DermayuMagz.com – Film terbaru berjudul “Bapakmu Kiper” menghadirkan tantangan unik bagi para aktornya, terutama bagi Fedi Nuril dan Augie Fantinus yang harus memerankan karakter bapak-bapak berusia 40-an yang kembali aktif di dunia sepak bola. Pengalaman ini digambarkan sebagai sesuatu yang cukup berisiko namun penuh komedi.
Dalam sebuah kesempatan wawancara yang berlangsung di kantor pusat KLY, Jakarta Pusat, pada Rabu (15/7/2026), Fedi Nuril dan Augie Fantinus berbagi cerita mengenai proses pendalaman karakter mereka. Keduanya dituntut untuk tampil realistis sebagai pria paruh baya yang kembali mengenakan sepatu bola demi mewujudkan impian sang anak.
Fedi Nuril sendiri akan memerankan tokoh Warto, seorang ayah yang berjuang keras untuk mendukung cita-cita anaknya, Dino, yang diperankan oleh Ali Fikry. Warto, yang dulunya adalah seorang kiper sepak bola tarkam, harus kembali ke lapangan hijau meski usianya sudah tidak muda lagi dan sudah lama tidak aktif bermain.
“Ceritanya memang kami ini bapak-bapak yang sudah pensiun dari sepak bola tarkam, lalu diminta main lagi untuk menolong Dino. Jadi, kekakuan atau rasa ngos-ngosannya itu justru yang kami tampilkan,” ungkap Fedi Nuril mengenai perannya.
Ia menambahkan bahwa kondisi fisik yang tidak lagi prima di usia 40-an justru menjadi nilai lebih dalam aktingnya. Hal ini membuat adegan yang dijalani terasa lebih otentik dan menghibur, baik bagi para aktor maupun penonton.
“Karena memang sudah tua diminta main lagi, jadi tidak harus 100% terlihat seperti yang fit atau jago teknik. Tapi justru, memperlihatkan demi membantu anaknya, bapak-bapak ini siap berkorban, capek-capekan, salah urat, jantungan,” jelas Fedi Nuril.
Menurut Fedi, hal ini justru meringankan beban aktingnya dan Augie. Mereka tidak perlu berusaha keras untuk terlihat seperti pemain profesional, melainkan lebih fokus pada penggambaran perjuangan dan semangat seorang ayah.
“Meringankan sih, jadi kita gak sok ngasih lihat penonton ‘kita beneran jago’, tapi memang justru nunjukin, ah sudah tua,” tambahnya sambil tertawa.
Augie Fantinus yang turut hadir dalam wawancara tersebut, sangat setuju dengan pandangan Fedi. Ia menggambarkan kembali ke dunia sepak bola di usia yang tidak muda lagi sebagai sebuah tindakan yang berani, bahkan cenderung nekat.
“Sudah bertahun-tahun dulu main bola memang benar. Tapi sudah bertahun-tahun tidak pernah main bola, terus main bola lagi kan, cari mati sebenarnya sih,” ujar Augie dengan nada bercanda.
Fedi Nuril menimpali dengan analogi yang lebih spesifik, menyebut bahwa jika yang kembali bermain adalah pesepak bola kelas dunia seperti Cristiano Ronaldo di usianya yang sudah kepala empat, itu mungkin masih bisa dimaklumi karena fisiknya yang luar biasa. Namun, bagi orang biasa, hal itu sangat berisiko.
“Sebenernya bahaya banget, empat puluh ke atas ya. Kecuali kayak Ronaldo yang masih latihan nge-gym gitu enggak apa-apa,” kata Fedi Nuril.
Sinopsis Singkat “Bapakmu Kiper”
Film “Bapakmu Kiper” mengisahkan tentang hubungan yang kurang harmonis antara seorang ayah, Warto (Fedi Nuril), dan putranya, Dino (Ali Fikry). Warto, yang memiliki latar belakang sebagai mantan kiper sepak bola tarkam meskipun dikenal sering melakukan kesalahan, bertekad untuk mewujudkan mimpi Dino menjadi pesepak bola profesional.
Untuk mencapai tujuan tersebut, Warto membentuk sebuah tim yang unik dan tidak biasa. Anggota timnya terdiri dari berbagai macam profesi, mulai dari hansip, dukun, hingga pencopet. Keseluruhan anggota tim ini kemudian ditugaskan untuk melatih Dino dalam sebuah turnamen bernama Tarkam Super Cup.
Pertanyaan besar yang menggantung adalah, akankah tim yang tak lazim ini berhasil membantu Dino meraih kemenangan? Film “Bapakmu Kiper” dijadwalkan tayang di bioskop mulai 3 September 2026, menjanjikan perpaduan antara komedi, drama keluarga, dan semangat olahraga.
Secara keseluruhan, film ini tidak hanya menyajikan hiburan, tetapi juga pesan moral tentang pentingnya dukungan orang tua terhadap cita-cita anak, serta semangat pantang menyerah dalam menghadapi segala rintangan, bahkan di usia yang tidak lagi muda.
Tentang Dangdut Academy 8: Hasil Grup 2 Top 42
Di sisi lain, ajang pencarian bakat dangdut, Dangdut Academy 8, terus berlanjut dengan persaingan yang semakin ketat. Pada babak Top 42 Grup 2 yang disiarkan pada Kamis (16/7/2026), enam peserta berhasil melaju ke babak selanjutnya, sementara satu peserta harus tersenggol.
Enam academia yang beruntung adalah Ikhwan dari Polewali Mandar, Murama dari Sijunjung, Khinan dari Surabaya, Kadhafy dari Bangkalan, Niswah dari Pemalang, dan Tazir dari Langkat. Mereka menunjukkan penampilan terbaiknya dan berhasil memukau para juri serta penonton.
Sayangnya, Anisa dari Ogan Komering Ilir harus menghentikan langkahnya di kompetisi ini. Ia menjadi academia kedua yang tersenggol di babak Top 42, setelah sebelumnya ada satu peserta lain yang tereliminasi di grup yang berbeda.
Penampilan Ikhwan Polewali Mandar menjadi pembuka yang memukau. Duetnya dengan Murama dalam lagu “Jalan Datar” menuai pujian dan meraih tiga standing ovation. Kualitas suaranya yang khas dan kemampuannya dalam membawakan lagu dangdut membuatnya dinilai sebagai salah satu peserta unggulan.
Murama Sijunjung juga tampil gemilang. Ia tidak hanya sukses dalam duet pembuka, tetapi juga saat membawakan lagu “Pestamu Dukaku” secara solo. Para juri memuji penampilannya sebagai paket lengkap, mulai dari vokal, paras, hingga pembawaan panggung.
Kadhafy Bangkalan berhasil mempertahankan karakternya yang kuat dalam bernyanyi. Meskipun mendapat beberapa catatan dari juri terkait ekspresi dan dinamika, suara khasnya yang tebal tetap menjadi nilai jual utamanya.
Niswah Pemalang juga menunjukkan potensi yang menjanjikan. Ia diingatkan oleh juri untuk lebih memperkuat aura bintangnya agar dapat bersaing lebih kompetitif di panggung yang lebih besar.
Tazir, meskipun mendapat catatan mengenai tempo dan kontrol nada, tetap berhasil meloloskan diri berkat warna suaranya yang berkarakter. Penampilannya dalam trio maupun solo dinilai cukup baik untuk mengamankan posisinya.
Dengan tersenggolnya Anisa, persaingan di Dangdut Academy 8 semakin memanas. Para peserta yang lolos akan terus berjuang untuk menjadi yang terbaik dan membawa pulang gelar juara.






