Upaya Menjaga Kelestarian Bukit Menumbing demi Keberlanjutan Alam

News16 Dilihat

DermayuMagz.com – Upaya pelestarian lingkungan sekaligus penguatan nilai sejarah terus digalakkan di Bangka Belitung, salah satunya melalui aksi nyata di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Menumbing. Pada Sabtu, 18 Juli 2026, jajaran Rutan Muntok bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan serangkaian kegiatan yang memadukan semangat patriotisme dengan kesadaran ekologis.

Bukit Menumbing sendiri bukanlah lokasi sembarangan. Kawasan ini memiliki kedudukan penting dalam narasi sejarah kemerdekaan Indonesia sebagai tempat pengasingan tokoh-tokoh besar seperti Soekarno dan Mohammad Hatta. Mengingat nilai historisnya yang mendalam, menjaga kawasan ini menjadi bentuk penghormatan sekaligus tanggung jawab untuk merawat warisan bangsa.

Kepala Rutan Muntok, Andri Ferly, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang lebih dari sekadar aktivitas fisik seperti jalan sehat. Ia menyebutnya sebagai sebuah “tapak tilas” perjuangan para pendiri bangsa yang bertujuan membangkitkan rasa cinta tanah air. Menjelang perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia, momentum ini dimanfaatkan untuk mempererat sinergi lintas sektoral.

“Dahulu, para pendiri bangsa kita berjuang untuk merebut kemerdekaan dari tangan penjajah. Hari ini, tugas sejarah kita adalah mempertahankan kemerdekaan itu bagi generasi masa depan,” tutur Andri Ferly.

Lebih lanjut, Ferly menegaskan bahwa semangat patriotisme yang dipetik dari Bukit Menumbing akan diintegrasikan ke dalam program pembinaan warga binaan. Diharapkan, internalisasi nilai-nilai kebangsaan ini mampu membentuk karakter warga binaan yang lebih mencintai tanah air, sehingga mereka memiliki motivasi kuat untuk berkontribusi positif kepada masyarakat setelah menyelesaikan masa hukumannya.

Selain aspek sejarah, Bukit Menumbing juga memegang peran krusial bagi ekosistem lokal. Bupati Bangka Barat, Markus, menekankan bahwa kawasan tersebut berfungsi sebagai penyangga air yang vital bagi keberlangsungan hidup masyarakat di sekitarnya. Bukit ini juga menjadi habitat bagi berbagai flora dan fauna endemik, termasuk tarsius Bangka atau yang lebih dikenal dengan sebutan mentilin.

Keberlanjutan ekosistem di Bukit Menumbing kini diarahkan menuju konsep pariwisata berkelanjutan atau sustainable tourism. Markus optimistis bahwa perpaduan antara keasrian alam dan nilai magis sejarah akan menjadi daya tarik wisata yang mampu mendongkrak ekonomi daerah tanpa harus mengorbankan kelestarian lingkungan.

Strategi pengembangan kawasan ini pun dinilai telah sejalan dengan visi nasional yang tertuang dalam program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Beberapa poin utama yang menjadi acuan meliputi:

  • Misi ke-2 tentang kemandirian bangsa melalui penerapan ekonomi hijau (green economy) dan ekonomi biru.
  • Misi ke-5 mengenai penyelarasan kehidupan yang harmonis antara manusia, alam, dan budaya lokal.

Kegiatan kolaboratif ini mendapatkan dukungan penuh dari berbagai instansi, termasuk DPRD Bangka Barat, Kejaksaan Negeri, Pengadilan Negeri, Badan Intelijen Negara (BIN), serta unsur TNI-Polri. Sinergi yang solid ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi keberlanjutan program pelestarian lingkungan dan pembinaan masyarakat di wilayah Bangka Barat secara jangka panjang.