Penyebab Presiden UEFA Absen di Final Piala Dunia 2026

bola7 Dilihat

Alasan Presiden UEFA Boikot Final Piala Dunia 2026

Presiden UEFA Aleksander Ceferin absen di final Piala Dunia 2026 di New Jersey.

OlehAning JatiDiterbitkan 21 Juli 2026, 14:30 WIBShareCopy LinkBatalkanAleksander Ceferin (AFP/ARIS MESSINIS)

Absennya Ceferin disebut terkait kekecewaan terhadap sejumlah aspek penyelenggaraan turnamen oleh FIFA, termasuk keputusan disiplin dan penerapan aturan selama kompetisi. UEFA sebelumnya telah menyampaikan kritik terbuka atas putusan Komite Disiplin FIFA yang membatalkan larangan bermain satu pertandingan untuk penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun.

Pembatalan sanksi itu terjadi setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, meminta Presiden FIFA, Gianni Infantino, meninjau kembali kartu merah yang diterima Balogun. Situasi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai adanya pengaruh politik dalam pengambilan keputusan FIFA.

Kasus Balogun dan Ketegangan UEFA–FIFAWasit Raphael Claus dari Brasil memberikan kartu merah kepada Folarin Balogun (Amerika Serikat), kanan, saat pertandingan sepak bola babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara Amerika Serikat dan Bosnia di Santa Clara, California, dekat San Francisco, Kamis, 2 Juli 2026. (AP Photo/Julio Cortez)

UEFA menilai putusan pembatalan hukuman kepada Balogun belum pernah terjadi sebelumnya, sulit dipahami, dan tidak dapat dibenarkan, serta menuding FIFA telah melampaui batas. Kritik itu menjadi salah satu pemicu ketegangan terbaru antara kedua organisasi.

Isu lain yang menambah friksi adalah pemulangan wasit asal Somalia, Omar Artan, oleh otoritas Amerika Serikat bahkan sebelum turnamen dimulai. UEFA menilai FIFA tidak mampu mencegah langkah tersebut, dan kemudian menunjuk Artan untuk memimpin laga final Piala Super UEFA bulan depan.

Laporan yang sama menyebutkan absennya Ceferin di partai puncak Piala Dunia 2026 merupakan sinyal ketidakpuasan mendalam UEFA atas cara FIFA menangani aspek disiplin dan tata kelola sepanjang turnamen.

Aturan Turnamen Disorot: Jeda Minum, Durasi Halftime, dan VAR

UEFA juga menyoroti penerapan jeda minum yang dinilai membuat pertandingan seolah terbagi menjadi empat bagian. Pengaturan itu dinilai membuka ruang bagi penayangan iklan televisi di tengah laga.

Organisasi Eropa tersebut mempersoalkan durasi jeda babak pertama pada final Piala Dunia 2026 yang mencapai 27 menit. Angka itu jauh melebihi batas maksimal 15 menit yang diizinkan dalam regulasi.

UEFA menegaskan tidak berencana mengadopsi sejumlah perubahan aturan lain yang diterapkan di Piala Dunia 2026. Di antaranya interpretasi protokol VAR terkait mistaken identity yang berujung kartu merah untuk Breel Embolo saat Swiss menghadapi Argentina di perempat final, serta aturan yang menghukum pemain ketika menutupi mulut saat berbicara dengan lawan.

Lanjut Baca:

Selain perkara teknis pertandingan, UEFA menyorot perlakuan terhadap Iran selama Piala Dunia 2026. Menurut laporan, Iran dikenai persyaratan yang lebih ketat untuk proses masuk dan keluar dari Amerika Serikat dibandingkan 47 negara peserta lainnya.
Pelatih Timnas Iran, Amir Ghalenoei, menyebut timnya sebagai yang paling tertindas di Piala Dunia 2026. Pernyataan itu muncul di tengah sorotan atas kebijakan akses yang berbeda dibanding kontestan lain.
Di sisi lain, Menteri Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat, Markwayne Mullin, mengatakan dirinya menari kegirangan ketika Iran tersingkir dari turnamen. Ucapan tersebut menambah sorotan atas dimensi politik yang membayangi penyelenggaraan ajang ini.

Show AllAning Jati, Harley IkhsanTim RedaksiShareCopy LinkBatalkan

Add as a preferred source on Google

Ajang OlahragaPresiden FIFA Gianni Infantino menyebutkan tiga negara akan menjadi tuan rumah untuk Piala Dunia 2026 mendatang.Lihat SelengkapnyaPiala Dunia 2026

  • OrganisasiFIFA merupakan badan pengendali sepak bola internasionalLihat SelengkapnyaFIFA
  • OrganisasiUEFA atau Union of European Football Associations, dalam bahasa Indonesia disebut Uni Sepak Bola Eropa,Lihat SelengkapnyaUEFA
  • PolitisiSeorang politisi yang merupakan calon presiden AmerikaLihat SelengkapnyaDonald Trump
  • Pentas Bola Dunia 2026
  • SportBites
  • Aleksander Ceferin
  • Pentas Bola Dunia 2026

    • Popularitas 2 Bintang Piala Dunia 2026 Melesat di Instagram, Tambah 60 Juta Followers Baru28 menit yang lalu
    • Dani Olmo Kritik Perilaku Pemain Argentina: Anak-Anak Menonton1 jam yang lalu
    • Lionel Messi Absen di MLS All-Star Game, Pemulihan Setelah Piala Dunia 20261 jam yang lalu
    • Piala Dunia 2030 Akan Diikuti 64 Tim, Klaim Presiden CONMEBOL1 jam yang lalu
    • Spanyol dan Jalan Panjang Menuju Gelar Piala Dunia Kedua2 jam yang lalu
    • Kontroversi Bola Emas 2026: Jurnalis Argentina Nilai Keputusan FIFA Hina Lionel Messi2 jam yang lalu
    • Perayaan Meriah Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Jutaan Suporter Merahkan Jalanan Madrid3 jam yang lalu
    • Piala Dunia 2026 Lahirkan Banyak Rekor Anyar, Siapa Saja yang Mengukirnya?3 jam yang lalu
    • Enzo Fernandez Harusnya Dikartu Merah Lebih Cepat, Ini Alasannya4 jam yang lalu
    • Alasan Presiden UEFA Boikot Final Piala Dunia 20265 jam yang lalu
    • Enzo Fernandez Akhirnya Buka Suara usai Kartu Merah di Final Piala Dunia 20265 jam yang lalu
    • FIFA Selidiki Timnas Argentina Buntut Kericuhan Final Piala Dunia 20266 jam yang lalu

    Lihat Selengkapnya

    Alasan Presiden UEFA Boikot Final Piala Dunia 2026

    Presiden UEFA Aleksander Ceferin absen di final Piala Dunia 2026 di New Jersey.

    OlehAning JatiDiterbitkan 21 Juli 2026, 14:30 WIBShareCopy LinkBatalkanAleksander Ceferin (AFP/ARIS MESSINIS)Perlakuan Terhadap Iran dan Respons Pejabat AS

    Selain perkara teknis pertandingan, UEFA menyorot perlakuan terhadap Iran selama Piala Dunia 2026. Menurut laporan, Iran dikenai persyaratan yang lebih ketat untuk proses masuk dan keluar dari Amerika Serikat dibandingkan 47 negara peserta lainnya.

    Pelatih Timnas Iran, Amir Ghalenoei, menyebut timnya sebagai yang paling tertindas di Piala Dunia 2026. Pernyataan itu muncul di tengah sorotan atas kebijakan akses yang berbeda dibanding kontestan lain.

    Di sisi lain, Menteri Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat, Markwayne Mullin, mengatakan dirinya menari kegirangan ketika Iran tersingkir dari turnamen. Ucapan tersebut menambah sorotan atas dimensi politik yang membayangi penyelenggaraan ajang ini.

    Kebijakan Tiket dan Sikap UEFA

    Di luar isu di lapangan, Ceferin sebelumnya mengkritik strategi penjualan tiket FIFA untuk Piala Dunia 2026. UEFA memaparkan pendekatan berbeda untuk Euro 2028 dengan menempatkan keterjangkauan sebagai prioritas.

    UEFA menyebut 40 persen tiket Euro 2028 akan dijual pada kategori paling terjangkau dengan rentang harga sekitar 30 hingga 60 paun. Badan tersebut juga menegaskan tidak akan menerapkan sistem harga dinamis.

    Kendati memboikot final Piala Dunia 2026, Ceferin tercatat menghadiri pertandingan pembuka turnamen di Mexico City pada 11 Juni.

    Show AllAning Jati, Harley IkhsanTim RedaksiShareCopy LinkBatalkan

    Add as a preferred source on Google

    Ajang OlahragaPresiden FIFA Gianni Infantino menyebutkan tiga negara akan menjadi tuan rumah untuk Piala Dunia 2026 mendatang.Lihat SelengkapnyaPiala Dunia 2026

  • OrganisasiFIFA merupakan badan pengendali sepak bola internasionalLihat SelengkapnyaFIFA
  • OrganisasiUEFA atau Union of European Football Associations, dalam bahasa Indonesia disebut Uni Sepak Bola Eropa,Lihat SelengkapnyaUEFA
  • PolitisiSeorang politisi yang merupakan calon presiden AmerikaLihat SelengkapnyaDonald Trump
  • Pentas Bola Dunia 2026
  • SportBites
  • Aleksander Ceferin
  • Pentas Bola Dunia 2026

    • Popularitas 2 Bintang Piala Dunia 2026 Melesat di Instagram, Tambah 60 Juta Followers Baru58 menit yang lalu
    • Dani Olmo Kritik Perilaku Pemain Argentina: Anak-Anak Menonton1 jam yang lalu
    • Lionel Messi Absen di MLS All-Star Game, Pemulihan Setelah Piala Dunia 20261 jam yang lalu
    • Piala Dunia 2030 Akan Diikuti 64 Tim, Klaim Presiden CONMEBOL2 jam yang lalu
    • Spanyol dan Jalan Panjang Menuju Gelar Piala Dunia Kedua3 jam yang lalu
    • Kontroversi Bola Emas 2026: Jurnalis Argentina Nilai Keputusan FIFA Hina Lionel Messi3 jam yang lalu
    • Perayaan Meriah Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Jutaan Suporter Merahkan Jalanan Madrid3 jam yang lalu
    • Piala Dunia 2026 Lahirkan Banyak Rekor Anyar, Siapa Saja yang Mengukirnya?3 jam yang lalu
    • Enzo Fernandez Harusnya Dikartu Merah Lebih Cepat, Ini Alasannya4 jam yang lalu
    • Alasan Presiden UEFA Boikot Final Piala Dunia 20265 jam yang lalu
    • Enzo Fernandez Akhirnya Buka Suara usai Kartu Merah di Final Piala Dunia 20265 jam yang lalu
    • FIFA Selidiki Timnas Argentina Buntut Kericuhan Final Piala Dunia 20267 jam yang lalu

    Lihat Selengkapnya

    Alasan Presiden UEFA Boikot Final Piala Dunia 2026

    Presiden UEFA Aleksander Ceferin absen di final Piala Dunia 2026 di New Jersey.

    OlehAning JatiDiterbitkan 21 Juli 2026, 14:30 WIBShareCopy LinkBatalkanAleksander Ceferin (AFP/ARIS MESSINIS)

    Absennya Ceferin disebut terkait kekecewaan terhadap sejumlah aspek penyelenggaraan turnamen oleh FIFA, termasuk keputusan disiplin dan penerapan aturan selama kompetisi. UEFA sebelumnya telah menyampaikan kritik terbuka atas putusan Komite Disiplin FIFA yang membatalkan larangan bermain satu pertandingan untuk penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun.

    Pembatalan sanksi itu terjadi setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, meminta Presiden FIFA, Gianni Infantino, meninjau kembali kartu merah yang diterima Balogun. Situasi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai adanya pengaruh politik dalam pengambilan keputusan FIFA.

    Kasus Balogun dan Ketegangan UEFA–FIFAWasit Raphael Claus dari Brasil memberikan kartu merah kepada Folarin Balogun (Amerika Serikat), kanan, saat pertandingan sepak bola babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara Amerika Serikat dan Bosnia di Santa Clara, California, dekat San Francisco, Kamis, 2 Juli 2026. (AP Photo/Julio Cortez)

    UEFA menilai putusan pembatalan hukuman kepada Balogun belum pernah terjadi sebelumnya, sulit dipahami, dan tidak dapat dibenarkan, serta menuding FIFA telah melampaui batas. Kritik itu menjadi salah satu pemicu ketegangan terbaru antara kedua organisasi.

    Isu lain yang menambah friksi adalah pemulangan wasit asal Somalia, Omar Artan, oleh otoritas Amerika Serikat bahkan sebelum turnamen dimulai. UEFA menilai FIFA tidak mampu mencegah langkah tersebut, dan kemudian menunjuk Artan untuk memimpin laga final Piala Super UEFA bulan depan.

    Laporan yang sama menyebutkan absennya Ceferin di partai puncak Piala Dunia 2026 merupakan sinyal ketidakpuasan mendalam UEFA atas cara FIFA menangani aspek disiplin dan tata kelola sepanjang turnamen.

    Aturan Turnamen Disorot: Jeda Minum, Durasi Halftime, dan VAR

    UEFA juga menyoroti penerapan jeda minum yang dinilai membuat pertandingan seolah terbagi menjadi empat bagian. Pengaturan itu dinilai membuka ruang bagi penayangan iklan televisi di tengah laga.

    Organisasi Eropa tersebut mempersoalkan durasi jeda babak pertama pada final Piala Dunia 2026 yang mencapai 27 menit. Angka itu jauh melebihi batas maksimal 15 menit yang diizinkan dalam regulasi.

    UEFA menegaskan tidak berencana mengadopsi sejumlah perubahan aturan lain yang diterapkan di Piala Dunia 2026. Di antaranya interpretasi protokol VAR terkait mistaken identity yang berujung kartu merah untuk Breel Embolo saat Swiss menghadapi Argentina di perempat final, serta aturan yang menghukum pemain ketika menutupi mulut saat berbicara dengan lawan.

    Lanjut Baca:

    Selain perkara teknis pertandingan, UEFA menyorot perlakuan terhadap Iran selama Piala Dunia 2026. Menurut laporan, Iran dikenai persyaratan yang lebih ketat untuk proses masuk dan keluar dari Amerika Serikat dibandingkan 47 negara peserta lainnya.
    Pelatih Timnas Iran, Amir Ghalenoei, menyebut timnya sebagai yang paling tertindas di Piala Dunia 2026. Pernyataan itu muncul di tengah sorotan atas kebijakan akses yang berbeda dibanding kontestan lain.
    Di sisi lain, Menteri Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat, Markwayne Mullin, mengatakan dirinya menari kegirangan ketika Iran tersingkir dari turnamen. Ucapan tersebut menambah sorotan atas dimensi politik yang membayangi penyelenggaraan ajang ini.

    Show AllAning Jati, Harley IkhsanTim RedaksiShareCopy LinkBatalkan

    Add as a preferred source on Google

    Ajang OlahragaPresiden FIFA Gianni Infantino menyebutkan tiga negara akan menjadi tuan rumah untuk Piala Dunia 2026 mendatang.Lihat SelengkapnyaPiala Dunia 2026

  • OrganisasiFIFA merupakan badan pengendali sepak bola internasionalLihat SelengkapnyaFIFA
  • OrganisasiUEFA atau Union of European Football Associations, dalam bahasa Indonesia disebut Uni Sepak Bola Eropa,Lihat SelengkapnyaUEFA
  • PolitisiSeorang politisi yang merupakan calon presiden AmerikaLihat SelengkapnyaDonald Trump
  • Pentas Bola Dunia 2026
  • SportBites
  • Aleksander Ceferin
  • Pentas Bola Dunia 2026

    • Popularitas 2 Bintang Piala Dunia 2026 Melesat di Instagram, Tambah 60 Juta Followers Baru58 menit yang lalu
    • Dani Olmo Kritik Perilaku Pemain Argentina: Anak-Anak Menonton1 jam yang lalu
    • Lionel Messi Absen di MLS All-Star Game, Pemulihan Setelah Piala Dunia 20261 jam yang lalu
    • Piala Dunia 2030 Akan Diikuti 64 Tim, Klaim Presiden CONMEBOL2 jam yang lalu
    • Spanyol dan Jalan Panjang Menuju Gelar Piala Dunia Kedua3 jam yang lalu
    • Kontroversi Bola Emas 2026: Jurnalis Argentina Nilai Keputusan FIFA Hina Lionel Messi3 jam yang lalu
    • Perayaan Meriah Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Jutaan Suporter Merahkan Jalanan Madrid3 jam yang lalu
    • Piala Dunia 2026 Lahirkan Banyak Rekor Anyar, Siapa Saja yang Mengukirnya?3 jam yang lalu
    • Enzo Fernandez Harusnya Dikartu Merah Lebih Cepat, Ini Alasannya4 jam yang lalu
    • Alasan Presiden UEFA Boikot Final Piala Dunia 20265 jam yang lalu
    • Enzo Fernandez Akhirnya Buka Suara usai Kartu Merah di Final Piala Dunia 20265 jam yang lalu
    • FIFA Selidiki Timnas Argentina Buntut Kericuhan Final Piala Dunia 20267 jam yang lalu

    Lihat Selengkapnya