarnya sudah lama bergema. Legenda sepak bola dunia, Pele, pernah meyakini bahwa suatu hari akan ada negara Afrika yang mampu menjuarai Piala Dunia.

Kini, peluang tersebut terasa lebih realistis dibandingkan edisi-edisi sebelumnya. Dengan 10 wakil yang tampil di Piala Dunia 2026, Afrika memiliki peluang lebih besar untuk menghadirkan kejutan di panggung terbesar sepak bola dunia.

Dari Masa Sulit Menuju Era Penuh KeyakinanPerbesarPemain Timnas Maroko, Brahim Diaz cetak gol ke gawang Kamerun pada ajang Piala Afrika hari Sabtu (10/01/2026) dini hari WIB. (Gabriel BOUYS / AFP)

Perjalanan Afrika di Piala Dunia tidak selalu berjalan indah. Salah satu momen paling pahit terjadi ketika DR Kongo menelan kekalahan telak 0-9 dari Yugoslavia pada Piala Dunia 1974.

Namun, pengalaman pahit tersebut tidak menghentikan perkembangan sepak bola Afrika. Dari generasi ke generasi, kualitas pemain dan organisasi sepak bola terus mengalami peningkatan signifikan.

Pada Piala Dunia 2026, Afrika diwakili oleh Aljazair, Tanjung Verde, DR Kongo, Mesir, Ghana, Pantai Gading, Maroko, Senegal, Afrika Selatan, dan Tunisia. Jumlah tersebut menjadi representasi terbesar Afrika sepanjang sejarah turnamen.

Perubahan paling mencolok terlihat pada aspek mental. Tim-tim Afrika kini tidak lagi datang dengan rasa inferior ketika menghadapi negara-negara besar, melainkan membawa ambisi untuk menang dan melangkah sejauh mungkin.

Maroko Membuka Jalan, Negara Lain Siap MengikutiPerbesarPenyerang Aljazair nomor 7, Riyad Mahrez (tengah), meninggalkan lapangan saat pertandingan sepak bola Grup E Piala Afrika antara Aljazair dan Burkina Faso di Stadion Moulay Hassan, Rabat, pada 28 Desember 2025. (Paul ELLIS / AFP)

Nama Maroko menjadi simbol kebangkitan sepak bola Afrika dalam beberapa tahun terakhir. Atlas Lions mencatat sejarah dengan mencapai semifinal Piala Dunia 2022.

Perjalanan luar biasa itu mengubah persepsi dunia terhadap sepak bola Afrika. Kemenangan atas Spanyol dan Portugal membuktikan bahwa wakil Afrika mampu menaklukkan kekuatan tradisional sepak bola dunia.

Kesuksesan Maroko menjadi sumber inspirasi bagi negara-negara lain seperti Senegal, Pantai Gading, dan Mesir. Mereka kini memiliki contoh nyata bahwa pencapaian besar bukan lagi sekadar mimpi.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Anda Sedang Mengikuti Pembahasan SeputarSimak Artikel Lain Tentang Piala Dunia FIFA 2026Lihat Semua

Prediksi Eks Pemain MU tentang Juara Piala Dunia 2026: Bukan Argentina atau Brasil, Prancis Jadi Favorit

Update Timnas Brasil Jelang Piala Dunia 2026: Raphinha Akui Belum Capai Kondisi Terbaik

Timnas Prancis dan Misi ‘Happy Ending’ Bersama Didier Deschamps di Piala Dunia 2026

Lanjut Baca:

Dengan kualitas pemain yang tersebar di berbagai liga top Eropa, sejumlah wakil Afrika diprediksi mampu melangkah jauh. Bahkan, peluang menghadirkan semifinalis atau finalis baru dari Afrika tidak lagi dianggap mustahil.

Show AllAsad ArifinTim RedaksiShareCopy LinkBatalkanAjang OlahragaPresiden FIFA Gianni Infantino menyebutkan tiga negara akan menjadi tuan rumah untuk Piala Dunia 2026 mendatang.Lihat SelengkapnyaPiala Dunia 2026

  • EventPiala Dunia FIFA 2026 akan menjadi edisi terbesar dalam sejarah turnamen, diselenggarakan di tiga negara tuan rumah (Amerika Serikat, Kanada, Meksiko) dengan 48 tim peserta dan total 104 pertandingan.Lihat SelengkapnyaPiala Dunia 2026 Info
  • Tim SepakbolaTim nasional sepak bola Maroko merupakan sebuah tim nasional sepak bola yang berada di bawah Federasi Sepak Bola Kerajaan Maroko.Lihat SelengkapnyaTimnas Maroko
  • Pentas Bola Dunia 2026
  • Maroko
  • Pentas Bola Dunia 2026

    • Apa Alasan Lamine Yamal Selalu Memakai Perban di Tangannya?1 menit yang lalu
    • Piala Dunia 2026: Insiden Penembakan di Dekat Markas Inggris di Kansas City Timbulkan Sorotan soal Keamanan13 menit yang lalu
    • Prediksi Eks Pemain MU tentang Juara Piala Dunia 2026: Bukan Argentina atau Brasil, Prancis Jadi Favorit22 menit yang lalu
    • Update Timnas Brasil Jelang Piala Dunia 2026: Raphinha Akui Belum Capai Kondisi Terbaik27 menit yang lalu
    • Timnas Prancis dan Misi ‘Happy Ending’ Bersama Didier Deschamps di Piala Dunia 202633 menit yang lalu
    • 2 Pemain Kunci Timnas Maroko Cedera Menjelang Piala Dunia 202641 menit yang lalu
    • Maroko dan Gelombang Kebangkitan Negara Afrika Siap Mengguncang Piala Dunia 202656 menit yang lalu
    • Menuju Piala Dunia 2026: Inggris Diminta Maksimalkan Ketajaman Harry Kane57 menit yang lalu
    • Daftar Skuad Termahal Piala Dunia 2026: Prancis Teratas, Disusul Inggris dan Spanyol59 menit yang lalu
    • Regulasi Kartu Kuning dan Kartu Merah Piala Dunia 2026: Aturan Pemutihan dari FIFA1 jam yang lalu
    • Thomas Tuchel Kritik Performa Inggris: Soroti Masalah Taktik Menjelang Piala Dunia 20261 jam yang lalu
    • Piala Dunia 2026: Harry Kane Jadi Tumpuan Inggris, Mampukah Akhiri Penantian 60 Tahun?1 jam yang lalu

    Lihat Selengkapnya

    Maroko dan Gelombang Kebangkitan Negara Afrika Siap Mengguncang Piala Dunia 2026

    Maroko, Senegal, Pantai Gading, hingga Mesir datang dengan kepercayaan diri tinggi ke Piala Dunia 2026. Mampukah wakil Afrika menciptakan sejarah baru?

    OlehAsad ArifinDiterbitkan 08 Juni 2026, 15:18 WIBShareCopy LinkBatalkanPerbesarBek Manchester United, Noussair Mazraoui (kiri), menyumbangkan satu assist saat Timnas Maroko menang 2-0 atas Comoros pada laga perdana Grup A Pial Afrika 2025 di Stade Prince Moulay Abdallah, Rabat, Senin (22/12/2025) dini hari WIB. (AFP/Paul Ellis)

    Dengan kualitas pemain yang tersebar di berbagai liga top Eropa, sejumlah wakil Afrika diprediksi mampu melangkah jauh. Bahkan, peluang menghadirkan semifinalis atau finalis baru dari Afrika tidak lagi dianggap mustahil.

    Kekuatan Pelatih Lokal Jadi Senjata TambahanPerbesarPria kelahiran Jerman ini juga mundur dari Ghana usai tersingkir di fase grup Piala Dunia 2022. Otto Addo sejak awal memang akan memutuskan mundur dari kursi pelatih Ghana usai Piala Dunia 2022. (AP/Luca Bruno)

    Faktor lain yang membuat Afrika semakin berbahaya adalah meningkatnya kepercayaan kepada pelatih lokal. Mayoritas wakil Afrika di Piala Dunia 2026 kini ditangani oleh pelatih yang berasal dari negara atau kawasan yang sama.

    Sebanyak tujuh dari 10 peserta Afrika dipimpin pelatih lokal. Mereka adalah Walid Regragui, Pape Thiaw, Emerse Fae, Sami Trabelsi, Hossam Hassan, Otto Addo, dan Pedro Leitao Brito.

    Kedekatan budaya serta pemahaman terhadap karakter pemain menjadi keuntungan tersendiri. Para pelatih tersebut memahami tekanan, harapan, dan identitas sepak bola yang hidup di negara masing-masing.

    Hasilnya sudah mulai terlihat dalam beberapa tahun terakhir. Regragui membawa Maroko ke semifinal Piala Dunia 2022, sementara Fae sukses mengantar Pantai Gading menjuarai Piala Afrika 2023, sebuah bukti bahwa era baru sepak bola Afrika benar-benar sedang berlangsung.

    Sumber: The New Times

    Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

    Anda Sedang Mengikuti Pembahasan SeputarSimak Artikel Lain Tentang Piala Dunia FIFA 2026Lihat Semua

    Rafael Leao Pukul Wajah Lawan dan Terancam Hukuman Tambahan di Piala Dunia 2026

    Kylian Mbappe Akui Tak Pernah Menonton Ulang Final Piala Dunia 2022: Bisa Bangkitkan Setan

    Mendadak Piala Dunia 2026, Tyler Fletcher Masih Tak Percaya Dapat Panggilan Timnas Skotlandia

    Show AllAsad ArifinTim RedaksiShareCopy LinkBatalkanAjang OlahragaPresiden FIFA Gianni Infantino menyebutkan tiga negara akan menjadi tuan rumah untuk Piala Dunia 2026 mendatang.Lihat SelengkapnyaPiala Dunia 2026

  • EventPiala Dunia FIFA 2026 akan menjadi edisi terbesar dalam sejarah turnamen, diselenggarakan di tiga negara tuan rumah (Amerika Serikat, Kanada, Meksiko) dengan 48 tim peserta dan total 104 pertandingan.Lihat SelengkapnyaPiala Dunia 2026 Info
  • Tim SepakbolaTim nasional sepak bola Maroko merupakan sebuah tim nasional sepak bola yang berada di bawah Federasi Sepak Bola Kerajaan Maroko.Lihat SelengkapnyaTimnas Maroko
  • Pentas Bola Dunia 2026
  • Maroko
  • Maroko dan Gelombang Kebangkitan Negara Afrika Siap Mengguncang Piala Dunia 2026

    Maroko, Senegal, Pantai Gading, hingga Mesir datang dengan kepercayaan diri tinggi ke Piala Dunia 2026. Mampukah wakil Afrika menciptakan sejarah baru?

    OlehAsad ArifinDiterbitkan 08 Juni 2026, 15:18 WIBShareCopy LinkBatalkanPerbesarBek Manchester United, Noussair Mazraoui (kiri), menyumbangkan satu assist saat Timnas Maroko menang 2-0 atas Comoros pada laga perdana Grup A Pial Afrika 2025 di Stade Prince Moulay Abdallah, Rabat, Senin (22/12/2025) dini hari WIB. (AFP/Paul Ellis)

    Liputan6.com, Jakarta – Piala Dunia 2026 berpotensi menjadi titik balik bagi sepak bola Afrika. Untuk pertama kalinya, banyak pihak menilai wakil-wakil dari Benua Hitam tidak hanya hadir sebagai pelengkap turnamen.

    Optimisme itu muncul karena perkembangan kualitas pemain, kematangan taktik, dan perubahan mentalitas yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Tim-tim Afrika kini datang dengan keyakinan bahwa mereka mampu bersaing melawan negara-negara elite dunia.

    Prediksi tentang kebangkitan Afrika sebenarnya sudah lama bergema. Legenda sepak bola dunia, Pele, pernah meyakini bahwa suatu hari akan ada negara Afrika yang mampu menjuarai Piala Dunia.

    Kini, peluang tersebut terasa lebih realistis dibandingkan edisi-edisi sebelumnya. Dengan 10 wakil yang tampil di Piala Dunia 2026, Afrika memiliki peluang lebih besar untuk menghadirkan kejutan di panggung terbesar sepak bola dunia.

    Dari Masa Sulit Menuju Era Penuh KeyakinanPerbesarPemain Timnas Maroko, Brahim Diaz cetak gol ke gawang Kamerun pada ajang Piala Afrika hari Sabtu (10/01/2026) dini hari WIB. (Gabriel BOUYS / AFP)

    Perjalanan Afrika di Piala Dunia tidak selalu berjalan indah. Salah satu momen paling pahit terjadi ketika DR Kongo menelan kekalahan telak 0-9 dari Yugoslavia pada Piala Dunia 1974.

    Namun, pengalaman pahit tersebut tidak menghentikan perkembangan sepak bola Afrika. Dari generasi ke generasi, kualitas pemain dan organisasi sepak bola terus mengalami peningkatan signifikan.

    Pada Piala Dunia 2026, Afrika diwakili oleh Aljazair, Tanjung Verde, DR Kongo, Mesir, Ghana, Pantai Gading, Maroko, Senegal, Afrika Selatan, dan Tunisia. Jumlah tersebut menjadi representasi terbesar Afrika sepanjang sejarah turnamen.

    Perubahan paling mencolok terlihat pada aspek mental. Tim-tim Afrika kini tidak lagi datang dengan rasa inferior ketika menghadapi negara-negara besar, melainkan membawa ambisi untuk menang dan melangkah sejauh mungkin.

    Maroko Membuka Jalan, Negara Lain Siap MengikutiPerbesarPenyerang Aljazair nomor 7, Riyad Mahrez (tengah), meninggalkan lapangan saat pertandingan sepak bola Grup E Piala Afrika antara Aljazair dan Burkina Faso di Stadion Moulay Hassan, Rabat, pada 28 Desember 2025. (Paul ELLIS / AFP)

    Nama Maroko menjadi simbol kebangkitan sepak bola Afrika dalam beberapa tahun terakhir. Atlas Lions mencatat sejarah dengan mencapai semifinal Piala Dunia 2022.

    Perjalanan luar biasa itu mengubah persepsi dunia terhadap sepak bola Afrika. Kemenangan atas Spanyol dan Portugal membuktikan bahwa wakil Afrika mampu menaklukkan kekuatan tradisional sepak bola dunia.

    Kesuksesan Maroko menjadi sumber inspirasi bagi negara-negara lain seperti Senegal, Pantai Gading, dan Mesir. Mereka kini memiliki contoh nyata bahwa pencapaian besar bukan lagi sekadar mimpi.

    Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

    Anda Sedang Mengikuti Pembahasan SeputarSimak Artikel Lain Tentang Piala Dunia FIFA 2026Lihat Semua

    Rafael Leao Pukul Wajah Lawan dan Terancam Hukuman Tambahan di Piala Dunia 2026

    Kylian Mbappe Akui Tak Pernah Menonton Ulang Final Piala Dunia 2022: Bisa Bangkitkan Setan

    Mendadak Piala Dunia 2026, Tyler Fletcher Masih Tak Percaya Dapat Panggilan Timnas Skotlandia

    Lanjut Baca:

    Dengan kualitas pemain yang tersebar di berbagai liga top Eropa, sejumlah wakil Afrika diprediksi mampu melangkah jauh. Bahkan, peluang menghadirkan semifinalis atau finalis baru dari Afrika tidak lagi dianggap mustahil.

    Show AllAsad ArifinTim RedaksiShareCopy LinkBatalkanAjang OlahragaPresiden FIFA Gianni Infantino menyebutkan tiga negara akan menjadi tuan rumah untuk Piala Dunia 2026 mendatang.Lihat SelengkapnyaPiala Dunia 2026

  • EventPiala Dunia FIFA 2026 akan menjadi edisi terbesar dalam sejarah turnamen, diselenggarakan di tiga negara tuan rumah (Amerika Serikat, Kanada, Meksiko) dengan 48 tim peserta dan total 104 pertandingan.Lihat SelengkapnyaPiala Dunia 2026 Info
  • Tim SepakbolaTim nasional sepak bola Maroko merupakan sebuah tim nasional sepak bola yang berada di bawah Federasi Sepak Bola Kerajaan Maroko.Lihat SelengkapnyaTimnas Maroko
  • Pentas Bola Dunia 2026
  • Maroko
  • Maroko dan Gelombang Kebangkitan Negara Afrika Siap Mengguncang Piala Dunia 2026

    Maroko, Senegal, Pantai Gading, hingga Mesir datang dengan kepercayaan diri tinggi ke Piala Dunia 2026. Mampukah wakil Afrika menciptakan sejarah baru?

    OlehAsad ArifinDiterbitkan 08 Juni 2026, 15:18 WIBShareCopy LinkBatalkanPerbesarBek Manchester United, Noussair Mazraoui (kiri), menyumbangkan satu assist saat Timnas Maroko menang 2-0 atas Comoros pada laga perdana Grup A Pial Afrika 2025 di Stade Prince Moulay Abdallah, Rabat, Senin (22/12/2025) dini hari WIB. (AFP/Paul Ellis)

    Liputan6.com, Jakarta – Piala Dunia 2026 berpotensi menjadi titik balik bagi sepak bola Afrika. Untuk pertama kalinya, banyak pihak menilai wakil-wakil dari Benua Hitam tidak hanya hadir sebagai pelengkap turnamen.

    Optimisme itu muncul karena perkembangan kualitas pemain, kematangan taktik, dan perubahan mentalitas yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Tim-tim Afrika kini datang dengan keyakinan bahwa mereka mampu bersaing melawan negara-negara elite dunia.

    Prediksi tentang kebangkitan Afrika sebenarnya sudah lama bergema. Legenda sepak bola dunia, Pele, pernah meyakini bahwa suatu hari akan ada negara Afrika yang mampu menjuarai Piala Dunia.

    Kini, peluang tersebut terasa lebih realistis dibandingkan edisi-edisi sebelumnya. Dengan 10 wakil yang tampil di Piala Dunia 2026, Afrika memiliki peluang lebih besar untuk menghadirkan kejutan di panggung terbesar sepak bola dunia.

    Dari Masa Sulit Menuju Era Penuh KeyakinanPerbesarPemain Timnas Maroko, Brahim Diaz cetak gol ke gawang Kamerun pada ajang Piala Afrika hari Sabtu (10/01/2026) dini hari WIB. (Gabriel BOUYS / AFP)

    Perjalanan Afrika di Piala Dunia tidak selalu berjalan indah. Salah satu momen paling pahit terjadi ketika DR Kongo menelan kekalahan telak 0-9 dari Yugoslavia pada Piala Dunia 1974.

    Namun, pengalaman pahit tersebut tidak menghentikan perkembangan sepak bola Afrika. Dari generasi ke generasi, kualitas pemain dan organisasi sepak bola terus mengalami peningkatan signifikan.

    Pada Piala Dunia 2026, Afrika diwakili oleh Aljazair, Tanjung Verde, DR Kongo, Mesir, Ghana, Pantai Gading, Maroko, Senegal, Afrika Selatan, dan Tunisia. Jumlah tersebut menjadi representasi terbesar Afrika sepanjang sejarah turnamen.

    Perubahan paling mencolok terlihat pada aspek mental. Tim-tim Afrika kini tidak lagi datang dengan rasa inferior ketika menghadapi negara-negara besar, melainkan membawa ambisi untuk menang dan melangkah sejauh mungkin.

    Maroko Membuka Jalan, Negara Lain Siap MengikutiPerbesarPenyerang Aljazair nomor 7, Riyad Mahrez (tengah), meninggalkan lapangan saat pertandingan sepak bola Grup E Piala Afrika antara Aljazair dan Burkina Faso di Stadion Moulay Hassan, Rabat, pada 28 Desember 2025. (Paul ELLIS / AFP)

    Nama Maroko menjadi simbol kebangkitan sepak bola Afrika dalam beberapa tahun terakhir. Atlas Lions mencatat sejarah dengan mencapai semifinal Piala Dunia 2022.

    Perjalanan luar biasa itu mengubah persepsi dunia terhadap sepak bola Afrika. Kemenangan atas Spanyol dan Portugal membuktikan bahwa wakil Afrika mampu menaklukkan kekuatan tradisional sepak bola dunia.

    Kesuksesan Maroko menjadi sumber inspirasi bagi negara-negara lain seperti Senegal, Pantai Gading, dan Mesir. Mereka kini memiliki contoh nyata bahwa pencapaian besar bukan lagi sekadar mimpi.

    Dengan kualitas pemain yang tersebar di berbagai liga top Eropa, sejumlah wakil Afrika diprediksi mampu melangkah jauh. Bahkan, peluang menghadirkan semifinalis atau finalis baru dari Afrika tidak lagi dianggap mustahil.

    Kekuatan Pelatih Lokal Jadi Senjata TambahanPerbesarPria kelahiran Jerman ini juga mundur dari Ghana usai tersingkir di fase grup Piala Dunia 2022. Otto Addo sejak awal memang akan memutuskan mundur dari kursi pelatih Ghana usai Piala Dunia 2022. (AP/Luca Bruno)

    Faktor lain yang membuat Afrika semakin berbahaya adalah meningkatnya kepercayaan kepada pelatih lokal. Mayoritas wakil Afrika di Piala Dunia 2026 kini ditangani oleh pelatih yang berasal dari negara atau kawasan yang sama.

    Sebanyak tujuh dari 10 peserta Afrika dipimpin pelatih lokal. Mereka adalah Walid Regragui, Pape Thiaw, Emerse Fae, Sami Trabelsi, Hossam Hassan, Otto Addo, dan Pedro Leitao Brito.

    Kedekatan budaya serta pemahaman terhadap karakter pemain menjadi keuntungan tersendiri. Para pelatih tersebut memahami tekanan, harapan, dan identitas sepak bola yang hidup di negara masing-masing.

    Hasilnya sudah mulai terlihat dalam beberapa tahun terakhir. Regragui membawa Maroko ke semifinal Piala Dunia 2022, sementara Fae sukses mengantar Pantai Gading menjuarai Piala Afrika 2023, sebuah bukti bahwa era baru sepak bola Afrika benar-benar sedang berlangsung.

    Sumber: The New Times

    Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

    Anda Sedang Mengikuti Pembahasan SeputarSimak Artikel Lain Tentang Piala Dunia FIFA 2026Lihat Semua

    Rafael Leao Pukul Wajah Lawan dan Terancam Hukuman Tambahan di Piala Dunia 2026

    Kylian Mbappe Akui Tak Pernah Menonton Ulang Final Piala Dunia 2022: Bisa Bangkitkan Setan

    Mendadak Piala Dunia 2026, Tyler Fletcher Masih Tak Percaya Dapat Panggilan Timnas Skotlandia

    Show AllAsad ArifinTim RedaksiShareCopy LinkBatalkanAjang OlahragaPresiden FIFA Gianni Infantino menyebutkan tiga negara akan menjadi tuan rumah untuk Piala Dunia 2026 mendatang.Lihat SelengkapnyaPiala Dunia 2026

  • EventPiala Dunia FIFA 2026 akan menjadi edisi terbesar dalam sejarah turnamen, diselenggarakan di tiga negara tuan rumah (Amerika Serikat, Kanada, Meksiko) dengan 48 tim peserta dan total 104 pertandingan.Lihat SelengkapnyaPiala Dunia 2026 Info
  • Tim SepakbolaTim nasional sepak bola Maroko merupakan sebuah tim nasional sepak bola yang berada di bawah Federasi Sepak Bola Kerajaan Maroko.Lihat SelengkapnyaTimnas Maroko
  • Pentas Bola Dunia 2026
  • Maroko