DermayuMagz.com – Menjelang keberangkatan ibadah haji, Karmijah (65), seorang calon jemaah asal Tuban, telah mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang. Ia sangat menyadari bahwa ibadah haji menuntut kesiapan tidak hanya dari segi spiritual dan perlengkapan, tetapi juga kondisi fisik yang prima.
Bagi Karmijah, memastikan kepesertaan dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tetap aktif menjadi salah satu prioritas utamanya. Hal ini dilakukannya demi ketenangan hati dan jaminan perlindungan kesehatan selama perjalanan ibadahnya. Ia tidak ingin ada kekhawatiran jika sewaktu-waktu membutuhkan layanan medis.
“Pertama tentunya sangat bersyukur dapat menunaikan rukun Islam yang kelima. Terlebih, memastikan kepesertaan JKN dalam kondisi aktif harus dapat diwujudkan. Sehingga saat membutuhkan layanan kesehatan, sudah tidak perlu bingung lagi. Kita juga tidak bisa memprediksi, kapan datangnya sakit. Bagi saya, kedatangan dan kepulangan wajib diupayakan sehat,” jelasnya.
Karmijah memahami betul bahwa perjalanan ibadah haji sangat menuntut kondisi fisik yang prima. Perbedaan cuaca, padatnya aktivitas ibadah, serta jarak tempuh yang jauh menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi jemaah lanjut usia. Oleh karena itu, perlindungan kesehatan baginya bukan sekadar pelengkap, melainkan bekal penting yang wajib dipastikan sejak awal.
Ia juga menyadari bahwa biaya pengobatan tanpa adanya jaminan kesehatan dapat menjadi beban finansial yang signifikan bagi keluarga. Oleh karena itu, prinsip berjaga-jaga ia terapkan agar dirinya dan keluarga tidak menghadapi risiko kesehatan tanpa perlindungan yang memadai.
“Setelah pulang dari haji, kondisi tubuh sering kali mengalami penyesuaian akibat perbedaan cuaca dan aktivitas fisik selama ibadah. Dengan adanya JKN, saya tidak perlu khawatir memikirkan biaya berobat di tanah air jika terjadi sakit. Biaya berobat yang tidak murah, harus saya upayakan perlindungannya. Sehingga, menjadi peserta JKN itu tidak ada ruginya. Manfaatnya yang besar pun telah saya dan keluarga rasakan,” tuturnya.
Ketenangan yang dirasakan Karmijah semakin bertambah dengan keputusannya untuk memastikan seluruh anggota keluarganya terdaftar sebagai peserta JKN. Langkah ini membuatnya merasa lebih nyaman dan tenang meninggalkan rumah dalam jangka waktu yang cukup lama untuk menunaikan ibadah haji.
“Menjadi peserta JKN bukan untuk kebutuhan pribadi. Seluruh anggota keluarga pun telah saya daftarkan menjadi pesertanya. Sehingga, saat meninggalkan rumah dalam kurun waktu lama, saya tidak khawatir lagi. Ibadah haji adalah momen yang membutuhkan kekhusyukan dan ketenangan hati. Akan sulit bagi saya untuk fokus beribadah jika masih dihantui kekhawatiran terhadap kondisi kesehatan keluarga di rumah. Dengan perlindungan JKN, saya yakin mereka juga dapat memperoleh pelayanan kesehatan kapan pun dibutuhkan tanpa kendala biaya,” ungkapnya.
Bagi Karmijah, menjadi peserta JKN tidak hanya sebatas proses pendaftaran. Ia menekankan pentingnya menjaga kepesertaan agar tetap aktif dan bebas dari tunggakan iuran. Hal ini penting agar manfaat layanan kesehatan dapat diakses kapan saja saat diperlukan.
“Saya juga mengingatkan diri sendiri bahwa menjadi peserta JKN tidak cukup hanya dengan mendaftar. Kepesertaan pun harus aktif dan tidak boleh ada tunggakan iuran. Saat ini, saya secara rutin memanfaatkan kemudahan yang disediakan seperti PANDAWA di Whatsapp 08118165165 maupun melalui Aplikasi Mobile JKN. Dengan begitu, saya dapat memastikan semuanya dalam kondisi aman dan siap sebelum keberangkatan,” katanya.
Lebih lanjut, Karmijah memandang Program JKN bukan hanya sebagai bentuk perlindungan kesehatan individu. Ia melihat program ini juga mengandung nilai semangat gotong royong, di mana iuran yang dibayarkan oleh peserta turut membantu masyarakat lain yang sedang membutuhkan pelayanan kesehatan.
“Saling gotong royong di dalamnya, di mana iuran yang kita bayarkan turut membantu sesama yang membutuhkan. Saya pun bangga menjadi pesertanya. Saya pun merasakan bahwa keberangkatan haji ini dapat berjalan seiring dengan niat untuk terus berbagi manfaat melalui Program JKN ini. Saya percaya, bagi kita yang telah dimampukan untuk memenuhi panggilan haji, insyaallah juga dimampukan untuk membayar iuran JKN secara tertib dan tanpa tunggakan. Ini adalah bagian dari tanggung jawab dan kepedulian kita, baik untuk diri sendiri maupun untuk masyarakat luas,” ujarnya.
Karmijah pun tak lupa mengajak calon jemaah haji lainnya untuk tidak mengesampingkan perlindungan kesehatan sebelum berangkat. Menurutnya, perjalanan ibadah yang telah lama dinanti ini perlu dijalani dengan tubuh yang sehat, hati yang tenang, dan perlindungan yang siap digunakan kapan saja.
“Perjalanan haji ini harus membahagiakan. Waktu tunggu yang lama, tidak akan saya sia-siakan. Sehingga jangan lupa untuk menciptakan tubuh yang sehat dan hati yang tenang. Sehingga ibadah haji yang lebih khusyuk dan penuh keberkahan dapat kita upayakan. Sekali lagi jangan lupa untuk menjadi peserta JKN aktif,” tutupnya.






