Perkiraan Unicorn Global 2026: Dominasi AI di Peringkat Teratas

Bisnis4 Dilihat

DermayuMagz.com – Perkembangan pesat di sektor teknologi kecerdasan buatan (AI) telah mengubah peta lanskap bisnis global secara signifikan. Hal ini tercermin dalam laporan terbaru Hurun Global Unicorn Index 2026, yang menunjukkan dominasi perusahaan AI di jajaran startup dengan valuasi tertinggi di dunia.

Laporan yang dirilis Hurun Research Institute ini mencatat lonjakan nilai gabungan seluruh unicorn dunia mencapai US$ 8 triliun, sebuah peningkatan sebesar 43% dari periode sebelumnya. Kenaikan nilai ini didorong oleh gelombang investasi besar-besaran pada perusahaan-perusahaan yang berfokus pada pengembangan dan penerapan teknologi AI.

Hurun Global Unicorn Index sendiri adalah daftar bergengsi yang memeringkat startup yang didirikan sejak tahun 2000, memiliki valuasi minimal US$ 1 miliar, dan belum melakukan penawaran saham perdana (IPO). Data yang digunakan dalam laporan ini mencakup informasi hingga 1 Januari 2026, dengan penyesuaian valuasi terkini hingga tanggal publikasi.

Tahun 2026 menjadi saksi bisu transformasi signifikan dalam dunia startup. Sebanyak 1.603 perusahaan kini menyandang status unicorn, tersebar di 52 negara dan 299 kota. Angka ini menunjukkan pertumbuhan yang substansial, dengan 610 startup yang mengalami peningkatan valuasi dan 308 di antaranya merupakan unicorn baru yang berhasil menembus daftar bergengsi ini.

Namun, tidak semua startup mengalami pertumbuhan positif. Sebanyak 178 unicorn tercatat mengalami penurunan valuasi, bahkan 88 di antaranya tidak lagi memenuhi kriteria sebagai unicorn karena valuasinya anjlok di bawah US$ 1 miliar. Di sisi lain, 139 perusahaan keluar dari daftar unicorn; 75 di antaranya telah berhasil melantai di bursa saham melalui IPO, sementara 64 lainnya diakuisisi atau bergabung dengan perusahaan lain.

Sebanyak 903 unicorn lainnya berhasil mempertahankan valuasi mereka dari tahun sebelumnya, menunjukkan stabilitas bisnis di tengah dinamika pasar yang cepat berubah.

Analisis Hurun menyoroti bahwa sektor perangkat lunak dan layanan digital mendominasi lanskap unicorn global. Sekitar 74% dari perusahaan-perusahaan ini bergerak di bidang penjualan software dan layanan digital, dengan fintech, Software as a Service (SaaS), dan AI menjadi sub-sektor yang paling menonjol. Sisa 26% perusahaan aktif di sektor produk fisik, termasuk semikonduktor, energi terbarukan, bioteknologi, dan teknologi kesehatan (HealthTech).

Lanskap Startup Berubah

Rupert Hoogewerf, Kepala Riset Hurun, menggambarkan perubahan dramatis yang terjadi di dunia startup. Ia menyebutkan bahwa dengan lepasnya SpaceX ke pasar publik, lanskap unicorn global memasuki era baru. Anthropic dan OpenAI kini menduduki puncak indeks, yang mencerminkan konsentrasi modal swasta yang belum pernah terjadi sebelumnya di sektor AI.

Kedua perusahaan AI ini diperkirakan akan mencapai valuasi triliunan dolar AS, menandakan kekuatan baru yang muncul dalam perekonomian global. Menurut Rupert, tahun 2026 menjadi titik balik di mana AI tidak lagi hanya menjadi topik investasi, melainkan telah bertransformasi menjadi mesin utama penggerak pertumbuhan industri teknologi.

“Lonjakan Anthropic dari peringkat kedelapan menjadi nomor satu dunia—dengan penambahan valuasi hampir US$ 1 triliun hanya dalam satu tahun—merupakan kenaikan valuasi paling dramatis yang pernah kami catat selama delapan tahun indeks ini,” ungkap Rupert.

Ia menambahkan bahwa persaingan untuk menciptakan sistem AI yang paling andal dan terpercaya kini menjadi arena kompetisi utama dalam perekonomian global. Kecepatan inovasi dan adopsi teknologi AI telah membuka jalan bagi perusahaan-perusahaan baru untuk tumbuh pesat dan mendominasi pasar.

Valuasi Melonjak 43%

Laporan Hurun mencatat bahwa total valuasi seluruh unicorn dunia mencapai sekitar US$ 8 triliun, sebuah lonjakan signifikan sebesar 43%. Sepuluh unicorn terbesar saja menguasai gabungan valuasi senilai US$ 3,9 triliun, atau hampir separuh dari total nilai seluruh unicorn di dunia.

“Lonjakan ini hampir sepenuhnya didorong oleh ledakan AI. Konsentrasi nilai ekonomi sebesar ini belum pernah terjadi sebelumnya dan mencerminkan keyakinan investor bahwa AI akan melahirkan sejumlah kecil perusahaan dengan valuasi yang luar biasa besar,” jelas Rupert.

Sepanjang tahun 2026, sebanyak 308 unicorn baru berhasil lahir, rata-rata hampir satu perusahaan setiap hari. Meskipun angka ini sedikit di bawah rekor tahun 2021 yang mencapai 700 unicorn baru, kualitas startup yang muncul tahun ini dinilai jauh lebih tinggi. Banyak perusahaan baru di sektor AI, robotika, dan energi baru langsung meraih valuasi miliaran dolar AS sejak pertama kali masuk dalam daftar unicorn.

Salah satu sorotan utama adalah kemunculan DeepSeek, sebuah startup AI asal China yang langsung menembus 15 besar unicorn dunia dengan valuasi US$ 50 miliar. Keberhasilan DeepSeek membuktikan bahwa ekosistem AI di China mampu menghasilkan model AI kelas dunia yang efisien dan bersaing dengan raksasa teknologi Barat.

10 Unicorn Terbesar

Berikut adalah daftar 10 unicorn dengan valuasi terbesar di dunia berdasarkan Hurun Global Unicorn Index 2026:

1. Anthropic

  • Valuasi: US$ 965 miliar
  • Negara: Amerika Serikat
  • Sektor: Artificial Intelligence (AI)
  • Tahun Berdiri: 2021
  • Perubahan Peringkat: Naik 7 peringkat

2. OpenAI

  • Valuasi: US$ 852 miliar
  • Negara: Amerika Serikat
  • Sektor: Artificial Intelligence (AI)
  • Tahun Berdiri: 2015
  • Peringkat: Tetap di posisi kedua

3. ByteDance

  • Valuasi: US$ 480 miliar
  • Negara: China
  • Sektor: Media & Entertainment
  • Tahun Berdiri: 2012
  • Perubahan Peringkat: Turun 1 peringkat

4. Stripe

  • Valuasi: US$ 159 miliar
  • Negara: Amerika Serikat
  • Sektor: FinTech
  • Tahun Berdiri: 2010
  • Perubahan Peringkat: Naik 2 peringkat

5. Databricks

  • Valuasi: US$ 134 miliar
  • Negara: Amerika Serikat
  • Sektor: Data & Analytics
  • Tahun Berdiri: 2013
  • Perubahan Peringkat: Naik 2 peringkat

6. Ant Group

  • Valuasi: US$ 87 miliar
  • Negara: China
  • Sektor: FinTech
  • Tahun Berdiri: 2014
  • Perubahan Peringkat: Turun 1 peringkat

7. Revolut

  • Valuasi: US$ 75 miliar
  • Negara: Inggris
  • Sektor: FinTech
  • Tahun Berdiri: 2015
  • Perubahan Peringkat: Naik 3 peringkat

8. Binance

  • Valuasi: US$ 70 miliar
  • Negara: Malta
  • Sektor: Blockchain
  • Tahun Berdiri: 2017
  • Perubahan Peringkat: Masuk Top 10 (naik 3 peringkat)

9. Shein

  • Valuasi: US$ 67 miliar
  • Negara: China
  • Sektor: E-Commerce
  • Tahun Berdiri: 2012
  • Peringkat: Tetap di posisi kesembilan

10. Anduril

  • Valuasi: US$ 61 miliar
  • Negara: Amerika Serikat
  • Sektor: Artificial Intelligence (AI)/Teknologi Pertahanan
  • Tahun Berdiri: 2017
  • Perubahan Peringkat: Naik 23 peringkat dan baru masuk Top 10

Di Mana Saja Basis Pertumbuhan Startup Unicorn Dunia?

Perusahaan unicorn kini tersebar di 52 negara, sebuah peningkatan signifikan dibandingkan tahun 2019. Wilayah-wilayah ini mencakup 299 kota di seluruh dunia, menunjukkan ekspansi geografis yang pesat bagi startup bernilai tinggi.

Amerika Serikat masih memimpin sebagai pusat utama inovasi startup, dengan total 806 unicorn. China menyusul di posisi kedua dengan 381 perusahaan. Inggris berhasil menduduki peringkat ketiga, menggeser India, sementara Singapura menunjukkan performa impresif dengan menduduki peringkat kedelapan, melampaui Israel dan Korea Selatan.

Secara kota, San Francisco tetap menjadi episentrum startup global, menjadi rumah bagi 222 unicorn dan mencatat pertumbuhan paling agresif dengan penambahan 23 startup baru dalam setahun terakhir. New York berada di posisi kedua dengan 141 perusahaan, diikuti oleh London sebagai pemimpin Eropa dengan 60 unicorn.

Di China, pusat-pusat utama pertumbuhan unicorn meliputi Beijing (86), Shanghai (74), Shenzhen (44), Hangzhou (25), dan Guangzhou (24). India masih mengandalkan Bengaluru (25) dan Mumbai (13) sebagai basis utamanya. Singapura memimpin di Asia di luar China dengan 20 unicorn, mengungguli Seoul yang memiliki 14 perusahaan.