Prabowo Resmikan Lima Bendungan Senilai Triliunan Rupiah

Bisnis2 Dilihat

DermayuMagz.com – Presiden Prabowo Subianto meresmikan lima bendungan baru yang tersebar di empat provinsi di Indonesia pada Jumat, 10 Juli 2026. Pembangunan infrastruktur vital ini menelan total investasi sebesar Rp 9,79 triliun dan diharapkan memberikan kontribusi signifikan terhadap ketahanan pangan, ketersediaan air baku, energi, serta pengendalian banjir.

Acara peresmian dipusatkan di Bendungan Meninting yang berlokasi di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Momen ini menandai pencapaian penting dalam upaya pemerintah untuk meningkatkan infrastruktur sumber daya air nasional.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan rasa syukur atas rampungnya pembangunan kelima bendungan tersebut. Ia menekankan bahwa proyek sebesar ini membutuhkan waktu, biaya, dan sumber daya yang tidak sedikit. “Lima bendungan yang kita resmikan hari ini adalah investasi negara sekitar Rp 9,79 triliun,” ujarnya.

Presiden Prabowo juga tidak lupa memberikan apresiasi kepada para pemimpin sebelumnya yang telah meletakkan dasar dan berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur ini. Ia menegaskan pentingnya semangat kolektif demi kemajuan bangsa. “Saya selalu ingatkan seluruh bangsa, berpikir lah untuk bangsa, berpikir lah untuk rakyat, berpikir lah untuk kebaikan semua. Berpikir lah untuk seluruh keluarga besar, seluruh rakyat Indonesia,” tuturnya.

Lebih lanjut, Presiden Prabowo menekankan bahwa pembangunan infrastruktur seperti bendungan merupakan investasi jangka panjang yang manfaatnya akan dirasakan oleh masyarakat secara berkelanjutan di berbagai sektor krusial.

Daftar Bendungan yang Diresmikan dan Perannya

Kelima bendungan yang baru saja diresmikan memiliki kapasitas tampungan dan fungsi yang disesuaikan dengan kebutuhan spesifik di masing-masing wilayah. Pembangunan ini merupakan bagian dari program pemerintah yang berfokus pada penguatan ketahanan nasional melalui pengelolaan sumber daya air yang optimal.

Bendungan-bendungan tersebut tersebar di beberapa provinsi:

  • Bendungan Meninting di Lombok Barat, NTB, memiliki kapasitas tampungan 9,91 juta meter kubik dan menggenangi lahan seluas 46,16 hektare.
  • Bendungan Keureuto di Aceh Utara, Aceh, adalah bendungan terbesar di antara kelima bendungan, dengan kapasitas 215,94 juta meter kubik dan luas genangan 896,39 hektare.
  • Bendungan Rukoh di Kabupaten Pidie, Aceh, memiliki kapasitas tampungan 128,65 juta meter kubik dengan luas genangan 700 hektare.
  • Bendungan Jlantah di Karanganyar, Jawa Tengah, memiliki kapasitas 10,97 juta meter kubik dan luas genangan 50 hektare.
  • Bendungan Sidan di Gianyar, Bali, memiliki kapasitas tampungan 5,76 juta meter kubik dan luas genangan 37,15 hektare.

Secara agregat, kelima bendungan ini akan mampu melayani irigasi seluas 39.540 hektare. Selain itu, bendungan-bendungan ini juga akan menyediakan pasokan air baku sebesar 3,6 meter kubik per detik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Manfaat bendungan tidak berhenti pada irigasi dan air baku. Fungsi penting lainnya adalah sebagai alat pengendalian banjir di wilayah hilir, yang seringkali menjadi langganan bencana. Keberadaan bendungan juga berkontribusi dalam penyediaan energi terbarukan melalui potensi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).

Investasi Jangka Panjang untuk Ketahanan Nasional

Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menjelaskan bahwa pembangunan kelima bendungan ini telah berlangsung secara bertahap sejak tahun 2015 dan ditargetkan selesai dalam kurun waktu hingga 2025. Beliau menekankan bahwa proyek bendungan bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan sebuah fondasi strategis untuk memperkuat kedaulatan bangsa.

“Melalui lima bendungan ini, Bapak Presiden, Bapak telah mendorong kemandirian bangsa dalam mendukung Asta Cita Bapak, khususnya terkait dengan ketahanan pangan, ketahanan energi, dan ketahanan air,” ujar Dody.

Ia menambahkan bahwa keberadaan bendungan akan memberikan dampak positif jangka panjang. Sektor pertanian akan merasakan peningkatan layanan irigasi, yang berujung pada peningkatan hasil panen. Ketersediaan air baku yang terjamin akan menopang kebutuhan rumah tangga dan industri. Serta, potensi energi terbarukan dan pengendalian banjir akan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di sekitarnya.

Pembangunan lima bendungan ini merupakan bukti nyata komitmen pemerintah dalam memperluas infrastruktur sumber daya air di seluruh Indonesia. Dengan bertambahnya kapasitas tampungan air nasional, diharapkan ketahanan pangan semakin kokoh, risiko bencana banjir dapat diminimalisir, dan kebutuhan air masyarakat dapat terpenuhi secara lebih berkelanjutan.