Spanyol Tundukkan Argentina dengan Dominan, La Albiceleste Torehkan Statistik Buruk

bola10 Dilihat

DermayuMagz.com – Spanyol resmi menahbiskan diri sebagai penguasa sepak bola dunia setelah menaklukkan Argentina dalam partai final Piala Dunia 2026. Kemenangan dramatis dengan skor 1-0 tersebut diraih melalui gol tunggal Ferran Torres pada menit ke-106 babak tambahan waktu, yang sekaligus mengubur impian La Albiceleste untuk mempertahankan gelar juara mereka.

Dominasi Spanyol dalam pertandingan ini terasa begitu mutlak. Tim asuhan Luis de la Fuente tersebut menerapkan skema penguasaan bola yang sangat rapi, membuat para pemain Argentina harus bekerja ekstra keras hingga kehabisan napas demi membendung serangan bertubi-tubi dari La Roja.

Statistik memalukan pun tercatat bagi Argentina di laga krusial ini. Saking rapatnya pertahanan dan dominannya lini tengah Spanyol, Lionel Messi dan kawan-kawan bahkan baru mampu melepaskan tembakan ke gawang pada menit ke-117. Itu pun bukan berasal dari skema serangan yang matang, melainkan dari bola muntah.

Kapten Argentina yang kini berusia 39 tahun, Lionel Messi, sempat mencoba peruntungannya melalui sebuah eksekusi, namun usahanya berhasil diblok dengan sangat disiplin oleh Mikel Merino. Tidak lama berselang, Argentina kembali mendapatkan peluang dari situasi tendangan penjuru. Namun, eksekusi dari Giuliano Simeone justru melambung jauh di atas mistar gawang.

Kondisi fisik pemain Argentina disinyalir menjadi faktor utama di balik minimnya daya gedor mereka. La Albiceleste dipaksa bermain dalam kondisi kelelahan setelah memiliki waktu istirahat yang lebih singkat dibandingkan Spanyol. Selain itu, mereka harus menempuh perjalanan berat menuju final, termasuk melakoni babak tambahan waktu saat menghadapi Tanjung Verde dan Swiss di fase sebelumnya.

Situasi semakin diperparah dengan absennya beberapa pilar penting. Enzo Fernandez harus meninggalkan lapangan lebih awal setelah menerima dua kartu kuning sebelum waktu normal berakhir. Argentina juga sudah kehilangan Lisandro Martinez sejak babak pertama, memaksa bek veteran berusia 38 tahun, Nicolas Otamendi, harus turun tangan memimpin lini pertahanan yang terus ditekan oleh agresivitas penyerang Spanyol.

“Kemenangan ini adalah buah dari kesabaran dan taktik yang matang. Kami berhasil meredam kreativitas lawan dengan menjaga ritme permainan sepanjang laga,” ungkap pengamat sepak bola terkait strategi Spanyol dalam laga final tersebut.

Keberhasilan Spanyol di Piala Dunia 2026 ini juga tidak terlepas dari tangan dingin pelatih Luis de la Fuente. Menariknya, De la Fuente menjadi bukti nyata bahwa kesuksesan di level internasional tidak selalu membutuhkan rekam jejak mentereng di klub elite. Sebelum membawa Spanyol berjaya di UEFA Nations League, Euro 2024, dan kini Piala Dunia 2026, ia dikenal sebagai pelatih yang menghabiskan waktu panjang untuk mengembangkan bakat-bakat muda di tim nasional kelompok umur.

Sementara itu, bagi Lionel Scaloni, kekalahan ini menjadi akhir dari perjalanan luar biasa yang telah ia bangun bersama Argentina selama beberapa tahun terakhir. Meskipun gagal di partai puncak, Scaloni tetap diakui sebagai salah satu arsitek tersukses yang mampu membawa Argentina meraih gelar juara dunia pada 2022 serta dua trofi Copa America.

Hasil final ini menjadi catatan sejarah baru dalam sepak bola internasional, di mana Spanyol menunjukkan kedewasaan taktik yang luar biasa dalam meredam lawan-lawan tangguh, termasuk Argentina yang sempat difavoritkan untuk mendominasi jalannya pertandingan.