Maruarar Gelar Nobar Piala Dunia di Rusun Usai Johar Baru

Bisnis4 Dilihat

DermayuMagz.com – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Maruarar Sirait, menunjukkan komitmennya untuk mendekatkan diri dengan masyarakat dengan menggelar acara nonton bareng (nobar) pertandingan Piala Dunia 2026. Setelah sukses menyelenggarakan kegiatan serupa di kawasan Johar Baru, Jakarta, Maruarar berencana melanjutkan agenda kebersamaan ini di beberapa lokasi rumah susun (rusun).

Kegiatan nobar ini bukan sekadar ajang menikmati pertandingan sepak bola, melainkan juga menjadi sarana untuk mempererat tali silaturahmi antara pemerintah dan warga. Maruarar Sirait hadir langsung di tengah-tengah masyarakat, menyaksikan laga perempat final antara Spanyol melawan Belgia pada Sabtu, 11 Juli 2026. Suasana meriah dan penuh antusiasme terasa saat warga bersorak menyambut setiap momen penting dalam pertandingan.

Kehadiran Maruarar Sirait di tengah keramaian menunjukkan pendekatan yang lebih personal dan merakyat. Ia tidak hanya hadir sebagai pejabat, tetapi juga sebagai sesama penikmat olahraga yang ingin berbagi kebahagiaan dengan warga. Hal ini sejalan dengan tujuan kementeriannya untuk membangun hunian yang layak dan lingkungan yang harmonis bagi masyarakat.

Lebih lanjut, Maruarar mengungkapkan rencananya untuk mengadakan nobar di dua lokasi berbeda setelah Johar Baru. “Nanti kita nonton lagi ya. Ada dua tempat lagi. Ada satu di rumah susun, satu lagi di Menteng Tenggulun,” ujarnya usai acara di Johar Baru.

Rencana ini disambut baik oleh warga, terutama mereka yang tinggal di rumah susun. Nobar di rusun diharapkan dapat memberikan kesempatan lebih luas bagi penghuni untuk merasakan euforia Piala Dunia bersama-sama, tanpa perlu pergi jauh dari tempat tinggal mereka.

Dalam interaksi santai dengan warga, muncul pertanyaan mengenai tim favorit Maruarar di Piala Dunia 2026. Ia dengan lugas menyatakan dukungannya untuk tim nasional Prancis. Pilihan ini mencerminkan preferensi pribadinya dalam turnamen sepak bola terbesar di dunia.

Maruarar Sirait menekankan bahwa keseruan Piala Dunia memiliki kekuatan unik untuk menyatukan masyarakat dari berbagai kalangan. Melalui kegiatan nobar ini, ia berharap dapat menciptakan momen kebersamaan yang berharga dan memperkuat rasa persatuan di antara warga.

Acara nobar ini tidak hanya dihadiri oleh Maruarar Sirait, tetapi juga didampingi oleh beberapa pejabat penting lainnya. Direktur Jenderal di kementeriannya turut hadir, menunjukkan dukungan institusional terhadap kegiatan yang melibatkan masyarakat. Selain itu, Komisioner Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), Heru Pudyo Nugroho, juga turut larut dalam kemeriahan bersama warga.

Kehadiran tokoh-tokoh penting ini semakin menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung kegiatan sosial yang positif dan membangun interaksi yang lebih erat dengan masyarakat. Mereka turut merasakan semangat dan kegembiraan yang terpancar dari layar lebar yang menampilkan pertandingan seru.

Pertandingan yang ditonton adalah laga perempat final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Belgia. Spanyol berhasil meraih kemenangan dengan skor 2-1, memastikan langkah mereka ke babak semifinal. Gol-gol kemenangan Spanyol dicetak oleh Fabian Ruiz pada menit ke-30 dan Mikel Merino pada menit ke-88. Sementara itu, Belgia hanya mampu membalas satu gol melalui Charles De Ketelaere di menit ke-41.

Kemenangan ini membawa Spanyol berhadapan dengan Prancis di babak semifinal. Sebelumnya, Prancis telah lebih dulu memastikan tempatnya di semifinal setelah mengalahkan Maroko. Laga semifinal antara Spanyol dan Prancis diprediksi akan menjadi tontonan menarik bagi para penggemar sepak bola.

Dalam konteks pertandingan, kiper timnas Belgia, Thibaut Courtois, memberikan komentarnya mengenai kekalahan timnya. Ia mengakui bahwa timnya telah berupaya menampilkan permainan terbaik, namun mengakui adanya unsur keberuntungan yang memihak Spanyol dalam beberapa momen krusial.

Courtois menyebutkan bahwa gol kedua Spanyol, yang dicetak oleh Mikel Merino, terjadi akibat bola muntah yang tidak menguntungkan timnya. Meskipun demikian, ia juga mengakui bahwa Spanyol menciptakan lebih banyak peluang pada babak kedua. Ia merasa telah melakukan penyelamatan penting, namun tetap kecewa dengan hasil akhir.

Piala Dunia 2026 sendiri merupakan edisi yang sangat dinantikan, dengan format yang diperluas dan diselenggarakan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Turnamen ini selalu menjadi ajang yang mampu memikat perhatian dunia dan menciptakan momen-momen tak terlupakan, baik di dalam maupun di luar lapangan.

Kegiatan nobar yang digagas oleh Maruarar Sirait menjadi salah satu contoh bagaimana momen olahraga dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk memperkuat ikatan sosial dan menunjukkan kehadiran pemerintah di tengah-tengah masyarakat. Rencana untuk melanjutkan kegiatan ini di rusun diharapkan dapat memberikan dampak positif yang lebih luas, terutama bagi komunitas yang mungkin memiliki keterbatasan akses untuk menikmati acara serupa.

Dengan pendekatan yang humanis dan inklusif, Maruarar Sirait menunjukkan bahwa peran kementerian tidak hanya terbatas pada pembangunan fisik, tetapi juga pada pembangunan sosial dan kebersamaan masyarakat. Nobar Piala Dunia ini menjadi bukti nyata komitmen tersebut.