Tujuh Tewas, Puluhan Luka Akibat Tabrakan KRL dan Argo Bromo di Bekasi

Berita6 Views

DermayuMagz.com – Kecelakaan tragis terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, pada Selasa dini hari, 28 April 2026, ketika sebuah KRL bertabrakan dengan kereta jarak jauh Argo Bromo Anggrek.

Insiden mengerikan ini merenggut nyawa sedikitnya tujuh orang dan menyebabkan puluhan lainnya mengalami luka-luka.

Jumlah korban jiwa dan luka-luka tersebut disampaikan langsung oleh Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Bobby Rasyidin, dalam sebuah konferensi pers yang digelar di Stasiun Bekasi Timur pada Selasa pagi.

Lebih dari 80 korban luka telah berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian. Mereka segera dilarikan ke sembilan fasilitas kesehatan yang berbeda di wilayah Bekasi untuk mendapatkan perawatan intensif.

Di antara rumah sakit yang menerima pasien korban kecelakaan ini adalah RSUD Bekasi, Primaya Hospital Bekasi Timur, Mitra Plumbon Cibitung, dan RSU Bella Bekasi.

Sementara itu, Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, melaporkan bahwa sebanyak 240 penumpang dari kereta Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya dilaporkan selamat.

Para penumpang yang selamat ini juga telah berhasil dievakuasi dari area kecelakaan dan dipastikan mendapatkan penanganan yang memadai.

Kecelakaan ini terjadi sekitar pukul 21.00 WIB pada hari Senin. Penyebab awal insiden diduga karena KRL yang berhenti di jalur yang berbeda akibat menabrak sebuah taksi.

Insiden tersebut membuat kedua jalur kereta api menjadi tidak steril, yang berujung pada KRL di jalur menuju Cikarang terpaksa berhenti di stasiun.

Tak lama kemudian, KRL yang berhenti tersebut dihantam oleh kereta Argo Bromo Anggrek 4, menciptakan tabrakan yang parah.

Seorang penyintas, Sausan Sarifah (29), menceritakan detik-detik mencekam yang dialaminya di dalam gerbong KRL.

“Saya pikir saya akan mati,” ujar Sausan, yang kini tengah dirawat di RSUD Bekasi akibat patah lengan dan luka dalam di pahanya.

Ia menggambarkan bahwa kejadian tersebut berlangsung sangat cepat. Saat itu, ia sedang dalam perjalanan pulang dari tempat kerja ketika keretanya berhenti di Stasiun Bekasi Timur.

“Semuanya terjadi begitu cepat, dalam sekejap,” kenangnya dengan nada getir.

Sausan menambahkan bahwa ada dua pengumuman yang terdengar di kereta komuter tersebut, dan para penumpang sudah bersiap untuk turun.

“Lalu tiba-tiba kami mendengar suara lokomotif — sangat keras,” tuturnya.

Dalam kepanikan, ia mengaku tidak ada waktu untuk keluar dari gerbong. Semua penumpang akhirnya bertumpukan satu sama lain di dalam kereta.

“Saya tidak tahu bagaimana kondisi orang yang berada di bawah saya,” ungkapnya dengan raut wajah penuh kekhawatiran.

Ia sempat merasa kesulitan bernapas akibat tumpukan penumpang dan khawatir orang-orang yang terjepit di bagian bawah tidak selamat.

“Alhamdulillah saya berada di bagian atas, sehingga bisa segera dievakuasi,” kata Sausan dengan nada syukur.

Upaya evakuasi korban berlangsung dramatis di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, pada Selasa dini hari, 28 April 2026.

Petugas gabungan bekerja keras untuk mengeluarkan para penumpang yang terjebak di dalam gerbong KRL yang ringsek akibat tabrakan.

Gambar-gambar dari lokasi kejadian menunjukkan puing-puing gerbong yang berserakan dan kerusakan parah pada struktur kereta.

Pihak KAI berkomitmen untuk melakukan investigasi mendalam guna mengetahui penyebab pasti dari kecelakaan ini dan memastikan agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.

Baca juga di sini: Peresmian Sejumlah Fasilitas Layanan Publik Polres KLU

Pemerintah juga diharapkan segera memberikan perhatian penuh kepada para korban dan keluarga mereka, baik dalam hal penanganan medis maupun pemenuhan hak-hak lainnya.