Nadal Merambah Bisnis Hotel dan Akademi

Bisnis4 Dilihat

DermayuMagz.com – Rafael Nadal, sang legenda tenis dunia, tidak hanya dikenal karena prestasinya yang gemilang di lapangan hijau, tetapi juga karena ambisinya yang merambah dunia bisnis. Di luar sorotan publik sebagai juara Grand Slam puluhan kali, Nadal telah membangun imperium bisnis yang kokoh, merentang dari industri perhotelan hingga institusi pendidikan olahraga.

Perusahaan induk keluarganya, Aspemir, menjadi payung bagi berbagai lini bisnis yang dikelola oleh Nadal. Ekspansi terbarunya terlihat jelas dengan pembukaan hotel keempat di Kepulauan Canary, tepatnya di Fuerteventura. Proyek perhotelan ini berjalan di bawah merek Zel Hotels, sebuah inisiatif yang ia jalankan bersama raksasa perhotelan, Melia Hotels International.

Zel Hotels sendiri bukanlah nama baru dalam portofolio bisnis Nadal. Merek ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 2023 dengan pembukaan Zel Mallorca. Kesuksesan awal kemudian disusul dengan ekspansi ke Costa Brava di Spanyol dan Punta Cana di Republik Dominika. Keberadaan hotel-hotel ini mencerminkan pengalaman langsung Nadal yang menghabiskan sebagian besar hidupnya berpindah-pindah tempat menginap selama turnamen.

“Itulah yang saya lakukan selama separuh hidup saya, dan saya tahu apa yang paling saya sukai,” ujar Nadal, menjelaskan alasan di balik ketertarikannya pada bisnis perhotelan. Pengalaman pribadi ini menjadi modal utama dalam merancang fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan dan kenyamanan para pelancong.

Namun, gurita bisnis Nadal tidak berhenti di sektor pariwisata. Sejak tahun 2016, ia telah mendirikan Rafa Nadal Academy di kampung halamannya, Mallorca. Akademi ini awalnya berfokus pada pelatihan tenis elit, namun seiring waktu telah berkembang menjadi jaringan internasional yang mencakup pusat pelatihan tenis dan olahraga di berbagai negara. Jaringan ini kini merambah ke Meksiko, Yunani, Kuwait, Hong Kong, dan Republik Dominika.

Keputusan Nadal untuk mendiversifikasi investasinya, terutama ke sektor pendidikan dan olahraga, didorong oleh kesadaran akan pentingnya kesehatan dan kesejahteraan. Ia melihat tren peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebugaran tubuh. “Saya pikir setiap hari semakin banyak orang yang memiliki informasi kalau menjaga kesehatan tubuh sangat penting saat ini, jadi berinvestasi dalam pendidikan untuk anak-anak, berinvestasi dalam kesejahteraan, dan dalam olahraga,” ungkapnya.

Strategi bisnis Nadal juga menunjukkan kematangan dalam pengelolaan aset. Pada tahun 2025, ia mengambil langkah signifikan dengan menjual 44,9% saham Rafa Nadal Academy kepada perusahaan investasi swasta, GPF Capital. Transaksi ini bernilai sekitar 94 juta euro, atau setara dengan US$ 107 juta (sekitar Rp 1,92 triliun, dengan asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di angka 17.990).

Langkah ini bukan tanpa alasan strategis. Nadal mengakui bahwa akademi tersebut merupakan proyek seumur hidup yang sangat personal baginya. Namun, seiring dengan perkembangan pesat yang dialami perusahaan selama beberapa tahun terakhir, ia merasa membutuhkan dukungan eksternal untuk memfasilitasi pertumbuhan dan ekspansi lebih lanjut. “Ini tentu saja merupakan proyek seumur hidup bagi saya, sangat pribadi, tetapi pada saat yang sama, perusahaan telah berkembang selama beberapa tahun terakhir, dan kami merasa membutuhkan bantuan untuk terus tumbuh dan berkembang,” jelasnya.

Nadal, yang memiliki rekor 22 gelar Grand Slam, termasuk 14 gelar French Open yang fenomenal, menyadari bahwa membangun sebuah merek di industri yang kompetitif bukanlah perkara mudah. “Membangun merek adalah ‘tantangan di awal,’ karena bidang ini sangat kompetitif,” akunya.

Pengalaman di dunia olahraga telah membentuk pandangan hidup dan etos kerja Nadal, yang kemudian ia terapkan dalam dunia bisnis. Ia percaya bahwa olahraga mengajarkan nilai-nilai fundamental yang sangat berharga. “Saya belajar untuk mentolerir frustrasi, Anda belajar bekerja sebagai tim. Selain itu, Anda belajar menerima terkadang Anda kalah, Anda perlu mengelola kemenangan, karena tidak masalah jika Anda menang, Anda harus bermain keesokan harinya,” ujarnya.

Kisah Nadal dalam menghadapi tantangan fisik juga menjadi inspirasi. Setelah menjalani operasi pinggul pada tahun 2023 dan berjuang untuk pemulihan, ia harus menghadapi kemungkinan pensiun. Pengalaman ini, meski berat, memberinya persiapan mental untuk babak baru dalam hidupnya. “Itu tidak mudah, tetapi ketika saya tahu bahwa itu adalah akhir bagi saya, itu adalah perubahan dalam hidup saya setelah melakukan hal yang hampir sama sepanjang hidup saya, tetapi saya siap untuk itu, dan saya siap untuk memulai babak selanjutnya dalam hidup saya,” katanya.

Perjalanan Rafael Nadal dari seorang atlet kelas dunia menjadi seorang pengusaha sukses menunjukkan kemampuan adaptasi dan visi jangka panjang. Ia membuktikan bahwa ketekunan, disiplin, dan pembelajaran dari pengalaman, baik di lapangan maupun di luar lapangan, adalah kunci untuk membangun warisan yang tak hanya abadi dalam dunia olahraga, tetapi juga kokoh dalam lanskap bisnis global.