Oso Kenang Kedekatan Emosional 60 Tahun dengan Ryamizard Ryacudu

News5 Dilihat

DermayuMagz.com – Ketua Umum DPP Partai Hanura, Oesman Sapta Odang atau Oso, menyampaikan rasa duka yang mendalam atas berpulangnya mantan Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu.

Begitu mendengar kabar duka tersebut, Oso langsung bergegas menuju rumah duka di kawasan Cikeas, Bogor, Jawa Barat. Suasana haru menyelimuti kediaman almarhum.

Oso tiba di Cikeas pada Minggu malam, 31 Mei 2026, untuk memberikan penghormatan terakhir secara langsung. Ia menjelaskan bahwa dirinya baru saja menyelesaikan perjalanan jauh dari luar kota sebelum memutuskan untuk langsung menuju rumah duka.

“Ya, saya baru sampai dari Kalimantan. Dari Bandung, Kalimantan, Bandung, Idul Fitri lantas ke Bandung, langsung ke rumah duka,” ujar Oso kepada awak media di rumah duka.

Hubungan Oso dan Ryamizard Ryacudu ternyata telah terjalin sejak lama, bahkan sebelum almarhum menjadi tokoh militer nasional. Kedekatan emosional yang kuat ini telah terbangun sejak keduanya masih muda di Pontianak.

Oso mengenang bahwa karakter ketegasan dan keberanian almarhum sudah terlihat sejak masa belia. Karakter kuat inilah yang kemudian membawa almarhum menjadi salah satu tokoh penting dalam sejarah militer Indonesia.

“Karena beliau ini saya kenal dari muda. Dari belum jadi tentara. Di Pontianak dan waktu muda dia belum jadi tentara sudah pakai baju loreng, ya. Lantas sudah bawa senjata. Ya, dan memang pemberani. Dan saya kenal ya sudah hampir 60 tahun sama Mijar, ya. Dia Mijar. Saya panggil Mijar,” kenang Oso.

Lebih lanjut, Oso mengungkapkan bahwa almarhum adalah sosok sahabat yang memiliki loyalitas sangat tinggi. Meskipun dikenal selektif dalam memilih teman, almarhum adalah figur yang sangat setia kepada sahabat-sahabatnya.

Oso juga menyatakan bahwa dirinya sangat mengenal dekat seluruh lingkaran keluarga besar almarhum. Kepergian sang jenderal tentu meninggalkan kesedihan dan ruang kosong yang mendalam di hati mantan Ketua DPD RI tersebut.

“Ya, yang terakhir setelah sakit-sakit inilah. Ya. Dan dia seorang teman yang tidak gampang berteman sama dia, tapi kalau berteman sama dia sangat-sakat eh… apa… sangat setia, bersahabat. Dan saya mengenal sekali dia dan keluarganya, adik-adiknya saya kenal sekali,” tutur Oso.

“Seperti Riamor ya, dan ya, saya merasa kehilangan. Tapi ya semua juga kita akan hilang. Akan kembali kepada penciptanya. Jadi kita doakan agar beliau ditempatkan di sisi Allah Subhanahu wa ta’ala. Amin, amin, amin,” sambungnya.

Ketika ditanya mengenai kronologi medis atau penyakit yang diderita oleh almarhum, Oso mengaku belum mengetahui secara mendetail. Ia berniat untuk mencari tahu lebih lanjut setelah bertemu langsung dengan pihak keluarga inti di dalam rumah duka.

Baca juga : PSG Siap Terima Banjir Bonus Usai Juara Liga Champions

“Ah itu wallahu a’lam, saya sendiri ini baru ketemu sekarang, dengan istrinya, dan dengan anaknya ya. Nanti saya tanyakan ya,” pungkas Oso.