Jemaah Diminta Fokus Ibadah Saat Penggantian Kain Ka’bah Malam Ini

News4 Dilihat

DermayuMagz.com – Pergantian kain penutup Ka’bah, yang dikenal sebagai kiswah, merupakan sebuah tradisi tahunan yang sarat makna. Pada malam 1 Muharram, Senin, 15 Juni 2026, prosesi ini kembali dilaksanakan. Namun, di balik kemegahan visualnya, tersimpan anjuran penting bagi para jemaah yang berkesempatan menyaksikannya.

Erti Herlina, Kepala Seksi Bimbingan Ibadah Daerah Kerja (Daker) Makkah, menekankan bahwa momentum langka ini seharusnya tidak hanya dijadikan ajang berfoto atau merekam video.

Beliau mengimbau seluruh jemaah untuk memanfaatkan momen pergantian kiswah ini sebagai kesempatan emas untuk memperbanyak doa dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Erti menjelaskan bahwa jemaah yang hadir di Masjidil Haram saat pergantian kiswah berlangsung memiliki peluang berharga untuk menyampaikan segala hajat dan keinginan mereka kepada Sang Pencipta.

Fokus utama seharusnya tertuju pada ibadah dan refleksi diri, bukan sekadar mengabadikan peristiwa tersebut.

“Yang paling utama, yaitu doa ketika melihat Ka’bah. Diperbanyak doa itu ketika kita sedang melihat pergantian kain kiswah,” ujar Erti kepada tim Media Center Haji (MCH) di Makkah pada Senin, 15 Juni 2026.

Beliau melanjutkan, jemaah dianjurkan untuk mengangkat kedua tangan saat memanjatkan doa, menyerupai posisi saat pertama kali melihat Ka’bah.

Sikap ini mencerminkan kerendahan hati dan penghormatan seorang hamba di hadapan Tuhannya.

Selain itu, jemaah juga disarankan untuk terus mengiringi pandangan mata mereka ke arah Ka’bah dengan melantunkan bacaan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Hal ini diharapkan dapat menambah kekhusyukan dan keberkahan dalam ibadah.

“Di situ juga kita bisa memanjatkan segala hajat ketika kita melihat Ka’bah sampai seluruh hajat-hajat kita disampaikan,” tambah Erti.

Menurut Erti, pergantian kiswah adalah momen sakral yang tidak semua umat Islam di dunia berkesempatan menyaksikannya setiap tahun.

Keistimewaan inilah yang perlu dihayati secara mendalam oleh jemaah haji yang berada di Tanah Suci.

Ia menegaskan kembali bahwa fokus utama seharusnya adalah pada aspek spiritual dan ibadah, bukan pada dokumentasi pribadi.

Proses pergantian kain kiswah sendiri membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Secara teknis, proses pelepasan kiswah lama dan pemasangan kiswah baru diperkirakan memakan waktu sekitar empat hingga lima jam.

Selama rentang waktu tersebut, jemaah memiliki kesempatan yang sangat luas untuk mengisi aktivitas mereka dengan zikir, doa, dan introspeksi diri.

“Bukan hanya sekadar foto atau video, tapi saat kita menyaksikan dari awal sampai akhir prosesnya, di saat momen itu kita bisa memanjatkan doa sebanyak-banyaknya,” tutur Erti.

Lebih lanjut, Erti menerangkan bahwa secara hukum syariat, sebenarnya tidak ada keutamaan khusus atau ritual ibadah yang melekat secara spesifik pada prosesi pergantian kain kiswah.

Namun, dari sudut pandang spiritual, momen ini memiliki nilai emosional yang tinggi.

Ini menjadi pengingat bagi umat Islam untuk melakukan introspeksi total dan memperbaiki kualitas diri.

“Keutamaan tertentu secara syariah tidak ada, tetapi bagi kita ini menjadi momen yang sakral. Mungkin belum tentu kita bisa menyaksikan setiap tahun, sehingga momen itu kita abadikan dengan doa-doa kita dan hajat-hajat yang disampaikan kepada Allah,” jelasnya.

Pergantian kiswah yang sengaja diletakkan pada momentum 1 Muharram ini sejatinya menjadi simbol pembaruan spiritual di awal tahun baru Hijriah.

Erti menilai, pergantian visual Ka’bah ini harus diadopsi sebagai momentum pengingat bagi umat Islam.

Hal ini agar umat Islam terus konsisten meningkatkan kualitas ibadah, memperbaiki kualitas amal perbuatan, serta memperkuat fondasi perjalanan spiritual ke depan.