Dishut Kaltim Paparkan 5 Prioritas Lestarikan Ekosistem Hutan

News2 Dilihat

DermayuMagz.com – Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Timur (Dishut Kaltim) secara serius berupaya menjaga kelestarian ekosistem hutan yang ada di wilayahnya. Upaya ini diwujudkan melalui pelaksanaan lima program prioritas yang dirancang secara terukur untuk mencapai tujuan yang diharapkan.

Pelaksana Tugas Kepala Dishut Kaltim, Mohamad Subiantoro, menjelaskan bahwa kelima program prioritas tersebut merupakan agenda utama dalam pengelolaan hutan yang berkelanjutan. Tujuannya adalah agar hutan tetap lestari dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Ia memaparkan bahwa program pertama difokuskan pada pengelolaan hasil hutan kayu. Target produksi yang ditetapkan cukup ambisius, yaitu menembus angka 6,4 juta meter kubik per tahun.

Program kedua menitikberatkan pada upaya konservasi sumber daya alam hayati. Langkah ini sangat penting untuk mengamankan kawasan-kawasan yang memiliki nilai ekosistem strategis. Luas kawasan yang menjadi prioritas konservasi ini mencapai 95.337 hektare.

Selanjutnya, program ketiga pemerintah provinsi memprioritaskan pada aspek edukasi dan pemberdayaan masyarakat yang tinggal di wilayah perdesaan. Fokusnya adalah memberdayakan mereka untuk mengelola kawasan perhutanan sosial. Luas lahan perhutanan sosial yang menjadi sasaran program ini adalah 20 ribu hektare.

Subiantoro menambahkan bahwa pemberdayaan masyarakat ini diharapkan dapat meningkatkan nilai ekonomi dari kelompok tani hutan. Selain itu, program ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan warga lokal secara signifikan.

Lebih lanjut, ia menguraikan program keempat yang dijalankan oleh Dishut Kaltim. Program ini secara spesifik menyasar pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengalon. Cakupan area yang dikelola dalam program ini sangat luas, yaitu mencapai 338.381 hektare.

Melalui program pengelolaan daerah aliran sungai ini, ada target penting yang ingin dicapai. Yakni, mempertahankan persentase tutupan lahan di kawasan sempadan sungai pada angka ideal, yaitu 65,04 persen. Hal ini penting untuk menjaga stabilitas ekosistem sungai.

Program kelima, menurut Subiantoro, berfungsi sebagai penunjang dalam urusan pemerintahan di tingkat provinsi. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa layanan kesekretariatan yang diberikan kepada publik berjalan secara optimal dan memuaskan.

Dishut Kaltim berkomitmen untuk menindaklanjuti setiap keluhan yang muncul dari masyarakat terkait penggunaan layanan. Penanganan keluhan ini diharapkan dapat dilakukan secara cepat dan transparan, sehingga kepercayaan publik terjaga.

Dalam konteks mitigasi perubahan iklim, Dinas Kehutanan Kaltim telah mencatat pencapaian penting. Satu unit pengelola hutan telah secara resmi melakukan kegiatan yang berkaitan dengan jasa lingkungan karbon. Ini menunjukkan langkah nyata dalam upaya adaptasi dan mitigasi dampak perubahan iklim.

Selain itu, indeks pengelolaan keanekaragaman hayati juga menjadi perhatian serius. Indeks ini dijaga pada level 0,540. Angka ini mencerminkan upaya berkelanjutan dalam menjaga keseimbangan antara flora dan fauna yang ada di wilayah tersebut.