Menguji Wuling Air ev: Perjalanan Jakarta-Yogyakarta dan Sensasi Berkendara

Otomotif20 Dilihat

DermayuMagz.com – Wuling Motors mengajak sejumlah media nasional untuk melakukan uji coba kendaraan sport utility vehicle (SUV) tujuh penumpang terbarunya, Wuling Eksion. Pengujian ini mencakup perjalanan sejauh 627 kilometer dari Jakarta menuju Yogyakarta.

Selama test drive media ini, Wuling hanya menyediakan varian plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) dari Wuling Eksion. Setiap mobil diisi oleh empat orang penumpang beserta barang bawaan seperti tas dan koper.

Pada etape awal perjalanan dari Jakarta menuju Yogyakarta, tim Liputan6.com masih menjadi penumpang di baris pertama dan kedua. Kenyamanan kursi penumpang menjadi hal pertama yang dirasakan, dengan bantalan yang cukup empuk dan mampu memeluk tubuh dengan baik.

Kesempatan mengemudi pertama didapatkan setelah rehat di Rest Area Km 102 Tol Cipali Subang, menuju Cirebon. Saat duduk di kursi pengemudi, kesan pertama adalah kenyamanan. Pengaturan jok elektrik memudahkan penyesuaian posisi berkendara yang ideal, didukung pula dengan setir yang dapat diatur secara tilt dan telescopic.

Impresi awal terhadap Wuling Eksion adalah tenaga yang cukup besar sejak putaran bawah. Hal ini terasa baik saat menggunakan mode listrik murni (EV) maupun mode hybrid, di mana tenaga terus terisi dari putaran bawah, tengah, hingga atas.

Empat Mode Energi Wuling Eksion

Wuling Eksion menawarkan empat mode energi: EV Max, EV First, Hybrid, dan Fuel Priority. Selama perjalanan, semua mode ini dicoba, termasuk EV Max saat memasuki jalan tol.

Ketika sisa baterai mencapai 12 persen, mobil secara otomatis beralih ke mode hybrid. Pada mode ini, mesin bensin berfungsi untuk mengisi ulang baterai atau langsung menggerakkan roda.

Mode EV First pada dasarnya sama dengan EV Max. Namun, untuk beralih ke mode hybrid, sisa daya baterai yang dibutuhkan lebih besar, sekitar 35 persen.

Sementara itu, mode hybrid dan fuel priority bekerja seperti mobil hibrida pada umumnya, menggabungkan tenaga mesin bensin dan motor listrik untuk mencapai jarak tempuh yang sangat jauh, bahkan melebihi 1.000 kilometer.

Selain mode energi, Wuling Eksion juga dilengkapi dengan konfigurasi mode berkendara: Eco, Normal, dan Sport. Mode Eco dirancang untuk efisiensi energi, sedangkan mode Normal cocok untuk penggunaan sehari-hari.

Mode Sport menawarkan tarikan tenaga yang sangat signifikan sejak putaran bawah. Mode ini sangat ideal untuk menyalip kendaraan lain, melewati tanjakan curam, atau saat membutuhkan tambahan tenaga ekstra.

Berbagai pengaturan ini merupakan bagian dari teknologi Ling Power yang memungkinkan kendaraan mengoptimalkan penggunaan tenaga listrik dan mesin bensin sesuai dengan kebutuhan perjalanan.

Rasa Berkendara

Perjalanan menuju Yogyakarta, yang diawali dengan rute menuju Purwokerto, berjalan tanpa kendala berarti. Suspensi mobil ini terasa seimbang, tidak terlalu keras dan tidak terlalu empuk, khas sebuah SUV yang menawarkan kenyamanan berkendara.

Mengingat ini adalah SUV tujuh penumpang dan beban saat pengujian tidak terlalu berat, terasa sedikit limbung pada mobil. Namun, hal ini masih dapat ditoleransi mengingat secara keseluruhan kabin Wuling Eksion menawarkan kenyamanan yang memadai.

Handling mobil ini juga terasa menyenangkan, mampu diajak bermanuver di jalanan perkotaan yang padat. Meskipun memiliki dimensi bodi yang cukup besar, mobil ini tetap mudah dikendalikan.

Pada etape kedua, dari Purwokerto menuju Yogyakarta, rute yang dilalui lebih beragam, mencakup kawasan perkotaan hingga jalur pegunungan dengan elevasi dan tikungan yang bervariasi. Wuling Eksion melaluinya tanpa masalah berarti.

Saat melintasi jalur pegunungan setelah kawasan Dipayana, Wonosobo, dengan jarak sekitar 18 kilometer, peserta dapat menikmati pemandangan Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing melalui panoramic sunroof. Fitur ini memberikan pandangan yang lebih luas bagi seluruh penumpang, menambah keseruan selama perjalanan.

Di atas kertas, Wuling Eksion mengandalkan teknologi Ling Power yang memadukan mesin 1.5L dedicated hybrid engine dengan efisiensi termal 43,2 persen, motor listrik 145 kW, baterai 20,5 kWh, dan Dedicated Hybrid Transmission (DHT) yang responsif.

Kombinasi ini menghasilkan tenaga mesin 105 hp dengan torsi 130 Nm, serta motor listrik 195 hp dengan torsi 230 Nm. Mobil ini dilengkapi baterai berkapasitas 20,5 kWh.

SUV 7-seater ini diklaim mampu menempuh jarak hingga 125 kilometer dalam mode listrik murni, dengan total jarak tempuh lebih dari 1.000 kilometer (CLTC).

Untuk menunjang kenyamanan keluarga, Wuling Eksion dilengkapi berbagai fitur unggulan seperti panoramic sunroof, ventilated seat, intelligent control panel, filter udara PM2.5, electric seat adjustment, dan Advanced Driver Assistance System (ADAS).

Kesimpulan

Selain fitur-fitur tersebut, Wuling Eksion PHEV juga dilengkapi dengan fitur lengkap lainnya, termasuk power tailgate, ventilated seat pada baris pertama, electric front passenger seat adjustment, wireless phone charger 50W, dan Adaptive Cruise Control.

“Dengan dukungan Driving Mode dan Energy Mode yang beragam, sistem ini dapat mengatur penggunaan tenaga listrik maupun mesin bensin secara cerdas sesuai kebutuhan sehingga memberikan keseimbangan antara performa, efisiensi energi, dan kenyamanan berkendara,” ujar Danang Wiratmoko, Product Communication Manager Wuling Motors.

Secara keseluruhan, Wuling Eksion sebagai SUV tujuh penumpang dapat menjadi pilihan menarik bagi konsumen yang mencari kendaraan keluarga dengan harga yang terjangkau dan fitur yang memadai.