DermayuMagz.com – Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, membantah keras adanya kabar perombakan jajaran direksi PT PLN (Persero). Menurutnya, informasi tersebut tidak benar alias hoaks.
Dony menjelaskan bahwa hingga saat ini, PLN belum menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). RUPS PLN sendiri dijadwalkan akan dilaksanakan pada tanggal 15 Juni 2026.
“Nggak, belum tahu (ada perombakan direksi). Itu hoaks kali. Kalau mau RUPS suka banyak hoaks,” ujar Dony seperti dikutip dari Antara pada Senin, 8 Juni 2026.
Pernyataan Dony ini merupakan respons terhadap beredarnya kabar yang menyebutkan bahwa BP BUMN dan Danantara telah menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) PT PLN (Persero). Namun, Dony menegaskan bahwa kabar tersebut tidak sesuai dengan fakta.
“Kok (disebut) sudah RUPS. Orang (PLN) belum RUPS. Tanggal 15 (RUPS-nya),” tegas Dony untuk meluruskan informasi yang beredar.
Sebelumnya, PT PLN (Persero) memang telah merencanakan untuk melakukan perampingan jumlah anak usahanya. Targetnya, jumlah entitas usaha dalam grup PLN akan menyusut dari 44 menjadi 23 perusahaan pada tahun 2028.
Dony Oskaria mengungkapkan bahwa upaya perampingan ini merupakan bagian dari program *streamlining* PLN Group. Tujuannya adalah untuk meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat tata kelola perusahaan, serta menciptakan struktur bisnis yang lebih fokus dan terintegrasi.
Langkah ini juga diharapkan dapat mempercepat transformasi perusahaan dan memperkuat keandalan sistem kelistrikan, sehingga PLN dapat lebih efektif dalam mendukung ketahanan energi nasional.
“Percepatan transformasi dan penguatan keandalan sistem kelistrikan menjadi kunci agar PLN semakin efektif mendukung ketahanan energi nasional,” kata Dony dalam keterangan resmi pada Rabu, 3 Juni 2026.
Selain fokus pada perampingan entitas usaha, PLN juga terus melaporkan perkembangan implementasi Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034. Progresnya dilaporkan cukup positif, di mana sekitar 1.634 proyek atau hampir 40 persen dari total proyek yang direncanakan telah memasuki tahap eksekusi.
Capaian ini menunjukkan komitmen PLN dalam mempercepat pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan nasional. Pembangunan tersebut mencakup pembangkit, jaringan transmisi, hingga gardu induk untuk memenuhi kebutuhan energi yang terus meningkat.
“Capaian tersebut mencerminkan komitmen PLN dalam mempercepat pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan nasional. Mulai dari pembangunan pembangkit, jaringan transmisi, hingga gardu induk untuk memenuhi kebutuhan energi yang terus meningkat,” ujar Dony.
Dony juga menyoroti upaya penguatan sistem kelistrikan pasca-gangguan yang terjadi di Sumatera. PLN terus melakukan evaluasi dan penguatan sistem guna meningkatkan keandalan pasokan listrik di wilayah tersebut.
Beberapa proyek strategis tengah disiapkan untuk memperkuat infrastruktur kelistrikan Sumatera. Ini termasuk pembangunan jaringan transmisi tegangan tinggi seperti 500 kV, 275 kV, dan 150 kV. Selain itu, penambahan kapasitas pembangkit di berbagai wilayah juga menjadi prioritas untuk memperkuat ketahanan sistem dan meminimalkan risiko gangguan di masa mendatang.
“Melalui transformasi korporasi yang berkelanjutan, percepatan implementasi RUPTL, dan penguatan sistem kelistrikan nasional, PLN diharapkan semakin siap menjalankan perannya sebagai penyedia tenaga listrik nasional yang andal sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi, investasi, dan agenda transisi energi Indonesia,” pungkas Dony.






