Media Argentina Soroti Parade Juara Spanyol, Marc Cucurella Dituduh Ejek Tim Tango

bola5 Dilihat

DermayuMagz.com – Perayaan kemenangan Timnas Spanyol dalam ajang Piala Dunia 2026 yang berlangsung meriah di Madrid pada Senin (20/7/2026) menyisakan polemik di Argentina. Arak-arakan yang dihadiri oleh sekitar dua juta pendukung setia La Furia Roja ini justru memicu sorotan tajam dari media Argentina, TyC Sports, terkait perilaku para pemain Spanyol di atas panggung perayaan.

Ketegangan antara kedua kubu ini berpuncak pada sosok bek Chelsea, Marc Cucurella. Saat sesi perkenalan pemain di Plaza de Cibeles, setiap penggawa Spanyol diberikan kesempatan untuk memilih lagu pengiring saat memasuki panggung. Cucurella secara mengejutkan memilih lagu berjudul Malbec, sebuah karya dari musisi Argentina, Duki dan Bizarrap.

Keputusan pemilihan lagu tersebut langsung ditafsirkan sebagai bentuk sindiran halus oleh media Argentina. TyC Sports menilai pilihan tersebut bukan sekadar selera musik, melainkan sebuah pesan terselubung setelah Spanyol berhasil mengalahkan Argentina dengan skor tipis 1-0 dalam partai final yang dramatis.

“Lirik dalam lagu Malbec menggambarkan seseorang yang datang ke sebuah kota, disambut layaknya bos, lalu merayakan keberhasilan timnya. Narasi ini dianggap sangat kontras dengan situasi panas di laga final,” tulis laporan tersebut.

Meski spekulasi terus berkembang di media sosial dan kanal berita Argentina, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi baik dari Marc Cucurella maupun pihak Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) yang mengonfirmasi bahwa lagu tersebut dipilih sebagai alat untuk memprovokasi atau menyindir pihak Argentina. Skuad Spanyol sendiri tampak lebih fokus menikmati euforia gelar juara dunia kedua mereka sepanjang sejarah.

Selain polemik lagu, suasana perayaan di Madrid juga diwarnai dengan aksi provokatif dari para penggemar yang hadir. Di tengah kerumunan massa yang memadati rute parade, sebuah spanduk yang menyerukan duel antara Leandro Paredes dan Gavi sempat dilemparkan ke arah bus atap terbuka yang membawa para pemain.

Spanduk tersebut merujuk langsung pada insiden perselisihan panas yang terjadi sesaat setelah peluit akhir pertandingan final. Ketegangan antara Paredes dan Gavi memang menjadi salah satu bumbu yang memperkeruh suasana pasca-laga, menambah catatan sejarah rivalitas kedua tim di panggung internasional.

Kejadian ini menjadi pengingat bahwa kemenangan di turnamen sebesar Piala Dunia bukan hanya soal trofi di lapangan, melainkan juga meninggalkan jejak emosional yang mendalam bagi pihak yang kalah. Hingga saat ini, perdebatan mengenai gestur para pemain Spanyol dan reaksi publik Argentina masih menjadi topik hangat di berbagai media olahraga internasional.

Spanyol sendiri menutup turnamen dengan catatan impresif, mengukuhkan dominasi mereka di panggung sepak bola dunia. Bagi publik Spanyol, parade tersebut adalah bentuk apresiasi tertinggi atas kerja keras tim yang telah berjuang sejak fase grup hingga mengangkat trofi di partai puncak.

  • Konteks Historis: Spanyol sukses meraih gelar juara dunia kedua mereka setelah penantian panjang sejak kesuksesan pertama pada 2010.
  • Atmosfer Final: Kemenangan 1-0 atas Argentina di final Piala Dunia 2026 menjadi salah satu pertandingan paling intens dalam dekade ini.
  • Respon Media: Media Argentina, TyC Sports, terus memantau setiap detail perayaan Spanyol sebagai bentuk respons atas kekalahan menyakitkan di final.

Di sisi lain, bagi para pemain seperti Marc Cucurella, fokus utama kini tetap pada pemulihan kondisi fisik dan persiapan menghadapi musim kompetisi baru bersama klub masing-masing. Meski isu sindiran ini sempat mencuat, dinamika sepak bola di level tertinggi memang sering kali diwarnai oleh drama di luar lapangan yang menambah daya tarik bagi para pecinta si kulit bundar di seluruh dunia.