Brasil Ditahan Imbang, Ancelotti Buka Suara

bola6 Dilihat

Brasil Vs Maroko: Terhindar dari Kekalahan, Apa Kata Ancelotti?

Brasil vs Maroko berakhir 1-1 pada laga pembuka Grup C Piala Dunia 2026. Carlo Ancelotti mengaku belum puas dengan performa Brasil.

OlehGia Yuda PradanaDiterbitkan 14 Juni 2026, 08:16 WIBShareCopy LinkBatalkanPerbesarPelatih Maroko Mohamed Ouahbi, kiri, berpose bersama pelatih Brasil Carlo Ancelotti sebelum laga Grup C Piala Dunia 2026 antara Brasil vs Maroko di East Rutherford, New Jersey, dekat New York, Sabtu, 13 Juni 2026. (AP Photo/Adam Hunger)

Liputan6.com, Jakarta – Pertandingan Brasil vs Maroko pada matchday pertama Grup C Piala Dunia 2026 berakhir dengan skor 1-1 di MetLife Stadium, East Rutherford, Minggu (14/6/2026) WIB. Hasil ini membuat kedua tim sama-sama mengoleksi satu poin pada awal perjalanan mereka di turnamen.

Laga berlangsung sengit sejak menit awal dengan kedua tim saling memberikan tekanan. Brasil dan Maroko sama-sama memperlihatkan kualitas yang membuat mereka masuk dalam jajaran tim unggulan di kompetisi ini.

Meski mampu menghindari kekalahan, pelatih Brasil, Carlo Ancelotti, mengaku belum sepenuhnya puas dengan penampilan anak asuhnya. Pelatih asal Italia itu menilai timnya mengalami kesulitan, terutama pada babak pertama.

Gol Indah Warnai Duel Brasil vs MarokoPerbesarPemain Maroko Ismael Saibari merayakan gol ke gawang Brasil pada laga Grup C Piala Dunia 2026 antara Brasil vs Maroko di East Rutherford, New Jersey, dekat New York, Sabtu, 13 Juni 2026. (AP Photo/Frank Franklin II)

Maroko lebih dulu mengejutkan Brasil pada menit ke-21 melalui Ismael Saibari. Gol itu berawal dari umpan terobosan akurat Brahim Diaz yang membelah lini pertahanan lawan sebelum dituntaskan dengan penyelesaian dingin di depan Alisson.

Keunggulan Maroko tidak bertahan lama karena Vinicius Junior membalas pada menit ke-32. Penyerang Real Madrid itu menusuk dari sisi kiri lalu melepaskan tembakan keras yang gagal dihentikan Yassine Bounou.

Menjelang turun minum, Lucas Paqueta hampir membalikkan keadaan lewat upaya akrobatik. Namun, Bounou tampil sigap dan berhasil menggagalkan peluang tersebut.

Pada babak kedua, kedua tim tetap menciptakan sejumlah kesempatan berbahaya. Alisson dan Bounou sama-sama menjadi figur penting yang menjaga skor tetap imbang hingga peluit akhir berbunyi.

Ancelotti Belum Puas, Brasil Diminta Lebih BaikPerbesarPemain Timnas Brasil, Vinicius Junior, merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Maroko dalam laga pertama Grup C Piala Dunia 2026 di East Rutherford, New Jersey, Minggu (14/6/2026) pagi WIB. (AP Photo/Adam Hunger)

Ancelotti mengakui Brasil tidak mengawali pertandingan dengan performa yang diharapkan. Ia menilai timnya kalah dalam banyak duel dan terlalu sering kehilangan penguasaan bola pada fase awal laga.

“Saya pikir kami tidak memulai pertandingan dengan baik, saya sedikit khawatir. Kami kalah dalam banyak duel dan kehilangan penguasaan bola, tetapi kami membaik pada babak kedua dalam pertandingan yang sulit karena Maroko adalah tim yang bagus,” kata Ancelotti.

Pelatih berusia 67 tahun itu juga mengaku mengharapkan awal yang lebih meyakinkan dari Selecao. Meski demikian, ia memilih mengalihkan fokus menuju pertandingan berikutnya di Grup C.

Bek Brasil, Danilo, menilai hasil imbang merupakan gambaran yang cukup adil berdasarkan jalannya pertandingan. Ia merasa timnya mampu memberikan tekanan lebih besar setelah jeda dan memiliki peluang untuk mencetak gol tambahan.

“Hasil imbang ini adil karena pada babak kedua kami mampu menekan mereka. Kami juga memiliki peluang untuk mencetak lebih banyak gol dan harus lebih efektif ketika mendapatkan kesempatan,” ujar Danilo.

Hasil laga Brasil vs Maroko membuat persaingan Grup C masih terbuka lebar. Kedua tim kini mengalihkan perhatian ke laga berikutnya demi menjaga peluang lolos ke fase gugur Piala Dunia 2026.

Sumber: FIFA

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Qatar Vs Swiss: Manuel Akanji Nilai Nati Kurang Tegas di Depan Gawang

Gia Yuda PradanaTim RedaksiShareCopy LinkBatalkanAjang OlahragaPresiden FIFA Gianni Infantino menyebutkan tiga negara akan menjadi tuan rumah untuk Piala Dunia 2026 mendatang.Lihat SelengkapnyaPiala Dunia 2026

  • NegaraBrasil merupakan salah satu negara yang terpadat di Amerika Serikat.Lihat SelengkapnyaBrasil
  • Piala Dunia
  • Pentas Bola Dunia 2026
  • Maroko
  • Carlo Ancelotti
  • Pentas Bola Dunia 2026

    • Qatar Vs Swiss: Manuel Akanji Nilai Nati Kurang Tegas di Depan Gawang25 menit yang lalu
    • Brasil Vs Maroko: 3 Pelajaran Berharga untuk Selecao35 menit yang lalu
    • Brasil Vs Maroko: Raphinha Belum Maksimal45 menit yang lalu
    • Brasil Vs Maroko: Terhindar dari Kekalahan, Apa Kata Ancelotti?1 jam yang lalu
    • Brasil Vs Maroko: Profil Ismael Saibari, Pencetak Gol Indah ke Gawang Selecao1 jam yang lalu
    • Hasil Piala Dunia 2026: Brasil Ditahan Maroko, Vinicius Jadi Penyelamat1 jam yang lalu
    • Haiti vs Skotlandia Sudah Mulai, Dapatkan Link Live Streaming Piala Dunia 20261 jam yang lalu
    • Kutukan Peringkat FIFA Ancam Ambisi Argentina di Piala Dunia 20261 jam yang lalu
    • Tempat Menonton Australia vs Turki di Piala Dunia 20261 jam yang lalu
    • Brasil vs Maroko: Tim Samba Tersandung di Laga Pertama Piala Dunia 20262 jam yang lalu
    • Qatar vs Swiss: Julen Lopetegui Bangga, Poin Bersejarah Diraih Lewat Gol Menit Akhir3 jam yang lalu
    • Qatar vs Swiss: Kalah, Granit Xhaka Akui Timnya Belum Layak Bicara Soal Gelar Juara3 jam yang lalu

    Lihat Selengkapnya

    Qatar Vs Swiss: Manuel Akanji Nilai Nati Kurang Tegas di Depan Gawang

    Swiss gagal mengalahkan Qatar setelah kebobolan di menit akhir. Manuel Akanji menegaskan timnya hanya bisa menyalahkan diri sendiri.

    OlehDimas Ardi PrasetyaDiterbitkan 14 Juni 2026, 08:52 WIBShareCopy LinkBatalkanPerbesarManuel Akanji (kiri) berduel udara dengan Jassem Gaber di laga Qatar Vs Swiss di matchday 1 Grup B Piala Dunia 2026 di San Francisco Bay Area Stadium, Minggu (14/6/2026) dini hari WIB. (AP Photo/Eakin Howard)

    Liputan6.com, Jakarta – Timnas Swiss harus puas berbagi angka dengan Qatar pada matchday pertama Grup C Piala Dunia 2026. Duel yang berlangsung di San Francisco Bay Arena Stadium, Minggu (14/06/2026) dini hari WIB, berakhir dengan skor 1-1.

    Hasil tersebut terasa mengecewakan bagi Swiss yang tampil dominan sepanjang pertandingan. Mereka menguasai jalannya laga dan berkali-kali menekan lini pertahanan Qatar.

    Tim yang berjuluk ‘Nati’ itu bahkan sempat berada di ambang kemenangan setelah unggul lebih dulu. Namun gol bunuh diri yang terjadi pada masa injury time membuat tiga poin yang sudah di depan mata akhirnya sirna.

    Situasi itu membuat para pemain Swiss kecewa, termasuk Manuel Akanji. Bek andalan Swiss tersebut menilai timnya gagal memaksimalkan peluang yang tersedia dan harus menerima konsekuensi dari kesalahan sendiri.

    Dominasi Swiss Tak Berbuah KemenanganPerbesarPemain Swiss, Michel Aebischer (kiri), berebut bola dengan pemain Qatar, Issa Laye, dalam pertandingan Grup B Piala Dunia 2026, Minggu (14/6/2026). (AP Photo/Eugene Hoshiko)

    Sepanjang pertandingan, Swiss tampil lebih agresif dibanding lawannya. Mereka tercatat melepaskan 26 tembakan ke arah pertahanan Qatar dan terus memaksa lawan bermain bertahan.

    Meski demikian, efektivitas menjadi masalah utama Swiss dalam laga tersebut. Dari total 26 percobaan, hanya tujuh yang mampu mengarah tepat ke gawang.

    Swiss sebenarnya berhasil membuka keunggulan pada menit ke-17 melalui eksekusi penalti Breel Embolo. “Saya rasa kami tidak bisa menciptakan lebih banyak peluang mencetak gol. Kita mendapatkan begitu banyak peluang, dan peluang yang sangat bagus. Kita hanya perlu memanfaatkannya,” ujarnya di laman resmi FIFA.

    Qatar Dibiarkan Tetap Hidup Hingga Menit AkhirPerbesarSelebrasi Qatar usai mencuri poin dari Swiss di Piala Dunia 2026 (AFP)

    Di tengah dominasi Swiss, Qatar tetap mampu bertahan dan menunggu kesempatan melakukan serangan balik. Tim asal Timur Tengah itu hanya mencatatkan tujuh tembakan sepanjang laga.

    Meski jumlah peluangnya jauh lebih sedikit, Qatar tampil lebih efisien dalam penyelesaian akhir. Empat dari tujuh tembakan mereka berhasil mengarah tepat ke sasaran.

    Menurut Akanji, Swiss seharusnya mampu menutup pertandingan lebih cepat. “Kami bermain di Piala Dunia. Jika Anda memberi lawan kesempatan untuk kembali ke permainan hingga menit ke-94, maka pada suatu saat hal itu akan terjadi,” tegasnya.

    Akanji: Swiss Kurang TegasPerbesarBreel Embolo berhasil mencetak gol ke gawang Qatar pada lanjutan Piala Dunia 2026. (Fran Santiago / AFP)

    Kemenangan Swiss akhirnya buyar pada menit ke-90+4. Miro Muheim tanpa sengaja mencetak gol bunuh diri yang membuat Qatar menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

    Gol tersebut menjadi pukulan telak bagi Swiss yang sebelumnya terlihat mengendalikan pertandingan. Mereka kehilangan dua poin penting di laga pembuka Grup C akibat kegagalan menjaga keunggulan hingga peluit akhir.

    Meski kecewa, Akanji tidak mencari kambing hitam atas hasil tersebut. “Kami hanya bisa menyalahkan diri sendiri. Kami kurang tegas di depan gawang. Tapi saya rasa kami tidak kurang serius.”

    (FIFA)

    Klasemen Grup C Piala Dunia 2026

    Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

    Lanjut Baca:

    Haiti Vs Skotlandia: John McGinn Cetak Gol dan Pecahkan Rekor Lawas

    Dimas Ardi PrasetyaTim RedaksiShareCopy LinkBatalkanAjang OlahragaPresiden FIFA Gianni Infantino menyebutkan tiga negara akan menjadi tuan rumah untuk Piala Dunia 2026 mendatang.Lihat SelengkapnyaPiala Dunia 2026

  • KotaSwiss ialah sebuah negara federal di EropaLihat SelengkapnyaSwiss
  • KotaQatar ialah sebuah emirat di Timur Tengah yang terletak di semenanjung kecil Jazirah ArabLihat SelengkapnyaQatar
  • Piala Dunia
  • Pentas Bola Dunia 2026
  • Timnas Swiss
  • Timnas Qatar
  • Manuel Akanji
  • Pentas Bola Dunia 2026

    • Nasib Sial Inggris Jelang Laga Pertama Piala Dunia 2026 Lawan Kroasia8 menit yang lalu
    • Qatar Vs Swiss: Manuel Akanji Nilai Nati Kurang Tegas di Depan Gawang45 menit yang lalu
    • Brasil Vs Maroko: 3 Pelajaran Berharga untuk Selecao55 menit yang lalu
    • Brasil Vs Maroko: Raphinha Belum Maksimal1 jam yang lalu
    • Brasil Vs Maroko: Terhindar dari Kekalahan, Apa Kata Ancelotti?1 jam yang lalu
    • Brasil Vs Maroko: Profil Ismael Saibari, Pencetak Gol Indah ke Gawang Selecao1 jam yang lalu
    • Hasil Piala Dunia 2026: Brasil Ditahan Maroko, Vinicius Jadi Penyelamat1 jam yang lalu
    • Haiti vs Skotlandia Sudah Mulai, Dapatkan Link Live Streaming Piala Dunia 20261 jam yang lalu
    • Kutukan Peringkat FIFA Ancam Ambisi Argentina di Piala Dunia 20261 jam yang lalu
    • Tempat Menonton Australia vs Turki di Piala Dunia 20262 jam yang lalu
    • Brasil vs Maroko: Tim Samba Tersandung di Laga Pertama Piala Dunia 20262 jam yang lalu
    • Qatar vs Swiss: Julen Lopetegui Bangga, Poin Bersejarah Diraih Lewat Gol Menit Akhir3 jam yang lalu

    Lihat Selengkapnya