DermayuMagz.com – Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Indramayu, Nanang Ruhyana, mengungkapkan optimisme tinggi terhadap kemampuan daerahnya untuk mempertahankan predikat sebagai lumbung pangan nasional. Keyakinan ini didasari oleh berbagai faktor strategis yang terus dikembangkan dan dijaga keberlangsungannya di sektor pertanian Indramayu.
Meskipun periode panen raya musim rendeng telah usai, aktivitas di sektor pertanian Kabupaten Indramayu dilaporkan tetap berjalan dinamis. Sebagian besar lahan pertanian yang telah memasuki masa pasca-panen kini mulai dipersiapkan untuk siklus tanam berikutnya, menunjukkan roda perekonomian berbasis pertanian yang tak pernah berhenti berputar.
Nanang Ruhyana menekankan bahwa mempertahankan status lumbung pangan nasional bukan sekadar tentang kuantitas produksi semata. Ia menjelaskan bahwa hal tersebut mencakup aspek keberlanjutan, ketahanan pangan, serta kemampuan adaptasi terhadap berbagai tantangan, baik dari segi iklim maupun pasar. Upaya-upaya untuk mencapai keseimbangan ini terus diintensifkan oleh jajaran DKPP.
Salah satu pilar utama yang menopang ketahanan pangan Indramayu adalah komitmen pemerintah daerah dalam mendukung petani. Berbagai program bantuan teknis, penyediaan sarana dan prasarana pertanian, hingga fasilitasi akses permodalan terus digulirkan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan produktivitas lahan, efisiensi pengelolaan, dan kesejahteraan para petani sebagai garda terdepan produksi pangan nasional.
Lebih lanjut, Nanang menggarisbawahi pentingnya diversifikasi komoditas pertanian. Meskipun padi menjadi komoditas unggulan yang telah mengukuhkan Indramayu sebagai lumbung pangan, pengembangan sektor lain seperti hortikultura dan peternakan juga terus didorong. Diversifikasi ini diharapkan dapat memperkuat struktur ekonomi pertanian, mengurangi ketergantungan pada satu jenis komoditas, serta membuka peluang pasar yang lebih luas.
Strategi lain yang tidak kalah krusial adalah pemanfaatan teknologi dalam pertanian. Penerapan sistem irigasi yang lebih efisien, penggunaan pupuk berimbang, hingga adopsi praktik pertanian berkelanjutan menjadi fokus penting. Teknologi ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan hasil panen, tetapi juga untuk meminimalkan dampak lingkungan dan menjaga kelestarian sumber daya alam.
Dalam konteks global yang semakin kompleks, ketahanan pangan menjadi isu yang sangat vital. Kabupaten Indramayu, dengan sejarah panjangnya dalam kontribusi pada pasokan pangan nasional, memikul tanggung jawab yang besar. Nanang Ruhyana menyatakan bahwa DKPP senantiasa berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat, akademisi, dan sektor swasta, untuk terus berinovasi dan memperkuat sistem ketahanan pangan.
Ia juga menyoroti peran penting penyuluh pertanian dalam mendampingi petani di lapangan. Para penyuluh menjadi jembatan antara inovasi teknologi dan praktik di lahan, memastikan bahwa petani mendapatkan informasi terbaru dan terbaik untuk meningkatkan hasil usaha tani mereka. Kemitraan yang erat antara penyuluh dan petani menjadi kunci keberhasilan dalam implementasi berbagai program pertanian.
Nanang menambahkan bahwa tantangan perubahan iklim menjadi perhatian serius. Pengendalian banjir, pengelolaan sumber daya air, dan antisipasi terhadap fenomena cuaca ekstrem adalah bagian dari upaya mitigasi yang terus dilakukan. Adaptasi terhadap perubahan iklim melalui pengembangan varietas tanaman yang lebih tahan banting juga menjadi prioritas.
Optimisme kepala DKPP ini bukan tanpa dasar. Indramayu memiliki potensi geografis yang sangat mendukung kegiatan pertanian, terutama dalam budidaya padi. Infrastruktur pendukung seperti jaringan irigasi yang memadai dan akses transportasi yang baik juga turut berkontribusi pada kelancaran distribusi hasil pertanian.
Dengan semangat dan upaya berkelanjutan dari seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, petani, hingga masyarakat, Nanang Ruhyana yakin bahwa Indramayu akan terus kokoh berdiri sebagai penjaga ketahanan pangan bangsa. Upaya ini tidak hanya demi mempertahankan predikat bergengsi, tetapi lebih dari itu, demi memastikan ketersediaan pangan bagi seluruh rakyat Indonesia.






