DermayuMagz.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas di Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, telah berhasil menjangkau puluhan sekolah, mulai dari jenjang Taman Kanak-kanak hingga Sekolah Menengah Atas. Program ini mendapat sambutan positif dari para siswa dan pihak sekolah, meskipun terkadang harus menghadapi medan yang sulit dalam proses distribusinya.
Kepala SPPG Tunjungan Sukorejo 2, Ahmad Afif Jaelani, mengungkapkan bahwa program ini telah berjalan sejak 6 Oktober dan kini melayani 25 sekolah. Di antara sekolah-sekolah tersebut, terdapat 9 Taman Kanak-kanak (TK) yang juga menjadi penerima manfaat.
Salah satu kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan program ini adalah kondisi geografis di beberapa wilayah. Afif menyebutkan bahwa lokasi terjauh, seperti di pondok Al-banjari Tunjungan, memiliki medan yang cukup ekstrim dan menyulitkan akses distribusi.
Namun demikian, upaya untuk memastikan kelancaran distribusi makanan bergizi tetap diutamakan. Hal ini menunjukkan komitmen penyelenggara dalam menyediakan asupan gizi yang dibutuhkan oleh para siswa.
Untuk jenjang TK, jumlah siswa penerima manfaat di setiap sekolah relatif lebih kecil, yaitu sekitar 20 siswa per sekolah. Hal ini berbeda dengan jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Jumlah penerima manfaat terbanyak tercatat pada jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA). SMAN 1 Tunjungan menjadi sekolah dengan jumlah siswa terbanyak yang menerima program MBG, mencapai 1.117 murid.
Baca juga di sini: Perubahan Woody di Toy Story 5 Setelah 3 Dekade
Dalam hal menu makanan, SPPG Tunjungan Sukorejo 2 berusaha menyajikan hidangan yang disesuaikan dengan selera anak-anak. Tujuannya adalah agar makanan tersebut tetap diminati oleh siswa sekaligus memenuhi kebutuhan gizi mereka secara optimal.
Afif menjelaskan bahwa menu yang disukai anak-anak umumnya melibatkan daging atau ayam, seperti hidangan fried chicken. Hal ini menunjukkan pemahaman penyelenggara terhadap preferensi kuliner para siswa.
Dukungan dan respons positif juga datang dari pihak sekolah. Heti, Kepala Sekolah SD Negeri 2 Sambongrejo, Tunjungan, menyatakan bahwa menu yang disajikan pada hari itu sangat cocok dan disukai oleh para siswanya.
Secara keseluruhan, Afif menilai bahwa program MBG di Tunjungan menunjukkan perkembangan yang baik. Jangkauannya yang luas dan penerimaan positif dari para siswa menjadi indikator keberhasilan program ini.
Meskipun demikian, tantangan dalam distribusi di beberapa wilayah dengan medan yang sulit tetap menjadi catatan penting. Hal ini menggarisbawahi perlunya strategi dan solusi yang inovatif untuk mengatasi hambatan geografis di masa mendatang.






