DermayuMagz.com – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) tengah melakukan investigasi mendalam terhadap dugaan rekayasa keuangan di tubuh PT Pos Indonesia. Temuan awal menunjukkan adanya praktik yang sudah berlangsung bertahun-tahun, menjadi salah satu pemicu utama perlunya perombakan besar-besaran pada perusahaan logistik plat merah ini.
Rohan Hafas, Managing Director Stakeholders Management & Communications Danantara, menyatakan bahwa upaya pembenahan PT Pos Indonesia dilakukan secara menyeluruh. Proses ini mencakup audit operasional dan keuangan yang ketat untuk mengungkap akar permasalahan yang telah menumpuk.
Dalam proses evaluasi dan audit yang sedang berjalan, Danantara menemukan adanya indikasi penyimpangan dan praktik fraud yang signifikan. Dugaan rekayasa keuangan ini menjadi sorotan utama, karena berpotensi merusak integritas dan kinerja perusahaan dalam jangka panjang.
“Yang perlu dipahami, PT Pos Indonesia saat ini memang sedang kami benahi secara menyeluruh. Dari proses due diligence dan evaluasi yang berjalan, kami menemukan berbagai persoalan keuangan dan tata kelola yang telah terakumulasi selama bertahun-tahun,” ujar Rohan dalam keterangan resminya.
Ia menambahkan bahwa laporan dan temuan awal mengarah pada adanya indikasi berbagai penyimpangan. Hal ini mendorong Danantara untuk menindaklanjuti temuan tersebut melalui mekanisme audit dan investigasi yang sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Rohan menegaskan komitmen Danantara untuk membereskan satu per satu persoalan yang membebani PT Pos Indonesia. “Tidak ada ruang bagi praktik yang merusak tata kelola perusahaan. Seluruh temuan akan ditindaklanjuti secara profesional, transparan, dan sesuai proses hukum,” tegasnya.
Prioritas utama Danantara saat ini adalah memperbaiki kinerja PT Pos Indonesia. Diharapkan, melalui pembenahan ini, perusahaan dapat bertransformasi menjadi entitas yang lebih sehat, profesional, akuntabel, dan berintegritas. Hal ini penting agar PT Pos Indonesia dapat menjalankan mandatnya melayani masyarakat secara optimal.
Sebelumnya, PT Pos Indonesia juga menghadapi perubahan kepemimpinan. Direktur Utama PT Pos Indonesia, Daud Joseph, telah mengajukan permohonan pengunduran diri. Danantara telah menerima surat pengunduran diri tersebut pada awal pekan ini.
Rohan Hafas menjelaskan bahwa Daud Joseph, yang menjabat selama tiga bulan, telah berkontribusi dalam proses transformasi awal PT Pos Indonesia. Tugas utamanya adalah memimpin due diligence menyeluruh terhadap kondisi keuangan, operasional, tata kelola, dan organisasi perusahaan.
Berdasarkan hasil asesmen yang disampaikan oleh Daud Joseph, kompleksitas persoalan yang dihadapi PT Pos Indonesia memerlukan perombakan yang fundamental. Ada pandangan bahwa transformasi lanjutan perusahaan logistik ini membutuhkan keahlian yang lebih spesifik.
“Menurut beliau, kompleksitas persoalan yang dihadapi serta agenda restrukturisasi ke depan membutuhkan expertise yang lebih spesifik untuk memimpin fase transformasi berikutnya,” ungkap Rohan.
Menyikapi kekosongan pucuk pimpinan, Danantara menyatakan akan segera menyiapkan sosok pengganti untuk posisi Direktur Utama PT Pos Indonesia. Kriteria dan identitas pengganti tersebut belum diungkapkan secara rinci, namun penekanan diberikan pada kebutuhan akan pemimpin yang mampu melanjutkan agenda restrukturisasi perusahaan.
“Kami menghormati keputusan tersebut dan akan segera menyiapkan kepemimpinan baru untuk melanjutkan agenda restrukturisasi tersebut,” pungkas Rohan.






