Indonesia Tawarkan 180 Kawasan Industri untuk Rusia

Bisnis4 Dilihat

DermayuMagz.com – Indonesia terus berupaya menarik minat investor asing, khususnya dari Rusia, dengan menawarkan potensi besar di sektor industri. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) secara aktif mempromosikan 180 kawasan industri yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia sebagai destinasi investasi strategis.

Penawaran ini merupakan bagian dari strategi Kemenperin untuk memperluas jangkauan investasi dan menjalin kerja sama industri berskala internasional. Upaya promosi ini dilakukan dalam berbagai forum internasional, salah satunya adalah INNOPROM 2026 yang diselenggarakan di Ekaterinburg, Rusia.

Pemerintah melihat peluang besar dalam menjalin kemitraan dengan Rusia untuk pengembangan klaster industri yang saling menguntungkan. Kawasan industri yang ditawarkan bukan hanya sebagai lokasi pabrik, tetapi juga sebagai ekosistem yang terintegrasi untuk mendukung hilirisasi produk, peningkatan nilai tambah, serta penciptaan lapangan kerja.

Tren positif investasi di sektor kawasan industri di Indonesia semakin menguatkan prospek ini. Pada tahun 2025, tercatat pertumbuhan investasi sebesar 9,26 persen, dengan total mencapai Rp 6.744,58 triliun. Investasi ini telah berhasil menyerap sekitar 2,35 juta tenaga kerja, menunjukkan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional.

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menegaskan bahwa pengembangan kawasan industri merupakan pilar utama dalam pemerataan industrialisasi di seluruh Indonesia. Selain itu, langkah ini juga bertujuan untuk meningkatkan daya saing industri manufaktur nasional di kancah global.

“Pengembangan kawasan industri merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk mempercepat pemerataan industrialisasi sekaligus memperkuat daya saing manufaktur nasional,” ujar Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangan tertulisnya pada Jumat, 10 Juli 2026.

Beliau menambahkan, kawasan industri memiliki peran krusial dalam mengakselerasi transformasi industri. Dengan ekosistem yang terintegrasi, kawasan ini dapat menjadi wadah yang efektif untuk hilirisasi, peningkatan nilai tambah produk, penyerapan tenaga kerja yang lebih luas, serta penguatan daya saing industri Indonesia di pasar internasional.

Artikel mengenai tawaran 180 kawasan industri Indonesia kepada Rusia ini menjadi salah satu berita paling diminati di kanal Bisnis Liputan6.com pada hari Jumat, 10 Juli 2026. Berikut adalah rangkuman tiga artikel terpopuler lainnya di kanal Bisnis Liputan6.com yang dirangkum pada Sabtu, 11 Juli 2026:

1. Indonesia Tawarkan 180 Kawasan Industri ke Rusia

Indonesia secara aktif mempromosikan potensi kawasan industrinya kepada investor Rusia. Dalam ajang INNOPROM 2026 di Ekaterinburg, Kemenperin menyajikan 180 kawasan industri sebagai gerbang investasi dan pengembangan klaster industri internasional.

Inisiatif ini didukung oleh data positif investasi kawasan industri sepanjang 2025 yang mencapai Rp 6.744,58 triliun, meningkat 9,26 persen dari tahun sebelumnya. Sektor ini juga telah berhasil menyerap 2,35 juta tenaga kerja.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menekankan bahwa pengembangan kawasan industri adalah strategi kunci untuk pemerataan industrialisasi dan peningkatan daya saing manufaktur nasional. Kawasan industri berperan penting dalam transformasi industri, mendukung hilirisasi, nilai tambah, penyerapan tenaga kerja, dan daya saing global.

Berita selengkapnya dapat dibaca di: https://www.liputan6.com/bisnis/read/8243251/indonesia-tawarkan-180-kawasan-industri-ke-rusia

2. Harga Minyak Anjlok Setelah Iran-AS Kembali Berupaya Negosiasi

Harga minyak dunia mengalami penurunan pada Kamis, 9 Juli 2026, setelah upaya negosiasi antara Iran dan Amerika Serikat (AS) untuk meredakan ketegangan kembali mengemuka. Penurunan ini terjadi meskipun sempat ada lonjakan harga akibat eskalasi konflik sebelumnya.

Menurut laporan CNBC pada Jumat, 10 Juli 2026, harga minyak Brent tercatat turun 2,2% menjadi US$ 76,30 per barel, sementara harga minyak West Texas Intermediate (WTI) melemah 2% menjadi US$ 72,08 per barel.

Upaya mediasi dilakukan oleh Qatar dan Pakistan, yang bertujuan membawa kembali Washington dan Teheran ke meja perundingan. Sebelumnya, harga minyak sempat melonjak setelah AS melakukan serangan terhadap sekitar 90 target di Iran, sebagai balasan atas serangan Iran terhadap kapal tanker di Selat Hormuz.

Iran merespons serangan AS dengan menembakkan rudal dan drone ke aset-aset AS di beberapa negara Timur Tengah. Situasi ini sempat memicu kekhawatiran akan eskalasi konflik yang lebih luas, yang biasanya berimplikasi pada pasokan minyak global.

Berita selengkapnya dapat dibaca di: https://www.liputan6.com/bisnis/read/8243016/harga-minyak-anjlok-setelah-iran-as-kembali-berupaya-negosiasi

3. Rupiah Menguat ke 18.065 per Dolar AS, Cadangan Devisa Jadi Penopang

Nilai tukar rupiah berhasil menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Jumat, 10 Juli 2026. Penguatan ini didukung oleh faktor fundamental yang solid, terutama peningkatan cadangan devisa Indonesia.

Pada akhir perdagangan, rupiah tercatat menguat sebesar 63 poin atau 0,35 persen, ditutup pada level 18.065 per dolar AS, naik dari posisi sebelumnya di 18.128 per dolar AS. Penguatan ini juga tercermin pada kurs referensi JISDOR Bank Indonesia yang berada di 18.069 per dolar AS.

Menurut Muhammad Amru Syifa dari Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX), fundamental rupiah saat ini dinilai cukup kuat. Hal ini berkat adanya cadangan devisa yang memadai serta komitmen Bank Indonesia (BI) untuk terus menjaga stabilitas nilai tukar di tengah fluktuasi pasar keuangan global.

Berita selengkapnya dapat dibaca di: https://www.liputan6.com/bisnis/read/8243482/rupiah-menguat-ke-18065-per-dolar-as-cadangan-devisa-jadi-penopang