Kereta Argo Bromo dan KRL bertabrakan di Stasiun Bekasi Timur, evakuasi penumpang sedang berlangsung

Berita4 Views

DermayuMagz.com – Sebuah insiden tragis terjadi pada Senin malam, 27 April, di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, ketika Kereta Api Argo Bromo Anggrek mengalami tabrakan dengan gerbong belakang Kereta Listrik (KRL) Bekasi-Jakarta.

Hingga kini, jumlah pasti korban dalam peristiwa ini belum dapat dipastikan, dan upaya evakuasi terhadap penumpang masih terus dilakukan di lokasi kejadian.

Kecelakaan ini dilaporkan terjadi sesaat sebelum pukul 21.00 WIB. KRL yang terlibat dalam insiden tersebut diketahui sedang berhenti di jalur 1, dengan tujuan menuju Cikarang atau arah timur.

Pada saat yang sama, kereta jarak jauh Argo Bromo Anggrek yang melintas di jalur yang sama menabrak gerbong belakang KRL tersebut.

Manajer Humas Daop 1 KAI, Franoto Wibowo, menjelaskan bahwa sebelum tabrakan terjadi, KRL tersebut sempat menabrak sebuah taksi di perlintasan dekat Bulak Kapal. Kejadian ini menyebabkan KRL terhenti di jalur.

Baca juga di sini: Persit dan PKK Bersinergi Perkuat Pemberdayaan Perempuan di Anjatan

Momen inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh Kereta Api Argo Bromo Anggrek 4, yang memiliki rute perjalanan dari Gambir menuju Surabaya Pasar Turi, untuk menabrak KRL yang sedang berhenti.

Berbagai rekaman video yang beredar luas di media sosial dan aplikasi pesan menunjukkan dampak parah dari tabrakan tersebut. Gerbong depan Argo Bromo Anggrek terlihat merangsek masuk ke dalam gerbong KRL, mengindikasikan kekuatan tabrakan yang sangat besar.

Kondisi gerbong yang rusak parah dan ringsek menambah gambaran betapa dahsyatnya peristiwa ini.

Salah seorang penumpang yang dimintai keterangan oleh Kompas TV, Hendri, menggambarkan suara tabrakan yang sangat keras. Ia menyebutkan suara tersebut terdengar seperti “suara bom,” yang menimbulkan keterkejutan bagi semua orang di sekitarnya.

Dalam video lain, terlihat KRL sempat bergerak maju akibat dorongan tabrakan yang kuat. Peristiwa ini sontak memicu kepanikan di area stasiun.

Rekaman video lain juga memperlihatkan upaya awal evakuasi yang dilakukan oleh petugas kereta api dan para penumpang tak lama setelah kecelakaan terjadi. Laporan awal menyebutkan bahwa beberapa penumpang dilaporkan terjepit di dalam gerbong yang tertabrak.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada rincian resmi mengenai jumlah korban yang menderita luka-luka maupun korban jiwa dalam insiden tersebut.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, dalam sebuah pernyataan resmi menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah melakukan evakuasi seluruh penumpang dan awak sarana kereta api. Selain itu, penanganan terhadap para korban yang terluka juga menjadi fokus utama.

“Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. Fokus kami saat ini adalah memastikan seluruh penumpang dan petugas mendapatkan penanganan secepat mungkin dan sebaik mungkin,” ujar Anne.

“Kami juga terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait di lapangan,” tambahnya.

Anne juga menambahkan bahwa KAI akan terus memberikan pembaruan informasi secara berkala seiring dengan perkembangan penanganan di lokasi kejadian. Bagi pelanggan yang membutuhkan informasi lebih lanjut, KAI menyediakan layanan resmi melalui WhatsApp di nomor 0811-2223-3121 atau melalui Call Center 121.