Daftar 10 Provinsi dengan Jumlah Koperasi Merah Putih Paling Minim

Bisnis4 Dilihat

DermayuMagz.com – Data terbaru dari Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa (Simkopdes) yang dirilis pada Jumat (24/7/2026) mengungkapkan peta distribusi Koperasi Merah Putih di seluruh Indonesia. Menariknya, sebaran unit koperasi ini tidak hanya dipengaruhi oleh faktor usia wilayah atau status daerah pemekaran baru.

Beberapa provinsi dengan jumlah unit Koperasi Merah Putih paling sedikit justru mencakup wilayah dengan karakteristik geografis yang unik, seperti provinsi yang memiliki keterbatasan jumlah desa, hingga kawasan metropolitan yang padat penduduk seperti DKI Jakarta.

Koperasi Merah Putih sendiri merupakan inisiatif strategis yang dirancang sebagai penggerak ekonomi kerakyatan di tingkat akar rumput. Keberadaannya diharapkan mampu menopang kebutuhan pokok masyarakat, terutama di sektor pertanian dan pemenuhan kebutuhan rumah tangga sehari-hari.

Berikut adalah daftar 10 provinsi dengan jumlah unit Koperasi Merah Putih paling sedikit di Indonesia:

  • DKI Jakarta: 269 unit
  • Kepulauan Bangka Belitung: 394 unit
  • Kepulauan Riau: 407 unit
  • Kalimantan Utara: 411 unit
  • Daerah Istimewa Yogyakarta: 438 unit
  • Papua Selatan: 640 unit
  • Sulawesi Barat: 648 unit
  • Bali: 718 unit
  • Gorontalo: 731 unit
  • Papua Barat: 826 unit

Performa Ekonomi dan Apresiasi Pemerintah

Di balik data sebaran tersebut, terdapat dinamika transaksi yang cukup kontras di berbagai wilayah. Secara nasional, nilai transaksi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) tercatat mencapai Rp 62,12 miliar.

Jawa Timur menonjol sebagai provinsi dengan performa paling impresif, mencatatkan nilai transaksi tertinggi hingga menyentuh angka Rp 24,02 miliar. Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, memberikan apresiasi tinggi terhadap capaian ini.

“Jawa Timur membuktikan KDKMP mampu menjadi penggerak roda ekonomi yang nyata di tingkat tapak,” ujar Ferry Juliantono.

Keberhasilan Jawa Timur dinilai tidak lepas dari komitmen Pemerintah Provinsi dalam mengakselerasi pembentukan badan hukum serta memastikan operasional koperasi berjalan maksimal untuk melayani warga. Sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi tersebut, Kementerian Koperasi dijadwalkan akan memberikan apresiasi khusus kepada Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, pada ajang Koperasi Award akhir Juli 2026.

Komoditas Unggulan di Sektor Koperasi

Data Simkopdes juga memetakan barang-barang yang paling laris diserap oleh masyarakat melalui jaringan Koperasi Merah Putih. Berdasarkan volume dan nilai transaksi, sektor pertanian dan sembako mendominasi perputaran uang di koperasi:

  • Pupuk NPK Phonska: Menjadi komoditas dengan volume transaksi tertinggi, yakni 8.178.733 unit dengan nilai mencapai Rp 15 miliar.
  • Pupuk Urea N 46%: Kebutuhan vital petani ini mencatatkan transaksi sebesar Rp 11,2 miliar dengan volume 6.206.984 unit.
  • Barang Umum: Kategori kebutuhan sekunder anggota mencatatkan nilai transaksi Rp 7,9 miliar.
  • Minyak Goreng Bimoli (2L): Menjadi produk konsumsi rumah tangga paling diburu dengan nilai transaksi sebesar Rp 3,6 miliar.
  • Beras Medium SPHP (5 Kg): Sebagai bahan pangan pokok, beras ini menjadi primadona masyarakat dengan nilai transaksi mencapai Rp 2,4 miliar.

Kondisi ini menunjukkan bahwa Koperasi Merah Putih memiliki peran vital sebagai penyangga stabilitas harga sekaligus penyedia akses barang kebutuhan pokok yang terjangkau bagi masyarakat luas.